
Hello! Im an artic!
Aku tahu kaisar tidak mungkin sekejam ini, walaupun muka dia terlihat dingin, tapi hati dia tetap hangat. Setidaknya aku dan dia pernah berpisah beberapa kali, walaupun kali ini dia mau membuang aku, aku percaya di dalam hati dia masih ada aku, benar kan?”
Lu’Er senang mendengar itu, dia mengelus rambut permaisuri dengan lembut, “Permaisuri, hati kaisar pasti masih ada anda, kalau tidak dari dulu dia pasti sudah menikahi tuan putri Liqing. Setidaknya sekarang bukannya dia masih belum setuju?”
Hello! Im an artic!
Qin Ruojiu juga tertawa, “Benar, dia masih belum setuju, aku masih sempat……”
“Benar, semuanya masih ada harapan.”
“Kalau begitu malam ini kamu minta kaisar datang ke sini, aku mau bertemu dengan dia, ada banyak yang mau aku bicarakan dengan dia!” jawab Qin Ruojiu.
Dulu dia terlalu keras kepala, sekarang akhirnya dia mengerti jadi orang harus rendah hati.
Hello! Im an artic!
__ADS_1
Dia tidak bisa membiarkan dirinya selalu egois dan membuat Lu’Er, Yan’er, ayah dan semua orang yang ada di sekitarnya menderita.
Karena sudah datang ke istana ini, maka pertama dia harus belajar untuk mengalah, setelah merasakan semua penderitaannya, apakah dia benar-benar sudah bisa?
“Permaisuri benar-benar mau bertemu dengan kaisar?” tanya Lu’Er dengan bingung.
Benar, asal permaisuri bersedia menundukkan kepalanya, kaisar pasti akan memberikan permaisuri kesempatan untuk berdamai lagi.
Karena kaisar selalu mempertimbangkan perasaan orang lain, seperti apapun orangnya, permaisuri juga memiliki posisi yang penting di dalam hati kaisar.
Qin Ruojiu tertawa, “Ya, kamu beritahu dia, bilang saja tiba-tiba aku mau bertemu dengan dia!”
“Baik, aku mau lihat kemampuan kamu sudah menurun atau belum!” ucap Qin Ruojiu dengan berpura-pura senang, tapi matanya terlihat kesakitan.
Sekarang yang bisa dia lakukan hanyalah tidak membuat orang di sekitarnya khawatir dengannya.
Langit mulai menggelap, awan mendung menutupi bulan, malam ini tidak terlihat bintang sama sekali.
__ADS_1
Lu’Er yang sedang berdiri di luar istana melihat Qin Ruojiu di balik jendela, dia menggelengkan kepalanya, menghela nafasnya, setelah itu dia masuk ke dalam.
“Permaisuri, sekarang sudah malam, lebih baik anda istirahat saja.” Lu’Er berusaha melembutkan suaranya karena dia takut dirinya membuat penantian di dalam hati Qin Ruojiu lenyap atau membuat hatinya sakit.
Qin Ruojiu tetap duduk diam di sana setelah melihat Lu’Er masuk ke dalam, “Kaisar sudah diundang ke sini?”
Lu’Er menjadi cemas melihat muka permaisuri yang murung. Sepertinya ini tetap tidak bisa dihindari.
Sekarang Lu’Er hanya bisa membungkukkan badannya, dan berkata dengan penuh rasa khawatir, “Sudah diundang, mungkin kaisar sedang……”
Lu’Er mau bilang mungkin kaisar sedang sibuk, tapi Qin Ruojiu langsung memotongnya, “Dia tidak bersedia datang ya?”
“Permaisuri……” Lu’Er tahu permaisuri sudah mengerti semuanya, jadi tentu saja ada banyak hal yang tidak bisa ditutupi darinya.
“Baiklah, Lu’Er kamu turun saja, aku mulai mengantuk!”
Setelah bicara, dia melepaskan ornamen di kepalanya dan menatap kejauhan.
__ADS_1
Bab selanjutnya Bab 345 Memiliki Dendam Sebesar Apa
Sinar bulan yang tertutup awan lagi-lagi menunjukkan wujudnya, cahayanya menyinari Qin Ruojiu yang berada di dalam kamar.