
Hello! Im an artic!
Zhao Yuanran melihat ke kejauhan dengan tatapan melamun, ada ekspresi dingin yang terlintas di wajahnya, setelah beberapa saat dia tertawa dingin dan berkata: “Minta orang untuk membawakan obat itu untukku!”
Zuo’er mengira dirinya salah dengar, membuka bibirnya dengan terkejut dan berkata: “Permaisuri, kamu …”
Hello! Im an artic!
“Wanita yang disukai Kaisar itu adalah wanita yang selalu mematuhinya. Apa kamu tahu kenapa Kaisar bisa berada di Istana Qingyi tadi malam? Itu karena ada orang yang bersikap sok pintar, jadi itu melanggar pantangan Kaisar! Karena aku ingin menjadi wanita di siis Kaisar, maka aku harus mengikuti semua instruksi dan perintah yang Kaisar berikan.” Ketika mengatakan ucapan ini, ada sentuhan tekad dan kekejaman yang terlintas di tatapan mata Zhao Yuanran. Ya, ingin mendapatkan Kaisar, apa artinya pengorbanan sekecil ini. Setidaknya, Kaiasr rela untuk bermalam di sini sekarang, dirinya masih punya kesempatan di kemudian hari.
Mendengar ucapan ini, Zuo’er berkata dengan sedikit tatapan kagum: “Permaisuri, apa tindakan Permaisuri ini adalah tindakan mundur demi mencapai kesuksesan?”
“Ya, kamu harus ingat, yang paling dibenci Kaisar adalah orang yang tidak mematuhi perintahnya, semakin tidak mematuhinya maka akan semakin menyedihkan akhirnya!”
“Baiklah kalau begitu, Permaisuri, Zuo’er akan pergi untuk membawakan obat itu sekarang!”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Angin di pagi hari membawa sedikit aroma samar dan terasa sedikit dingin, angin itu berhembus menerpa wajah semua orang.
Qin Ruojiu berdiri di sisi jendela, menatap pemandangan indah di luar jendela.
Saat angin bertiup, rambutnya tergerai berantakan di sekitar bibirnya. Dari samping, melalui wajah pucat dapat dilihat bahwa Qin Ruojiu tampak sangat rapuh.
Tadi malam, Qin Ruojiu terus terbangun oleh mimpi buruk hingga membuat pikirannya sampai saat ini masih merasa gelisah.
Setelah bangun, kepalanya terasa sangat sakit, seluruh tubuhnya seakan sudah bukan lagi miliknya, tangan dan kakinya pun terasa kaku dan tidak bisa dikendalikan.
Seharusnya itu mimpi.
Bagaimana mungkin Kaisar bisa datang? Dan lagi Kaisar mengunjunginya di tengah malam? Itu adalah hal yang tidak mungkin. Di dalam hati Kaisar sudah ada Liqing, Kaisar tidak menyukai dirinya, jadi untuk apa Kaisar datang di tengah malam? Dan lagi Qin Ruojiu juga mendengar bahwa Kaisar pergi ke Istana Qingyi tadi malam dan baru pergi pagi tadi.
__ADS_1
Apa benar seperti yang dikatakan Lu’er? Kaisar pergi ke pelukan wanita lain dikarenakan sifat keras kepalanya sendiri?
Semakin memikirkannya, Qin Ruojiu semakin bingung, tiba-tiba Qin Ruojiu terkejut dikarenakan suara langkah kaki dari aula samping. Berbalik badan untuk melihat, Lu’er datang menghampiri sambil membawa sesuatu.
Setelah melihat Qin Ruojiu, Lu’er berkata dengan raut senang: “Permaisuri, kemarilah untuk memilih.”
Qin Ruojiu berdiri dan menatap Lu’er dengan bingung: “Ini apa?”
“Aksesoris upeti yang baru masuk di Istana, benar-benar sangat indah, Permaisuri, lihat jepit rambut phoenix ini, benar-benar indah sekali, dan lagi jepit rambut ini, tusuk konde phoenix dan ikan mas ini…”
Tidak menunggu Lu’er selesai memperkenalkan benda itu satu per satu, Qin Ruojiu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dan berkata: “Sudah, Lu’er letakkanlah dulu, untuk saat ini aku tidak ingin melihat benda-benda ini!”
Lu’er tercengang: “Kenapa?” Jika tidak memilih maka nantinya ketika dikirim ke Istana, Selir lainnya akan memilihnya sampai habis.
Qin Ruojiu hanya tersenyum pahit, hidup di harem ini, pekerjaan yang mereka harus lakukan setiap harinya adalah merias diri dengan cantik untuk memenangkan hati Kaisar. Tapi seperti kata pepatah, seorang sarjana mati demi teman kepercayaannya, seorang wanita menggunakan paras demi menyenangkan orang lain. Sebagai seorang wanita, Qin Ruojiu tidak bisa menemukan seorang pria yang benar-benar dapat mencintainya, meskipun Qin Ruojiu memakai perhiasan terindah di dunia, lalu apa gunanya?
__ADS_1
“Lu’er, aku sekarang tidak berminat untuk melihatnya. Jika menurutmu benda itu indah, maka pilih saja beberapa sesuka hati, kamu bisa menggunakannya!”
“Bagaimana bisa? Kamu adalah Permaisuri! Karena Permaisuri sedang tidak berminat untuk memilih, biar Lu’er yang akan memilih untuk Permaisuri!”