
Hello! Im an artic!
Dia tersenyum manis padanya, penampilannya itu sangat cantik, sulit untuk menyembunyikan keanggunan yang tiada tara itu.
Qin Ruojiu bahkan bisa membayangkan tampilan Kaisar Zhaolie yang terlihat terobsesi dan terpana ketika melihatnya. Ketika Qin Ruojiu melepaskan cadar hitamnya waktu itu, Kaisar juga tidak pernah menunjukkan ekspresi seperti itu, tapi hanya karena sebuah potret lukisan saja bisa membuat Kaisar begitu terpana.
Hello! Im an artic!
Melihat sikap aneh Permaisuri sejak kembali, Lu’er meletakkan saputangan yang ada di tangannya, bergegas menarik Yan’er ke samping kemudian bertanya dengan suara pelan, dan akhirnya dirinya baru mengetahui seluk beluk masalah yang terjadi.
Kemudian Lu’er meminta Yan’er pergi lalu berjalan ke sisi Qin Ruojiu, menggenggam tangan Qing Ruojiu lalu berkata: “Permaisuri, jangan terlalu banyak berpikir!”
Mendengar Lu’er yang sedang menghiburnya, Qin Ruojiu sedikit tersadar kembali lalu tersenyum tipis, lesung pipi tercetak jelas di pipinya, bibir merah kecil dan kulit putihnya itu semakin terlihat sangat kontras, sepasang lesung pipit itu tercetak merata di kedua sisi pipinya, benar-benar cantik seperti Dewi.
__ADS_1
Qin Ruojiu berkata: “Lu’er, bagaimana kamu bisa tahu apa yang sedang kupikirkan?” Ya, Lu’er belum pernah mengalami kesedihan dikarenakan sebuah hubungan, jadi bagaimana mungkin bisa mengerti apa yang dipikirkannya?
Hello! Im an artic!
Lu’er berkata dengan tenang: “Permaisuri, meski Liqing adalah wanita yang disukai Kaisar, tapi Permaisuri harus mengerti bahwa orang yang bersamanya adalah dirimu dan bukan dia, itu sudah cukup, mengapa harus repot-repot memikirkan hal-hal itu? Mengapa harus mencari masalah untuk diri sendiri?”
Qin Ruojiu sedikit terpak setelah mendengarkan ucapan itu, dirinya tidak menyangka Lu’er bisa berkata seperti ini. Sikap pura-puranya pada saat ini seketika runtuh, awalnya Qin Ruojiu ingin berpura-pura dirinya tidak peduli, tapi setelah Lu’er mengeksposnya seperti ini, Qin Ruojiu tahu dirinya bahkan tidak memiliki ruang untuk berpura-pura.
Qin Ruojiu berkata: “Ya, menurutku juga begitu, selama berada di sisinya maka itu sudah cukup. Tapi aku masih takut, apa gunanya jika hatinya itu tidak berada di sisiku?”
“Aku mengerti, tapi di balik semua ini, aku selalu merasa aku tidak bisa dekat dengannya. Seolah keberadaanku ini hanya untuk menggantikan orang lain!”
Lu’er bergegas menyela: “Permaisuri, sebenarnya Permaisuri hanya perlu berpikir bahwa tidak peduli betapa cantik dan baiknya Liqing, dia itu hanya hidup di dalam hati Kaisar. Hati Kaisar tidak bisa melupakannya karena tidak bisa mendapatkannya.
__ADS_1
Dan orang yang menemani Kaisar, memikirkan Kaisar, merindukan Kaisar, dan juga menghabiskan hidup dan mati bersama Kaisar adalah Permaisuri, bukan dia. Jadi Permaisuri tidak perlu khawatir akan dirinya. Permaisuri, jalanilah hidup dengan baik!”
Setelah mendengar ucapan Lu’er, Qin Ruojiu pada awalnya terpaku, kemudian setelah memikirkannya dengan hati-hati, sepertinya itu masuk akal.
Jantungnya yang terasa sesak sekian lama seolah langsung merasa lega, bahkan nafasnya pun sudah jauh terasa lebih lancar.
Qin Ruojiu langsung menggenggam tangan Lu’er dan berkata dengan wajah penuh terima kasih: “Lu’er, terima kasih, ucapanmu itu membuatku memahami banyak hal. Benar, aku terus berada di sisinya, dan dia juga memperlakukanku dengan sangat baik, Liqing itu hanyalah karakter imajiner yang tinggal di dalam hatinya, seperti Ibu dan Ayahnya yang sudah meninggal itu.”
“Ya, Permaisuri, jika kamu bisa berpikir seperti itu maka itu sangat bagus!”
Saat berbicara, Lu’er sedikit mengangkat tangan Qin Ruojiu, keduanya bersandar berdekatan sudah seperti saudara yang begitu akrab.
“Permaisuri, melalui kematian Xiao Huan, kami sudah melihat cinta Kaisar padamu. Jadi, kematiannya itu tidak boleh sia-sia, kita harus hidup dengan baik demi dirinya.”
__ADS_1
“Lu’er, aku tahu, aku pasti akan hidup dengan baik, tidak peduli bagaimanapun, aku tidak akan dengan mudah menyerah akan nyawaku.”