
Hello! Im an artic!
“Apa yang sedang kalian lakukan?”
Di bawah terpaan sinar matahari, Su Qianhua merangkulnya, pemandangan itu begitu indah dan khusuk. Tidak disangka adegan itu malah hancur dikarenakan suara lantang seorang Bibi paruh baya yang tiba-tiba terdengar.
Hello! Im an artic!
Mereka menoleh ke belakang di saat bersamaan, mereka melihat Yuya dan 3 Bibi lainnya sedang berdiri berdampingan di sana.
Terdapat kecemburuan dan kebencian di tatapan mata ketiga Bibi tua itu, tatapan mata mereka ketika menatap Ye Wushuang sudah seperti panah tajam yang melesat, seolah-olah jika tidak berhati-hati maka puluhan ribu anak panah akan menembus jantungnya kapan saja. Sedangkan Yuya malah terlihat merasa sangat bersalah, karena ketika Ye Wushuang berhasil melewati tembok, ketiga Bibi ini tiba-tiba keluar, melihat Ye Wushuang tidak ada di sana, mereka seketika mengamuk dan dengan paksa membawa Yuya kemari untuk mencari Ye Wushuang. Jika tahu Nona Wushuang bersama Tuan Muda Qianhua, Yuya tidak seharusnya muncul begitu cepat. Jika melihat situasi saat ini, takutnya akan terjadi masalah lagi.
Bibi Liu selalu ingin mencari kesempatan untuk balas dendam pada Ye Wushuang, tapi Ye Wushuang selalu bersikap hati-hati, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa selama berhari-hari ini. Hari ini… Bibi Liu mengulas senyum aneh di sudut bibirnya, memberi isyarat pada dua temannya, ketiganya kemudian mengangguk, masing-masing menunjukkan momentum mereka lalu berjalan menghampiri Ye Wushuang dengan sikap angkuh.
Su Qianhua bingung menatap orang-orang yang menerobos masuk ini, alisnya yang tampan sedikit berkerut, lalu menilai sekilas ke arah Ye Wushuang dengan tenang.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Dirinya melihat Ye Wushuang masih begitu tenang, tatapan matanya jernih, sama sekali tidak terlihat gejolak emosi.
“Bagus sekali rubah kecil, Pangeran meminta kami mengajarimu aturan dan kamu tidak mempelajarinya dengan baik, kamu malah datang kemari untuk menggoda Tuan Muda Qianhua. Kamu benar-benar tidak tahu malu, jika berdasarkan pada aturan istana, apa kamu tahu apa yang harus kami lakukan?”
Bibi Liu berkata memaki sambil berjalan menghampiri, ekspresi sombong di matanya membuat siapa pun merasa sebal ketika melihatnya.
“Benar, apa kamu tidak tahu bahwa semua wanita yang memasuki Istana itu harus bersih dan suci? Beraninya kamu menyentuh tangan Tuan Muda Qianhua, nyalimu sangat besar.”
Ketiga Bibi tua itu memaki bergantian, mereka hanya ingin memberi sedikit pelajaran pada Ye Wushuang.
Meskipun ucapan itu merupakan ucapan menyalahkan Ye Wushuang dan tidak ada hubungannya dengan dirinya, tapi ketika mendengarkan kata-kata makian dan hinaan ini, hati Su Qianhua merasa sedikit tidak nyaman.
Karena hanya dirinya yang tahu dengan jelas bahwa Ye Wushuang sama sekali tidak menggoda dirinya seperti yang mereka katakan, tapi terpaksa seperti itu dikarenakan permintaannya sendiri.
__ADS_1
“Tiga Bibi sekalian, ini tidak seperti yang kalian lihat, ada beberapa ucapan yang sepertinya terlalu dilebih-lebihkan.” Ye Wushuang menanggapi dengan suara datar, di saat bersamaan Ye Wushuang menarik kembali tangannya dari Su Qianhua, sama sekali tidak ada ketakutan dan kepanikan di wajahnya yang cantik, yang ada hanyalah ketenangan yang begitu jernih. Mata yang jernih itu bagaikan mata air, membuat orang lain merasakan keindahan yang menyegarkan.
“Huh, masih berani berdalih, kami semua melihatnya dengan mata kepala sendiri.”
“Benar, kamu berani melakukannya tapi tidak berani mengakuinya?”
“Tidak perlu berbicara omong kosong dengannya, kita bawa dia pergi lebih dulu.”
Setelah mereka bertiga selesai berbicara dengan begitu tajam, mereka bersiap untuk maju dan bertindak. Lagipula dengan tubuh besar mereka bertiga, cukup mudah untuk membawa tubuh mungil Ye Wushuang.
“Tunggu!”
Ketika mereka bertiga menggulung lengan baju mereka dan tampak bersemangat untuk bertindak, Su Qianhua melambaikan lengan pakaiannya, terdapat raut dingin yang jarang muncul di wajahnya yang cantik itu.
“Tuan Muda Qianhua? Apa kamu ingin melindunginya? Wanita ini tidak mempelajari aturan dengan baik dan malah datang ke Paviliun Fengya milikmu, dia pasti memiliki motif tersembunyi, Tuan Muda jangan sampai tertipu oleh pesonanya.” Ketika Bibi Liu mengucapkan kalimat ini, jelas dirinya sedikit cemburu. Lagipula menurutnya, Tuan Muda Qianhua bisa membantu Ye Wushuang tidak lebih karena Ye Wushuang cantik dan masih muda.
__ADS_1