
Hello! Im an artic!
Melihat Yuya tidak berbicara, Ye Wushuang lanjut berkata: “Semua orang berkata bahwa kekuasaan Kaisar lebih besar dari langit, tidak tahu apa seumur hidupku ini aku memiliki kesempatan untuk bisa lolos dari penjara ini.”
Kata-katanya itu mengandung kesedihan dan kebimbangan, membuat orang yang mendengarnya merasa sedih di malam yang begitu sepi ini. Tidak peduli seberapa dingin Yuya, pada akrhinya dirinya tidak bisa menahan pemikiran sedih ini dan bertanya: “Apa Permaisuri rindu pada keluarga Permaisuri?”
Hello! Im an artic!
Di Istana, para pelayan tidak diizinkan untuk berspekulasi mengenai pemikiran majikannya sesuka hati, dan pertanyaan Yuya yang seperti ini jelas tidak sopan. Temperamennya yang lugas dan langsung seperti inilah yang membuatnya tidak disukai oleh para majikannya.
Sebagai orang modern, Ye Wushuang tentu tidak terlalu mempermasalahkan hal ini, dirinya hanya menganggap Yuya sebagai orang yang bisa diajak bicara. Tapi ketika mendengar Yuya mengungkit keluarga, Ye Wushuang tiba-tiba teringat, pemilik tubuh ini adalah putri Qin Shiyi, seorang sarjana di Negara Qi. Dengan posisi Ayahnya, Qin Shiyi, di kekaisaran, selama mau menggunakan sedikit usaha saja maka dirinya pasti bisa keluar dari Istana dingin ini. Pada awalnya ketika Ji Xingyun naik tahta, Qin Shiyi sangat mengabdikan dirinya, kemudian dinobatkan sebagai Penguasa Negara, dapat dikatakan Ayahnya itu membawahi puluhan ribu orang, tidak tahu berapa banyak orang yang ingin menyanjung keluarga Qin mereka.
__ADS_1
“Yuya, apa kamu memiliki cara untuk mengirimkan surat dan mengantarkannya ke rumah keluargaku?”
Ye Wushuang seakan menangkap penyelamat hidup terakhirnya, misinya adalah untuk meyakini Yuya yang memiliki sikap dingin ini.
Hello! Im an artic!
“Aku……”
“Yuya, apa kamu takut? Jika kamu bisa membantuku mengantarkan surat itu ke rumahku, maka aku pasti akan membiarkanmu pergi dari sini.” Melihat Yuya yang tadi sedang menatap ke bulan, Yuya pasti sangat merindukan keluarganya, tentu saja Ye Wushuang harus mengajukan tawaran yang menggoda sebagai gantinya agar orang lain bisa melakukan hal yang memang sangat berbahaya itu demi dirinya, jika tidak siapa yang akan bersedia menjadi orang bodoh yang melakukan sesuatu tanpa imbalan?
Setelah sekian lama, melihat tampilan Yuya yang lemah dan tidak jelas itu, Ye Wushuang akhirnya kehilangan sedikit kesabarannya: “Kamu bisa langsung mengatakannya apa kamu setuju atau tidak, aku tidak akan memaksamu.”
__ADS_1
Melihat ketenangan Ye Wushuang, Yuya kemudian berkata perlahan: “Seharusnya Permaisuri tidak tahu bukan? Tidak lama setelah Permaisuri pindah ke Istana Zhihua ini, Ayah Permaisuri mengundurkan diri dan bersedia menjadi rakyat biasa, beberapa bulan lalu dia pulang ke kampung halamannya.”
“Mengundurkan diri dan bersedia menjadi rakyat biasa…” Ye Wushuang hanya mengulangi kata-kata ini dan tidak mampu untuk fokus. Bahkan harapan terakhirnya pun sudah hilang. Ji Xingyun, Ji Xingyun, kamu benar-benar sangat kejam, bahkan kamu juga telah menghancurkan jalan terakhirnya. Wanita ini adalah Istrimu, orang yang berkorban untuk dirimu demi mendapatkan dunia, orang yang menyerahkan segalanya untukmu, tapi pada akhirnya kamu malah memasukkannya ke Istana Dingin, merusak parasnya, bahkan kamu juga merampas kekuasaan keluarganya.
Bahkan meski wanita ini bukan dirinya sendiri, tapi pada saat ini Ye Wushuang dengan sangat dalam merasakan bahwa siapa lagi yang lebih kejam dibanding Kaisar berwajah dingin itu di dunia ini?
Keheningan dan kesepian Istana Dingin ini bukanlah hal yang bisa ditanggung oleh orang biasa. Selama hampir 3 bulan Ye Wushuang tinggal di sini, dirinya merasa setiap hari bagai dilalui selama bertahun-tahun. Dalam mimpi hampir setiap malamnya, dirinya juga ingin melarikan diri dari kehidupan yang seperti berada di dalam sangkar ini.
Ye Wushuang bersandar di pagar, seperti patung yang membatu, menatap lekat ke arah kejauhan, kesedihan tidak bisa terlihat dengan jelas di wajahnya yang tertutup oleh cadar tipis itu, hanya sepasang mata yang jernih dan cerah itu yang menunjukkan kesedihan yang tak ada habisnya.
Sekali lagi, dirinya menyaksikan matahari merah yang perlahan terbenam di cakrawala di kejauhan, cahaya matahari terbenam di langit barat sudah seperti sebuah syal yang indah yang sedang melambai, menutupi atap Istana Zhihua, seolah-olah pemandangan itu dilukis. Samar-samar, Ye Wushuang masih bisa merasakan rumput di luar tembok istana dilapisi dengan warna kuning keemasan, angin malam berhembus, rumput-rumput kecil bergoyang mengayunkan lirik malam, mungkin dalam kehidupan yang sepi dan dingin di Istana Dingin, hal ini adalah satu-satunya kesejahteraan yang tidak dirampas.
__ADS_1