Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 422 Jangan Sampai Menyinggungnya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Leng Bingxin tidak mempermasalahkannya, lagipula dirinya sudah menjadi target rumor dan gosip orang lain sedari kecil, hatinya yang sangat lapang itu tidak bisa lagi dibandingkan dengan orang biasa.


Di suatu sore yang cerah, matahari musim panas bersinar dengan begitu terik bagai mata air yang membasahi berbagai kesedihan dengan begitu menawan.


Hello! Im an artic!


Leng Bingxin bersandar di kursi panjang seorang diri, menikmati pesona yang begitu langka ini. Entah sejak kapan, Leng Bingxin telah mengembangkan kebiasaan menatap langit, langit yang biru, awan seputih salju yang bergerak saat angin berhembus, seolah-olah Leng Bingxin ingin melupakan semua ketidakbahagiaan yang dialaminya sebelumnya.


Leng Bingxin jelas-jelas ingat bahwa dirinya bisa melupakan segalanya, tapi setiap kali dirinya bermimpi di tengah malam, wajah dengan kontur dingin dan tatapan mata yang bijak dan tajam itu akan selalu membangunkannya lagi dan lagi.


Leng Bingxin berpikir dirinya bisa melupakan sepenuhnya, berpura-pura sangat pemberani, tapi setiap tetesan air mata di wajahnya malah memberitahunya bahwa dirinya tidak pernah melupakan kekejaman pria yang tidak berperasaan itu, dirinya yang mengucapkan selamat tinggal pada segala sesuatu di hari hujan, dirinya yang pada akhirnya dilukai hingga sekujur tubuhnya terluka dan mau tidak mau masih tetap harus bertahan hidup.


Ketika dirinya berpikir, tanpa sadar Leng Bingxin kembali melamun. Perlahan-lahan dirinya menyadari bahwa awan di cakrawala bergerak dengan lebih cepat, ini menandakan bahwa hari ini akan menghilang seperti ini lagi?

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Ketika kesedihan yang samar kembali memenuhi hatinya, suara yang berasal dari samping memasuki gendang telinganya.


“Suixin, menurutmu untuk apa Pangeran menampung wanita jelek itu? Ini sudah begitu lama dan dia masih belum diusir, dan lagi kita harus melayaninya setiap hari, benar-benar menyebalkan.”


“Kamu bertanya padaku? Aku juga tidak tahu. Lagipula bisa dilihat bahwa Pangeran sangat peduli padanya, Pangeran bahkan selalu menanyakan kondisinya setiap hari.”


“Ya, aku belum pernah melihat Pangeran begitu peduli pada gadis lain yang pernah dikirim kemari sebelumnya.”


“Aku tidak ingin menyinggungnya, hanya saja Nona Ziyue bertanya padaku setiap hari apa hubungan wanita itu dan Pangeran, hati Nona Ziyue sudah merasa tidak nyaman cukup lama.”


“Oh, benar juga, Nona Ziyue begitu cantik, tapi di mata Pangeran dia malah tidak sebanding dengan wanita jelek itu, Nona Ziyue memang sangat menyedihkan.”


“Tidak hanya Nona Ziyue saja, aku juga merasa marah, bahkan meski kita tidak bisa mengalahkan Nona Ziyue, tapi kita puluhan kali lebih baik dari wanita jelek itu bukan? Dulu aku pernah pernah mendengar dari para Kakak yang pernah melihat wajah aslinya, mereka mengatakan bahwa parasnya itu benar-benar tidak bisa dilihat, benar-benar sangat mengerikan, yang pasti…huh… tidak tahu kenapa Pangeran malah… ”

__ADS_1


“Sudah, jangan bicarakan hal ini lagi, Nona Ziyue juga tidak akan tinggal lama di Istana ini, lebih baik kita mencari majikan lain yang baik.”


“Huh, apa dia benar-benar …”


“Ssstt, jangan bicarakan lagi, Nona Ziyue paling tidak suka mendengar kita mengungkit hal ini dan juga orang ini, jika Nona Ziyue tahu, takutnya…”


“Baik, baik, aku tidak membicarakannya lagi, tapi aku tidak menyangka Nona Ziyue akan berakhir sama dengan Ziyu dan Zihong.”


“Kamu jangan berkata seperti itu, mereka itu sudah dinobatkan sebagai Tuan Putri, sekarang jika bukan adalah Selir maka adalah Ratu, mereka ratusan kali jauh lebih baik dibanding kita!”


“Ya, benar juga!”


Tidak tahu apakah kedua gadis pelayan itu terlalu fokus berdiskusi, atau karena Leng Bingxin yang berada di sisi paviliun terlalu diam dan tidak mengeluarkan suara sama sekali, yang pasti, dari awal hingga akhir, kedua gadis pelayan itu sama sekali tidak menyadari keberadaannya.


Setelah Leng Bingxin mendengarnya, dia hanya menghela nafas panjang. Itu bukan karena dirinya digosipkan di belakang oleh orang lain, tapi hatinya merasa sedikit dingin ketika memikirkan bahwa Ziyue akan dimanfaatkan bagai bidak catur di kemudian hari.

__ADS_1


__ADS_2