
Mendengar dia yang hendak membunuh orang lagi, Qin Ruojiu pun segera berkata, “Aku yang memaksa masuk, mereka tidak bisa menghadangiku.”
“Bagus sekali, kamu berani menerobos ke istanaku, siapa yang memberimu keberanian ini? Ayahmu? Penyihir Negeri Kangqing? Penyihir yang bisa mendatangkan angin dan hujan itu? Atau karena statusmu adalah seorang permaisuri, kamu berani masuk Istana Zhaolie dengan seenakmu?”
Qin Ruojiu menggigit bibir, kemudian melihat lantai, “Aku tidak berani. aku hanya ingin menolong orang lain, bukan menyinggung Yang Mulia.”
“Menolong orang lain? aku baru ingat, sepertinya ada hutang yang ingin aku perhitungkan dengan kamu,” pada detik berikutnya, amarah yang sudah mengurang tadi kembali lagi.
“Yang Mulia…” dia mengangkat kepala dengan bingung, tetapi malah melihat pria dengan wajah menyeramkan yang sedang membungkuk, ia terlihat seperti iblis.
__ADS_1
Dia menatap Kanyong, kerah pakaian yang lebar itu terbuka semakin lebar. Saat mengangkat kepala, Qin Roujiu bisa melihat tubuh yang kuat itu pun terlihat jelas, wajah Qin Ruojiu memerah, hatinya pun merasa malu, dia segera memalingkan kepala.
Kang Yong menahan dagunya supaya ia tidak bisa menghindar. Mata yang berkaca-kaca bertatapan dengan bola mata yang bagaikan gua tidak berdasar. Kemudian Kang Yong tersenyum licik, “Permaisuriku, baru saja sehari, kamu sudah tidak bisa menahan kesepianmu. Kamu menyuruh anak buahmu bergosip, bilang aku bahwa aku menyiksa mu, bahkan bercinta dengan orang lain di malam pertama kita. Sekarang, semua orang di dalam istana sudah tahu masalah aku dan dirimu… apakah… kamu tidak ingin memberikan penjelasan?”
Hati Qin Ruojiu pun tenggelam. Omongan Xiao Huan dan Yan’er sudah menyebar ke seluruh istana. Pantas saja Ayah pernah bilang bahwa istana bagaikan lautan, begitu masuk ke dalam istana, ia harus selalu berwaspada. Karena kata-kata yang terdengar biasa mungkin saja akan mendatangkan bencana yang mematikan. Tidak tahu bahaya apa lagi yang sedang menunggunya di depan.
“Tidak usah menjelaskan apapun lagi, wanita jahat, bukankah kamu ingin mengancamku dengan masalah itu supaya aku bercinta denganmu? Baiklah, kalau kamu tidak bisa pergi dariku, akan aku kabulkan permintaanmu,” usai berkata, dia pun menarik Qin Roujiu yang sedang berlutut sampai ke ranjang. Kemudian dengan tersenyum dingin, ia melemparkan Qin Ruojiu ke atas ranjang.
Qin Ruojiu dilempar seperti sebuah barang, badannya pun bertabrakan dengan meja yang ada di samping ranjang, rasa sakit yang menerjangnya, membuatnya menarik nafas.
__ADS_1
Dia bangkit dan memegang kedua lengannya yang sakit, kemudian menatap Kang Yong yang sedang berjalan mendekatnya, dengan mata ketakutan.
Saat ini, dia seperti anak kecil yang membutuhkan bantuan. Semakin dekat Kang Yong, semakin erat juga Qin Ruojiu mencengkram tiang yang ada disampingnya, wajahnya menjadi pucat dan ia menggeleng-gelengkan kepalanya, “Jan… jangann… ngan…” dia masih ingat kejadian sebelumnya, dia tidak ingin kejadian itu terulang lagi, dia tidak ingin mengalami penderitaan itu lagi.
Kang Yong menatap dia dengan kesal dan tertawa jahat, “Bukankah ini yang kamu inginkan? Wanita siluman, tidak usah berpura-pura di hadapanku, aku tahu jelas apa maumu.”
“Jangan… lepaskan aku!” pandangan mata Qin Ruojiu memerah. Bola mata yang bersinar-sinar itu menyampaikan isi hatinya yang ketakutan dan bingung, tetapi Kang Yong sama sekali tidak peduli. Kangyong menjulurkan tangannya dan mencekik Qin Ruojiu, leher Qin Ruojiu yang putih pun dihiasi jejak 5 jari yang berwarna merah.
Qin Ruojiu bagaikan anak burung yang ketakutan, dia berusaha menghadang, matanya sudah berkaca-kaca. Dia juga tahu, tidak ada gunanya memohon, itu hanya akan membuat Kang Yong merasa dia sedang berpura-pura.
__ADS_1