
Hello! Im an artic!
Mendengarkan ucapan Pangeran Liang, Ye Wushuang tidak ingin berpikir lebih banyak lagi, dia mengangguk dan berkata: “Ya, aku mengerti.”
“Kalau begitu bersemangatlah.”
Hello! Im an artic!
“Ya, Pangeran Liang tadi sudah membeli cukup banyak senjata, apa yang ingin Pangeran Liang lakukan selanjutnya?”
“Tidak lama lagi musim panas akan tiba, aku ingin membeli pakaian musim panas untuk para prajurit di ketentaraan, kamu bantulah aku untuk melihat toko mana yang murah dan terjangkau.”
“Baik, aku akan berusaha.” Ye Wushuang menjawab dengan luhas, keduanya saling memandang dan tersenyum tipis.
Kemudian keduanya berjalan berdampingan, berbicara dan tertawa di sepanjang jalan, sinar matahari yang terik menerpa mereka, ada keindahan dan kehangatan yang sulit untuk dilukiskan.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Di atap gedung tinggi tak jauh dari sana, sesosok tubuh dengan aura dingin sudah seperti seorang mata-mata di malam yang gelap, dia menatap kaku ke kedua orang yang ada di tengah jalan yang tidak menyadarinya sama sekali. Jika tatapan mata bisa membunuh orang, maka diperkirakan ribuan panah sudah menembus jantung sosok pria itu.
She Jingtian menatap semua itu tanpa bergerak, dia mengikuti dari Kastil Wuyou sampai kemari, tanpa sadar sudah mengikuti hampir 2 jam. She Jingtian hampir tidak berani melepaskan tatapannya dari mereka berdua sejenak pun. Pada saat ini, bahkan She Jingtian sendiri tidak mengerti mengapa dirinya melepaskan tugas-tugasnya yang penting dan mengikuti mereka tanpa mempedulikan apapun.
She Jingtian menyangkal kecemburuan di dalam hatinya, menyangkal kepeduliannya pada Ye Wushuang, menyangkal kewaspadaannya terhadap Pangeran Liang. She Jingtian berusaha berkata pada dirinya sendiri bahwa dirinya hanya ingin mencari angin segar saja, tapi pada akhirnya, She jingtian malah semakin panik melihat interaksi mereka. She Jingtian tahu dirinya sudah tidak bisa lagi membohongi dirinya sendiri, dirinya benar-benar takut Ye Wushuang dan Pangeran Liang akan bersatu, mereka akan melakukan tindakan yang melampaui pemikirannya sendiri.
Mengintai benar-benar merupakan tindakan yang begitu rendah dan tidak tahu malu, tapi dirinya… malah melakukannya. Dan lagi sudah 2 jam berlalu, dirinya malah tidak memiliki niat untuk berhenti sama sekali.
…
“Terserah padamu.” Pangeran Liang menjawabnya dengan ekspresi lembut, dengan nada penuh dengan kasih sayang dan juga kegembiraan, itu membuat Ye Wushuang merasa cukup canggung.
Untungnya, pada saat ini Ye Wushuang tiba-tiba melihat sosok yang tidak asing di pintu sebuah toko bernama “Toko Baoxing”, ketika Ye Wushuang sedang bingung siapa sosok itu, orang yang sedang menyapa tamu itu menoleh, tepat ketika Ye Wushuang sedang terkejut, orang itu juga mengenali Ye Wushuang.
__ADS_1
Pada saat itu juga orang itu meninggalkan para tamunya, berjalan menghampiri dengan mengulas senyum di wajahnya, dia berkata dengan hormat pada Ye Wushuang: “Nona Wushuang, lama tidak bertemu.”
“He Laosan, ternyata kamu?”
“Ya, ini aku.”
“Toko Baoxing ini…”
“Ya, karena bantuan Nona Wushuang, aku akhirnya bisa seperti ini. Toko Baoxing ini milikku, jika Nona Wushuang bersedia, maka masuklah ke dalam untuk melihat-lihat, jika ada yang Nona Wushuang suka maka pilih saja, aku tidak akan menerima pembayaran.”
Ketika mendengar ucapan itu, Ye Wushuang tertawa tidak berdaya dan berkata: “Aku bukan orang seperti itu.”
“Aku tahu Nona tidak seperti itu, tapi aku hanya ingin mengungkapkan budiku pada Nona saja.”
“Nona Wushuang, siapa orang ini?”
__ADS_1
Pangeran Liang yang sedari tadi diabaikan akhirnya berjalan menghampiri, menatap ke arah He Laosan dengan wajah heran, bertanya-tanya bagaimana Wushuang bisa mengenalnya.
“Dia adalah kenalan lamaku.” Ye Wushuang berkata menjelaskan, kemudian dia berkata pada He Laosan: “Orang ini datang dari Dinasti Nan, dia adalah…” Sebelum kata Pangeran Liang terucap, Ye Wushuang berpikir bahwa kunjungan Pangeran Liang kali ini merupakan kunjungan rahasia, karena itu sepertinya tidak pantas jika diperkenalkan dengan terlalu terang-terangan, jadi Ye Wushuang mengganti panggilannya dan berkata: “Tuan Muda Liang.”