
Qin Ruojiu tidak tahu Zhao Yuanran ini tulus atau tidak, atau mungkin dia sengaja memperlihatkan sisi baik dan lembutnya di depan kaisar, sekarang tidak peduli dia memiliki tujuan apa, Qin Ruojiu juga tidak bisa membongkar apa-apa. Dia berkata: “Ayah aku dari kecil sudah mengajari aku, kalau orang lain tidak melukai aku, aku juga tidak akan melukai orang lain.”
Zhao Yuanran tersenyum mendengarnya, “Benar kan kaisar, aku sudah tahu kakak tidak akan melukai aku.”
Muka kaisar menggelap, setelah beberapa saat dia baru berkata: “Aku tahu, kamu turun saja!” kaisar Zhaolie meminta para dayang di belakang Zhao Yuanran membawa Zhao Yuanran pergi.
Melihat kaisar Zhaolie sedingin ini terhadap dirinya, hati Zhao Yuanran menjadi kesal, “Kaisar…… aku……”
“Sudah, kamu harus diperiksa oleh dokter, jangan sampai ada akar penyakit. Kalau urusan ini tidak ada hubungannya dengan permaisuri, aku juga tidak akan berbuat apa-apa dengannya. Tapi, dia hampir saja difitnah oleh dayang kamu, aku harus memberikan kompensasi untuknya.” setelah bicara, kaisar Zhaolie menggandeng tangan Qin Ruojiu dan berkata dengan hangat: “Ayo pergi.”
Mendengar itu, Qin Ruojiu terkejut, “Kaisar mau ke mana?!”
__ADS_1
“Kembali ke istana Fengyi!”
Setelah itu dia langsung membawa Qin Ruojiu pergi, sementara Zhao Yuanran yang sedang dituntun oleh para dayang terlihat murung, “Kaisar……”
Di saat dia merasa putus asa, pria yang dingin dan tidak punya perasaan itu tiba-tiba melihat dia, “Dayang yang ada di samping kamu itu sudah membuat provokasi, lain kali kalau aku lihat dia banyak bicara lagi, aku tidak akan menerima dia di istana lagi!”
Ucapan itu membuat semua orang yang mendengarnya menjadi takut.
Apakah kaisar benar-benar menyukai dia? Apakah hanya ini yang dirinya dapat setelah hampir saja kehilangan nyawanya? Dulu dia pernah sangat mencintai dirinya, tapi sekarang dia sudah tidak peduli dengan dirinya lagi demi wanita itu. Kenapa bisa seperti ini, anak sudah tidak ada, apakah dia sedang menyalahkan dirinya karena tidak bisa apa-apa?
Saat sampai di istana Fengyi, Qin Ruojiu masih melamun.
__ADS_1
Kaisar Zhaolie mnegelus rambutnya dan berkata dengan lembut: “Kenapa? Kamu masih memikirkan kejadian barusan?”
Sambil bicara, dia meletakkan kepalanya di atas bahunya sambil bergumam di telinganya.
Qin Ruojiu mendorong dia, “Tidak……”
Kaisar Zhaolie menatap dia sambil tertawa, “Oh ya? Kenapa aku melihat kamu sedang tidak senang? Apakah karena aku tidak mengurusnya dengan adil, jadi kamu sedih?”
Qin Ruojiu membantahnya, “Tidak…… kaisar bisa sebaik ini terhadap aku, aku juga sudah sangat senang.” bagaimanapun juga kali ini kaisar tidak secara asal menyalahkan dirinya, tapi dia malah diam-diam membantu dirinya. Ini membuat Qin Ruojiu sedikit terharu dan tidak menyangka. Apakah pria ini benar-benar menyukai dirinya? Semua yang dia lakukan, apakah untuk dirinya?
Bab selanjutnya Bab 155 Aku Benar-Benar Tulus Dengan Kamu
__ADS_1
Mendengar itu, kaisar Zhaolie tersenyum sambil mendekatkan mukanya ke arah muka Qin Ruojiu, Qin Ruojiu mengira kaisar mau menciumnya, maka dia langsung mundur satu langkah, “Kaisar, kamu……”
Melihat reaksi yang sangat besar ini, kaisar Zhaolie berkata: “Kenapa, sampai sekarang ini, kamu masih waspada seperti ini dengan aku?”