
Qin Ruojiu tahu perasaan sedih yang sedang dirasakan oleh Zhao Yuanran. Dia baru saja kehilangan anaknya dan sekarang dia merasa dibohongi olehnya, dia tahu hatinya itu pasti sangat sakit. Sekarang Qin Ruojiu mengandung anak dari Kaisar, Zhao Yuanran pasti mengira bahwa kedudukannya itu akan terancam, makanya dia marah seperti ini padanya.
Qin Ruojiu pun berpikir untuk menahan Zhao Yuanran, tetapi siapa sangka karena hal yang begitu tiba-tiba dan penderitaan yang dia rasakan ini, tubuhnya langsung terasa lemas dan ia jatuh ke lantai.
Dia menjulurkan tangannya dan akhirnya terjatuh. Wajah kecilnya itu tampak pucat pasih.
“Yuan ….”
“Permaisuri … Permaisuri, kamu kenapa. Cepat berdiri, kamu tidak apa-apa kan?” Lu’Er yang melihat itu pun terkejut dan langsung menopangnya berdiri.
Qin Ruojiu menggeleng-gelengkan kepalanya. Hatinya terasa begitu sakit dan kecewa. Kenapa Yunran tidak menghiraukannya, kenapa dia harus berkata begitu padanya…
Qin Ruojiu sama sekali tidak ingin mengandung, terlebih lagi mengandung anak Kaisar Zhaolie. Dia benci dengan kehidupan di dalam istana ini, dia benci pada pria itu.
Melihat Permaisurinya yang menangis meneteskan air mata, Lu’Er pun ikut merasa sedih dan berkata, “Permaisuri, kamu berdiri dulu yah. Luka di tubuhmu itu pasti terasa sakit kan. Kamu lihat tangan kamu, sudah terluka lagi. Lu’Er pergi cari obat buat olesin luka ini yah.”
__ADS_1
Qin Ruojiu pun melihat ke arah tangannya yang mengeluarkan darah itu. Lalu dia pun tersenyum dingin dan meneteskan air matanya.
Dibandingkan dengan rasa sakit dan perih yang ada di dalam hatinya ini, rasa sakit di kulitnya itu, tidak ada apa-apanya. Dia benar-benar tulus menganggap Selir Mulia sebagai adiknya, tetapi karena anak yang ada di perutnya ini, semuanya jadi hancur berantakan!
Zhao Yuanran sudah pergi selama 2 jam lebih. Karena takut sesuatu terjadi pada Permaisuri, Lu’Er memanggil Xiao Huan dan Yan’Er. Mereka bertiga bekerja sama untuk mengobati luka yang ada di tubuh Qin Ruojiu.
Pada saat itu, Qin Ruojiu hanya terbaring diam di atas kasurnya. Tatapan matanya itu pun tampak kosong dan dia tidak bergerak sama sekali. Dia terlihat seperti sebuah kayu yang sedang berbaring di atas kasur.
Melihat Permaisuri yang terlihat seperti orang yang sudah kehilangan arwahnya dan tidak berekspresi itu, Lu’Er pun merasa semakin sedih. Lalu dia meletakkan obatnya dan berlutut di atas lantai, “Permaisuri, ini semua salah Lu’Er, Lu’Er tidak seharusnya membuang obat itu. Kalau tidak, Permaisuri tidak akan menderita seperti ini.”
Melihat ketiga pelayannya yang menangis merasa bersalah seperti itu, Qin Ruojiu pun kembali tersadar. Qin Ruojiu merasa kasihan melihat mereka dan ikut meneteskan air mata.
Dia menggenggam tangan Lu’Er dan berkata, “Ini tidak ada hubungannya dengan kalian. Aku tahu, waktu itu kamu berbuat seperti itu juga karena demi kebaikanku.”
Lu’Er pun terlihat gugup dan bertanya, “Tetapi sekarang Permaisuri hamil. Sekarang kita harus bagaimana?”
__ADS_1
“Aku juga tidak tahu!” Qin Ruojiu pun menggeleng-gelengkan kepalanya. Pada saat ini, dia benar-benar sangat membenci janin yang ada di dalam rahimnya ini. Tetapi, janin ini tidak bersalah sama sekali. Dia berpikir, hal ini juga terjadi begitu tiba-tiba, jadi bagaimana dia bisa menyalahkan anak ini?
“Permaisuri, tetapi anak ini terbentuk setelah anak dari Kaisar dan Selir Mulia meninggal. Bisa dibilang Tuhan sedang membantumu!” Apa yang dikatakan Yan’Er itu memang ada benarnya. Dia tidak menyaringnya dulu dan langsung melontarkan kata-kata itu.
Qin Ruojiu pun tertawa pahit dan berkata, “Tidak, ini bukan anak Kaisar, dia tidak akan menganggap anak ini sebagai anaknya. Dia itu iblis.”
“Tetapi Permaisuri ….”
Yan’Er masih belum sempat mengatakannya, Qin Ruojiu sudah memotongnya duluan, “Betapa bagusnya kalau anak ini tidak ada!”
“Permaisuri, apa yang ingin kamu lakukan?! Tetapi bagaimanapun juga anak ini adalah darah dagingmu sendiri, kamu ….” Lu’Er yang mendengar percakapan Qin Ruojiu itu pun mulai merasa takut dan melihat ke arah Qin Ruojiu sambil berkata.
“Aku tahu dia itu anakku, aku juga ingin memilikinya. Karena setelah ada anak ini, orang yang mengerti diriku dan peduli padaku di dunia ini, akan bertambah satu. Setelah ada dia, aku tidak akan kesepian dan sendirian lagi. Tetapi sayangnya ….” Setelah berbicara sampai di sini, Qin Ruojiu teringat dengan ketakutan dan kesedihan yang mendalam, wajahnya pun mulai tampak pucat dan ketakutan. Tetapi sayangnya … apakah mungkin pria itu akan melepaskan anak ini dan tidak menyiksanya?
“Permaisuri, kamu tidak perlu takut. Kaisar pasti akan menerima anak ini. Walaupun kehamilanmu ini adalah sebuah hal yang tidak terduga, tetapi bagaimanapun juga setiap orang pasti memiliki hati nurani. Permaisuri kamu tidka perlu bersedih, jaga anak ini, ya?” Lu’Er takut Permaisuri akan melakukan hal bodoh, jadi dia pun berusaha untuk menasehati Permaisurinya.
__ADS_1
Xiao Huan dan Yan’Er juga ikut menganggukkan kepalanya, “Benar Permaisuri, pokoknya Permaisuri tidak boleh melakukan hal bodoh!”