Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 202 Bersulang Untuk Ratu


__ADS_3

Senar itu disentuh dengan perlahan, perasaan itu terasa seperti air yang sedang mengalir dan tiupan angin yang lembut. Lambat laun, senar itu digerakkan dengan cepat yang terasa seperti perahu yang memasuki air terjun, semakin cepat dan suaranya terdengar seperti perahu yang masuk ke dalam dasar laut yang dikejar oleh ribuan pasukan kuda.


Kemudian alunan musik itu menjadi lembut perlahan-lahan. Perahu itu seolah kembali mengikuti aliran air yang ada di sungai. Senar yang ada di kecapi itu terangkat lagi satu per satu dan perahu itu pun terasa kembali mengalir di sungai yang tenang.


Ketika mendengar alunan musiknya, para penonton itu seolah tidak bisa merasa tenang dan terus menggunakan tatapan yang terobsesi dan terkejut untuk melihat Qin Ruojiu.


Dan ekspresi wajah Su Zhener yang tadinya puas dan sombong itu pun perlahan-lahan menjadi kesal dan cemburu. Kata-kata yang dia ucapkan tadi hanya sekedar untuk mempersulit Qin Ruojiu. Tetapi siapa sangka, ternyata dia beneran mempersembahkan alunan musik kecapi yang begitu merdu.


Cahaya bulan yang hangat itu terpancar ke atas tubuhnya dan membuatnya tampak bersinar. Cahaya bulan yang memancar ke cadar hitamnya itu membuat dahinya dan lehernya yang putih bagaikan salju itu terlihat jelas. Tidak tahu ada berapa banyak pria yang terpesona dengannya saat itu.


Suara alunan musik yang dia mainkan itu diawali dengan musik yang lembut bagaikan air yang sedang mengalir, kemudian dilanjutkan dengan musik yang sedikit intens bagaikan perahu yang sedang memasuki air terjun. Setelah itu alunan musiknya kembali ke alunan musik yang hangat dan lembut. Alunan musik yang dia mainkan membawa orang ke dalam imajinasi yang dia ciptakan sendiri. Alunan musiknya yang tiba-tiba cepat seperti ribuan kuda yang sedang berlari membuat orang yang mendengar musiknya harus cepat-cepat mengubah perasaannya.

__ADS_1


Pada bagian akhirnya, suara alunan musiknya terdengar bermartabat dan melonjak sejenak. Musik itu membuat pikiran orang-orang yang mendengarnya harus mengembara dan naik turun sesuai dengan alunan musiknya.


Dia melepaskan jari-jari tangannya dengan perlahan dan membawa mereka kembali ke dunia nyata ….


Pada saat itu, semua orang yang ada di sana memberinya pujian yang sangat keras.


Alunan musik yang dia mainkan sama seperti dirinya. Cantik dan tidak bisa ditebak dengan akurat. Selain itu juga membuat orang mabuk karenanya dan tidak bisa tersadar.


“Bagus, alunan musik kecapi yang dimainkan Ratu bisa dikatakan benar-benar luar biasa. Musiknya terdengar begitu surgawi dan begitu merdu!” Pangeran Funing langsung berdiri dan bertepuk tangan.


Kemudian, para pejabat yang hadir di sana juga menganggukkan kepalanya dan setuju, “Bagus, Ratu benar-benar sangat hebat, bisa memainkan kecapi dengan begitu hebat. Kita semua merasa terpukau, terpukau ….”

__ADS_1


“Ratu bisa menunjukkan kesedihan dan kesengsaraan yang begitu jelas di dalam musik anda. Anda benar-benar bagaikan dewi. Tetapi saya tidak tahu apakah perasaan hati Ratu saat ini sama seperti alunan musik yang anda mainkan itu? Berantakan dan kesepian?”


Tidak tahu apakah kata-kata yang dikatakan Su Zhener ini adalah sebuah pujian atau hinaan. Tetapi kata-katanya itu langsung membuat suasana di sana menjadi tegang.


Qin Ruojiu malah tersenyum datar dan berkata dengan nada datar, “Ini hanya sebuah lagu kenapa Zhener harus berspekulasi seperti itu. Hal itu bukan hanya membuat anda semakin pusing, tetapi juga nggak ada gunanya bukan?”


“Apa yang dikatakan Ratu memang benar!” Dibalas seperti itu oleh Ratu, Zhener hanya bisa menggerakkan bibirnya dan berusaha senyum untuk membalasnya.


Pada saat itu, Pangeran Funing mengangkat gelasnya dan bersulang, “Kemampuan bermain kecapi Ratu beneran sama seperti apa yang dikatakan orang-orang. Kali ini, bisa dibilang saya tidak datang sia-sia ke mari.”


“Pujian Pangeran terlalu berlebih!” Meskipun Qin Ruojiu sedang tersenyum, tetapi kepedihan dan rasa sakit yang ada di ujung bibir Qin Ruojiu bisa dilihat jelas oleh siapa pun.

__ADS_1


Pangeran Funing mengangkat gelas araknya lalu tersenyum sinis dan berkata, “Ah, setelah mendengar alunan musik Ratu yang begitu luar biasa, saya bertanya-tanya apakah saya boleh bersulang untuk Ratu?”


__ADS_2