Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 108 Ini Bukan Apa Yang Dia Pikirkan


__ADS_3

“Aku tidak percaya, dia bukan wanita seperti ini, dia bukan ….” Wajah Kang Yin terlihat terkejut dan kecewa. Dia pun menatap lurus ke arah Qin Ruojiu untuk mendapatkan sedikit penjelasan dari tatapan matanya itu. Tetapi pada saat itu, Qin Ruojiu tidak melihat ke arahnya dan hanya menundukkan kepalanya.


Lalu Kaisar Zhaolie mengangkat tangannya dan menekan kepala Qin Ruojiu untuk bersandar di atas dadanya dan membiarkannya mendengar suara detak jantungnya.


Wajahnya yang dingin dan angkuh itu dipenuhi dengan perasaan senang dan puas. Senyuman yang ada di wajahnya itu semakin lama semakin dalam. Sampai-sampai tidak ada orang yang bisa membaca apa yang sedang dipikirkannya.


Dia berkata, “Sudah lihat belum, itu jawaban yang dia katakan sendiri. Dia sudah berkata dengan jujur, adik ke sembilan, kamu terima saja deh!”


“Tidak … tidak … ini bukan apa yang dia pikirkan.”


Selesai mengatakan kata-kata itu, Kang Yin yang tampak kecewa itu tidak lagi melihat ke arah Qin Ruojiu dan langsung keluar dari kamar itu. Walaupun itu adalah kata-kata yang keluar dari mulut Qin Ruojiu sendiri, tetapi dia masih tidak percaya.

__ADS_1


Kalau dia benar-benar wanita seperti itu, dia tidak mungkin memiliki untuk bunuh diri dan dia juga tidak mungkin mengerti suara seruling yang dia mainkan. Kang Yin tahu, Qin Ruojiu dan dia adalah orang dari dunia yang sama. Mereka adalah orang yang kesepian dan membutuhkan kehangatan dari orang lain.


Uang dan kekuasaan tidak bisa memberikan perasaan hangat yang mereka inginkan.


“Kenapa? Sakit hati?” Tatapan mata Qin Ruojiu yang terus melihat ke arah luar dan terus mengikuti bayangan Kang Yin yang keluar itu tertangkap oleh Kaisar Zhaolie.


Qin Ruojiu memalingkan kepalanya untuk mengelak tatapan mata dari Kaisar Zhaolie. Tetapi siapa sangka, dia yang baru berbuat seperti itu saja sudah ketangkap basah oleh Kaisar Zhaolie.


Kaisar Zhaolie memeluk Qin Ruojiu dan langsung membaringkan di atas kasur dan menimpa tubuhnya. Kaisar Zhaolie hendak langsung mengigit bibirnya yang masih tertutup oleh cadar hitamnya itu.


Kasiar Zhaolie langsung tersenyum dingin dan melihatnya dengan tatapan sinis. Ini adalah perasaan baru dikasih manis sedikit lalu dibuang lagi.

__ADS_1


Dia berkata, “Kenapa? Kaisar tidak boleh menyentuh wanita Kaisar?”


Qin Ruojiu langsung menggunakan kedua tangannya untuk menutupi bagian dadanya lalu melihatnya dengan tatapan benci dan marah, “Kamu, pergi … pergi dari sini ….”


Ketika melihat wanita ini melawannya dan mengelak darinya, tiba-tiba Kaisar Zhaolie teringat bagaimana dia memperlakukan adik ke sembilannya tadi. Dia tersenyum bahagia dan terlihat begitu lembut.


Di dalam hatinya dia pun merasakan sebuah sengatan yang sakit. Benar, semakin wanita ini tidak membiarkannya menyentuh dirinya, dia malah semakin ingin menyentuhnya.


Ketika Qin Ruojiu melihat Kaisar Zhaolie, dia terlihat masih tidak ingin meninggalkannya, dia pun hendak melarikan diri. Tetapi sayangnya dia terlambat selangkah. Kaisar Zhaolie sudah memeluknya dengan erat.


Qin Ruojiu yang merasa kesakitan itu pun langsung berteriak, “Kamu mau ngapain? Kenapa mau berbuat seperti ini padaku, sebenarnya apa salahku padamu?”

__ADS_1


Ketika melihat Qin Ruojiu marah, Kaisar Zhaolie pun melihatnya dengan tatapan sinis dan tersenyum dingin lalu menjawab, “Kesalahan kamu itu sangat amat banyak. Kamu berani menggoda adik Kasiar, kamu berani mengundangnya masuk ke kamarmu, kamu berani bermain alat musik bersamanya dan kamu berani tersenyum kepada laki-laki lain selain Kasiar, kesalahanmu itu sudah terlalu banyak.”


Ketika mendengar apa yang dikatakan Kaisar Zhaolie, Qin Ruojiu beneran tidak habis pikir dan melototnya. Air matanya yang sudah dia tahan dari tadi itu pun mengalir keluar dari matanya. Dia langsung melompat turun dari kasurnya dan berkata dengan nada yang terdengar serak dan sedih, “Kamu bunuh saja aku, kamu ini iblis, setan. Kamu selalu bisa mencari alasan untuk tetap menyiksaku, menghukumku. Selain tindakan kamu yang kejam ini, memangnya kamu tidak ada pekerjaan lain yang bisa kamu lakukan lagi yah? Kenapa kamu selalu membuat aku sebagai tempat pelampiasan amarahmu untuk menyiksa orang, kenapa kamu selalu mau membuatku merasa sedih? Memangnya setelah melihat aku sedih dan menderita itu kamu baru bisa bahagia yah?”


__ADS_2