
Bagi Qin Ruojiu, ucapan Zhao Yuanran hari ini meskipun membuat dirinya sedikit terkejut, tapi setelah memikirkannya dengan terliti, justru dikarenakan pertemuannya dengan Zhao Yuanran jadinya Qin Ruojiu bisa menghilangkan kecemasan di dalam hatinya. Tidak gugup jadinya bisa melakukan apa saja dengan baik.
Setelah Lu’er dan yang lainnya mendengar ucapan itu, mereka merasa itu masuk akal dan mengangguk serempak.
Ketika kembali ke Istana Fengyi, wajah Qin Ruojiu sudah dipenuhi dengan raut kelelahan. Ya, setelah seharian dipenuhi dengan rasa ketakutan, momen yang benar-benar mendebarkan sudah datang, Qin Ruojiu makin tampak lebih gugup dan tidak tenang.
Saat pintu dibuka, begitu berbalik, sebuah wajah tampan yang begitu dingin dan tegas itu tiba-tiba muncul di hadapan mereka berempat.
Tidak tahu apa karena hati nuraninya merasa bersalah atau karena kemunculan tiba-tiba Kaisar Zhaolie, membuat mereka berempat begitu terkejut. Ekspresi wajah mereka tidak tenang, tatapan mata mereka bahkan tidak memiliki keberanian untuk menatap secara langsung dan hanya menatap langsung ke tanah.
__ADS_1
Tapi Qin Ruojiu yang merupakan seorang Ratu, mengangkat matanya dan tidak berani melarikan diri, Qin Ruojiu kemudian memanggil dengan suara pelan: “Kaisar.”
Kaisar Zhaolie mengenakan jubah naga berwarna emas, berjalan menghampiri melewati tirai, membawa angin yang sejuk, kabut putih tersebar ke segala arah, dengan jelas menyoroti garis wajah pria tampan di balik tirai yang terlihat seperti lukisan yang diukir, wajahnya itu begitu tampan, dingin dan elegan, rambut hitam panjang dan halusnya itu diikat longgar dengan ikat rambut bertabur permata, tergerai secara alami di pundaknya yang halus, cahaya lilin di kejauhan menyinari kulitnya, memantulkan warna yang mirip dengan cahaya keemasan, sedangkan Kaisar Zhaolie sendiri sudah seperti seorang Raja emas yang datang dari negeri asing, aura elegan dan luar yang saling terjalin dengan aneh itu, mengungkapkan semacam keanggunan, di dalam kegelapan diam-diam mencuri semua tatapan mata.
Kaisar Zhaolie tidak tahu mengapa kemunculannya ini membuat wajah keempat orang itu begitu aneh.
Tapi Kaisar Zhaolie tidak bertanya, hanya berkata dengan nada tenang dan jelas: “Kenapa? Terkejut?”
Lu’er dan yang lainnya tahu Permaisuri tidak ingin begitu banyak orang hadir di sana agar tidak mengungkapkan sesuatu. Saat itu juga Lu’er langsung mengangguk dan bergegas mundur.
__ADS_1
Setelah mereka pergi, Qin Ruojiu berangsur-angsur menarik kembali tatapan matanya, memantapkan tatapannya kemudian berjalan perlahan ke sisi Kaisar Zhaolie: “Kaisar telah menunggu di sini untuk waktu yang lama bukan? Ini semua salahku karena tamak akan keindahan di taman, jadi aku pulang terlambat dan mengabaikan Kaisar, aku mohon Kaisar memaafkanku.”
Mendengarkan ucapan Qin Ruojiu yang begitu asing dan sopan, Kaisar Zhaolie meraih tangan Qin Ruojiu, tersenyum jahat dan berkata dengan sedikit keterkejutan di tatapan matanya: “Kenapa? Hanya tidak bertemu 1 hari, mengapa nada suaramu begitu aneh? Aku tidak pernah menyalahkanmu, tapi kamu malah begitu rajin untuk mengakui kesalahan, apa kamu melakukan sesuatu yang membuatku malu?”
Mendengar ucapan ini, Qin Ruojiu secara tidak sadar mundur selangkah, langsung menahan nafas dan menggigit bibir bawahnya, butuh waktu lama untuk membuat dirinya tampak lebih natural.
Qin Ruojiu berkata: “Kaisar terlalu banyak berpikir, hatiku hanya merasa tidak nyaman karena tidak seharusnya membuat Kaisar menunggu lama.”
Melihat reaksi Qin Ruojiu yang seperti ini, keraguan awal Kaisar Zhaolie menghilang dalam sekejap: “Tidak masalah, aku tidak menyalahkanmu. Tidak heran, cepat atau lambat pasti akan merasa bosan di Istana Fengyi sepanjang hari, memang lebih baik pergi berjalan-jalan. Aku sibuk dengan urusan resmi belakangan ini, aku tidak bisa meluangkan waktu untuk menemanimu.”
__ADS_1
Pada saat ini, ucapan ini malah menyebabkan riak di dalam hati Qin Ruojiu. Di balik kain kasa hitam, Qin Ruojiu menggigit bibirnya, wajah mungilnya yang indah itu dipenuhi dengan raut bersalah, Qin Ruojiu tidak berani menatapnya. Ya, Kaisar Zhaolie benar-benar sangat baik padanya, kebaikan yang tidak dapat disangkal.