Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 487 Sebenarnya Apa Tujuanmu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Hanya saja begitu memikirkan Leng Bingixn akan menjadi wanita Kaisar Zhaolie, ditekan di bawah tubuh Kaisar Zhaolie, dipaksa untuk menyenangkan bagian bawah selangkangannya itu, jenis kesedihan itu seolah terdapat tanaman berduri yang merambat di dalam hatinya, mengikatnya dengan begitu kuat, jika berjuang melawan sedikit saja maka akan merasa kesakitan hingga tidak bisa bernafas. Ya, rasa sakit seperti itu, semakin ingin melepaskan diri maka akan semakin sakit!


Jika dirinya tahu lebih awal jika menyerahkan Leng Bingxin pada Kaisar Zhaolie akan membuatnya begitu menderita dan menerima begitu banyak kesakitan dan siksaan, maka Bei Fengchen pasti tidak akan memilih untuk menyerahkan Leng BIngxin ke sisi Kaisar Zhaolie.


Hello! Im an artic!


Yang membuat orang kesal dan benci adalah, tidak ada kata jika terhadap semua yang terjadi…


“Paman, kenapa Paman tidak berbicara, kenapa Paman mencari orang luar yang tidak relevan untuk menyiksaku?” Liqing bertanya sambil menangis dengan getir, rasa sakit di wajahnya tidak lebih dari rasa sakit di dalam hatinya, rasa sakit di hatinya itu benar-benar membuatnya hampir tidak bisa bernafas.


Bei Fengchen menatap keponakan yang disaksikannya tumbuh dewasa ini, tangisa Liqing menjadi semakin lemah, Bei Fengchen seakan bisa merasakan vitalitas Liqing yang hilang sedikit demi sedikit, jika berlanjut seperti ini sepertinya Liqing selamanya akan tenggelam dan larut dalam kesedihan yang tak berujung ini.


Bei Fengchen yang tidak berdaya hanya bisa berjongkok, mengelus wajah yang sudah kehilangan jiwa itu, tatapan matanya sedikit meredup.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Bei Fengchen berkata: “Paman bersalah padamu.”


“Siapa wanita itu, sebenarnya siapa dia? Mengapa dia bisa mendapatkan perlindungan Kaisar Zhaolie dengan begitu mudah? Selama bertahun-tahun ini, aku sudah berusaha untuk terus berpura-pura, menipu diriku sendiri dan berpikir bahwa meskipun Kaisar Zhaolie memiliki orang lain di dalam hatinya tapi posisiku masih tidak berubah. Tapi… apa perasaan bertahun-tahun ini sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan wanita seperti itu?” Ketika Liqing menanyakan kata-kata itu, dia menangis berlinangan air mata dan berteriak dengan memilukan.


Melihat wajah kecil Liqing yang bagai tak bernyawa, Bei Fengchen kembali merasakan sakit, kemudian membujuk Liqing dengan suara yang hangat: “Liqing, jangan menangis lagi, dia sebagai seorang Kaisar, baginya wanita hanyalah alat untuk menghangatkan ranjangnya saja, kamu harus berpikiran dengan lebih terbuka. Paman berjanji padamu, hanya kali ini saja dan tidak akan ada kali berikutnya.”


Setelah Liqing mendengar ucapan itu, matanya yang hampa sedikit berfluktuasi, tapi kemudian segera meredup kembali.


Bei Fengchen mengerutkan keningnya, pertama-tama dirinya terkejut, lalu menatap Liqing dengan takjub. Menatapnya begitu lama dan tetap diam.


Liqing mengangkat kepalanya pelan dan menatapnya: “Kakak Kaisar tidak memiliki bakat, Ayah sudah menjadikannya Pangeran Mahkota sedari dulu. Jika bukan karena Paman yang membantunya, maka Kakak tidak akan mungkin bisa memiliki hari ini. Dulu Nenek pernah berkata bahwa pewaris tahta harus memilih yang terbaik. Ayah jelas tahu bahwa Kakak bukanlah calon Kaisar yang baik, tapi Ayah malah dengan paksa mewariskan tahta padanya. Paman, kamu sangat pintar, bijak dan heroik, merekrut banyak bakat dan berintegrasi dengan para menteri di Istana. Jika menurut logika, Paman baru merupakan Kaisar Negara Beifeng.”


“Liqing…”

__ADS_1


“Paman, posisi Kaisar Negara Beifeng bisa menjadi milikmu, aku mengerti kenapa Paman membuat wanita ini muncul.”


“…”


“Selama Paman berjanji untuk membawa wanita itu pergi dari sisi Kaisar Zhaolie, aku dapat membantu Paman untuk menaiki tahta dan menjadi Kaisar Negara Beifeng.”


Bei Fengchen menatap Liqing dengan heran, menatapnya dengan tatapan tidak percaya: “Dia adalah Kakakmu.” Di saat Bei Fengchen merasa terkejut, mau tidak mau dirinya mengagumi pengamatan tajam milik Liqing. Liqing ternyata sudah tahu apa tujuannya.


Hanya ada senyum aneh yang terlintas di wajah cantik Liqing: “Tahta itu pada awalnya adalah milik Paman. Jika Kakak Kaisar yang meneruskannya maka Negara Beifeng cepat atau lambat akan hancur di tangannya.”


“Kamu……”


“Paman, aku hanya bertanya apa Paman setuju atau tidak untuk menyingkirkan wanita itu!”


“Liqing…” Berhadapan dengan mata Liqing yang tiba-tiba menjadi tajam, Bei Fengchen merasa hatinya menjadi dingin. Wanita ini, apa dia masih adalah gadis sederhana yang dilihatnya tumbuh dewasa? Kenapa hanya ada kekejaman yang terlihat di tatapan matanya? Dan lagi mengapa sudah tidak terlihat lagi jenis kesucian yang seakan tidak tersentuh oleh debu dunia?

__ADS_1


__ADS_2