
Tidak tahu kenapa wanita ini selalu membuat orang ingin memilikinya. Dia sekarang seperti menjadi barang paling berharga miliknya dan membuat dia selalu mau menggenggamnya di tangannya agar tidak disentuh oleh orang lain. Karena ini juga dia marah di saat dia tahu Qin Ruojiu membuat makanan untuk pria lain. Dia sendiri tidak tahu kenapa dirinya bisa kehilangan kendali seperti itu.
Dua hari ini isi kepala dia selalu membayangkan muka Qin Ruojiu, semua perilakunya, senyumannya, semuanya seperti tercetak di dalam kepalanya dan tidak bisa dihilangkan.
Tiba-tiba dipeluknya seperti ini, badan Qin Ruojiu menjadi kaku dan tidak bisa bergerak.
Dia merasa kaisar sepertinya sangat takut seakan-akan dirinya bisa terbang meninggalkannya. Tangan dia yang seperti bisa mengangkat beban ratusan kilo itu membuat dia sulit bernafas.
“Kaisar, kamu kenapa?” tanya Qin Ruojiu dengan pelan.
Kaisar Zhaolie menarik nafas dalam-dalam agar dirinya bisa tenang, karena memeluknya seperti ini sudah membuat dia merasa tidak tenang.
Rasa nafsu yang kuat itu semakin besar, maka dia melepaskannya dan duduk di atas kursi, kemudian dia memeluknya lagi dan memintanya duduk di atas pahanya.
__ADS_1
Dia berkata: “Aku sekarang lapar, aku mau makan, kalau kamu tidak menyuapi aku, maka aku akan makan kamu!”
Qin Ruojiu merasa sangat tidak nyaman duduk di atas paha dia. Dia tidak tahu harus meletakkan kedua tangannya di mana. Apalagi setelah dia mendengar ucapan kaisar barusan, dia semakin tidak tahu harus berbuat apa, dengan kebingungan dia melihat kaisar Zhaolie yang manja seperti anak kecil ini, “Kaisar, kenapa kamu sama seperti anak umur tiga tahun, makan juga harus disuapi?” setelah bicara Qin Ruojiu merasa marah dan ingin tertawa, sebenarnya kaisar ini kenapa akhir-akhir ini sangat aneh?
“Kenapa? Kamu tidak bersedia?” kaisar merangkul pinggang Qin Ruojiu dengan kencang.
Qin Ruojiu yag merasa geli mau mencoba untuk berdiri, tapi dia ditarik kembali oleh kaisar Zhaolie.
Maka dia tidak melawan lagi, dia berusaha agar dirinya bisa terbiasa dengan keadaan seperti ini. Lalu dia mengambil makanan dengan sumpitnya dan dibawa ke depan mulut kaisar.
Kaisar tersenyum bangga, lalu dia membuka mulutnya dan menggigit makanan itu dengan cepat.
Setelah dimakan, dia juga mengerutkan alisnya sama seperti komandan Zhuo, tapi tampang kaisar ini jauh lebih aneh dari komandan Zhuo.
__ADS_1
Dia mengunyah sambil membayangkan sesuatu.
Ekspresi di mukanya tidak bisa ditebak dan dibaca.
Melihat ini, Qin Ruojiu menjadi tegang. Dia tahu kaisar pasti sudah makan semua makanan yang enak, sementara dirinya hanya membuat beberapa makanan rumahan, apakah dia akan suka? Jelas-jelas rasanya sangat enak, tapi kenapa ekspresi dia seperti itu?
“Kaisar, kalau tidak enak, kamu muntahkan saja, aku suruh orang lain buat lagi.” Qin Ruojiu sudah tidak mengharapkan kaisar memuji masakannya lagi.
Kaisar Zhaolie tidak menjawab sama sekali, dia lanjut mengunyah makanannya dan menelannya dengan susah payah.
Bab selanjutnya Bab 140 Kehangatan Yang Sudah Lama Tidak Dirasakan
Qin Ruojiu panik, tapi dia juga tidak berani bicara apa-apa. Jangan-jangan masakan dirinya sangat tidak cocok dengannya? Padahal…… kali ini dia jauh lebih berusaha dari yang sebelumnya!
__ADS_1