Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 24 Kasih Mereka Kesempatan Lagi


__ADS_3

“Izin menjawab… Yang Mulia… hari itu, kami yang memandikan Permaisuri, kami melihat luka di tubuhnya , jadi… jadi…”


Ucap Yan’er perlahan, sambil melirik ekspresi Kaisar Zhaolie, dia berdoa dalam hati supaya Yang Mulia tidak membunuhnya.


Ternyata Kang Yong yang mendapat jawaban pun menjadi marah, kemudian berkata dengan dingin, “Kalau begitu, aku harus menghukum kalian berdua yang memfitnahku. Pengawal, bawa mereka pergi. Hukum mereka dengan tamparan 40 kali, potong lidah mereka, sebagai peringatan kepada orang lain untuk tidak memfitnah. aku mau lihat, siapa yang masih berani bicara sembarangan di istana.”


Membayangkan diri mereka yang akan menjadi bisu, kedua dayang itu pun hampir pingsan.


Yan’er lebih dewasa daripada Xiao Huan, dia lebih tenang, kemudian bersujud, “Yang Mulia, aku salah, aku tidak berani lagi, mohon ampunin kami… ampunin Aku… Yang Mulia…”


“Pengawal, bawa pergi!” Kang Yong sudah tertelan oleh api amarah, sebenarnya dia ingin menggunakan kesempatan ini untuk menghukum wanita siluman ini. Tak disangka, ternyata kedua dayang ini malah merusak rencananya. Jadi, dia pun melampiaskan amarah kepada mereka.

__ADS_1


Xiao Huan yang merasa putus asa pun berteriak pada Qin Ruojiu, “Permaisuri, tolong kami, tolong kami… Huan’er minta tolong…”


Kedua dayang itu menangis dan bersujud terus menerus, sampai dahi mereka pun berlumuran darah.


Saat mereka 2 hendak dibawa pergi, Qin Ruojiu pun tidak bisa menahan diri lagi, dia segera berlutut untuk memohon kepada Kaisar Zhaolie, “Yang Mulia, mohon ampunin mereka.”


Kang Yong melirik dia dengan dingin, kemudian menyindir, “Kenapa? Kamu ingin menolong mereka?”


Qin Ruojiu menunduk, nadanya sangat merendah, “Yang Mulia, mereka masih kecil, yang mereka lakukan hanya kesalahan sesaat saja. Jika dihukum seperti itu, mereka akan cacat seumur hidup. Di dunia ini, tidak ada orang yang tidak pernah melakukan kesalahan. Mohon Yang Mulia ampunin mereka, beri mereka kesempatan.”


“Tidak, aku hanya ingin menolong mereka.”

__ADS_1


Mata Kang Yong mendingin, kemudian memegang dagunya, “Menolong mereka? Kenapa kamu mau menolong mereka? Apakah karena kamu adalah orang di balik semua ini?”


“Jika Yang Mulia bersedia mengampunin mereka, tak masalah jika Yang Mulia berpikir demikian!” Qin Ruojiu sadar bahwa Kang Yong memang sengaja mempersulitnya, Xiao Huan dan Yan’er hanyalah kedok. Kalau memang begitu, ia lebih baik mengikuti kemauan Kangyong, supaya orang lain tidak ikut menjadi sasaran.


“Haha, Permaisuri, akhirnya kamu mengaku juga. Karena kamu sudah mengaku, bagaimana kalau kamu saja yang mewakili mereka menerima hukuman? Tetapi karena kamu adalah permaisuri, kamu cukup ditampar 20 kali saja, apakah kamu bersedia?” Kang Yong menaikkan alis sambil meliriknya dengan menyindir.


Qin Ruojiu berlutut di tempat, menatap Kang Yong dengan fokus dan berkata dengan pelan, “Jika Yang Mulia mengampunin mereka, aku bersedia menerima hukuman ini.”


Kang Yong pun merasa bingung, “Baiklah, laksanakan!”


“Terima kasih Yang Mulia!”

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, 2 dayang senior membawa Qin Ruojiu ke salah satu sudut, kemudian menjalankan sanksi yang diberikan Kanyong pada Ruojiu dihadapan mereka semua.


Xiao Huan dan Yan’er yang merasa malu dan bersalah pun berteriak, “Permaisuri… Permaisuri…” dia adalah ibu negara, tapi dia bersedia menerima tamparan-tamparan ini demi 2 orang dayang, Xiao Huan dan Yan’er merasa sangat malu.


__ADS_2