Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 597 Jubah Hewan Yang Indah


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Bahkan mereka saja merasa sayang, apalagi para bangsawan itu? Ye Wushuang menarik matanya yang menjelajah pada kain sutra itu dan menunjuk ke tempat yang ternodai oleh air. Dia berkata sekaligus, “Meski barang ini sudah rusak, tapi aku keajaiban masih bisa terjadi melalui tangan dan kemampuan kalian.”


“Nona terlalu berlebihan, kami tidak punya kemampuan ini.” Salah satu penyulam yang lebih tua berbicara dengan lembut, ekspresinya tampak penuh sesal.


Hello! Im an artic!


Wanita penyulam lainnya juga berkata satu demi satu, “Benar, tidak ada yang akan membeli ini meski dijadikan pakaian. Bahan ini akan menjadi kualitas rendah kalau sudah terkena air.”


“Itu benar. Tak peduli seberapa cantik setelan ini, tidak akan bisa menutupi kekurangannya.”


“Jangan cemas, kalian di sini untuk menutupi kekurangannya.”


“Apa yang bisa kami lakukan?”

__ADS_1


Hello! Im an artic!


“Aku ingin kalian menyulam area bernoda air ini dengan pola dan warna yang lain.”


Penyulam yang agak tinggi tersenyum tipis setelah mendengarnya, “Meski metode ini bagus, kalau menggunakan pola dan warna lain akan mudah untuk dilakukan. Lagipula, menyulam bunga atau rumput juga masih bisa. Tapi bagaimana dengan warna kuning mengerikan ini? Tidak ada pakaian elegan di kota dengan pola warna seperti ini. Apalagi area yang rusak bergaris-garis, pola apa yang cocok digunakan di sini?”


“Tidak masalah, aku sudah menyiapkan benang dan pola sulaman khusus untuk kalian. Kalian tinggal mengikuti pola sulaman yang telah aku gambar saja.”


Melihat Ye Wushuang berbicara dengan penuh percaya diri dan punya persiapan sedari awal, para penyulam yang awalnya merasa menyesal pun tidak bisa berbicara banyak lagi. Mereka hanya saling memandang dan akhirnya mengangguk bersamaan.


Salah satu dari mereka masih agak khawatir dan berkata, “Nona, kami menyulam sesuai dengan perintahmu saja. Kalau hasil sulamannya…”


Sebelum dia selesai bicara, Ye Wushuang tersenyum lembut dan berkata, “Selama tidak banyak perbedaan dari gambarku, kalian tidak perlu khawatir tentang itu.”


Setelah mendengar ini, para penyulam sepertinya sudah yakin, “Kalau begitu baiklah. Kami sudah melakukan pekerjaan ini selama lebih dari 20 tahun. Selama kamu bisa menggambarnya, kami pasti bisa menyulamnya.”

__ADS_1


“Baiklah kalau begitu!”


Dalam sekejap mata, tujuh hari berlalu dengan tenang.


Selama tujuh hari ini, Ye Wushuang dan beberapa wanita penyulam itu bekerja di paviliun kecil penginapan, hampir tidak terpisahkan. Meski orang-orang di karavan ingin tahu apa yang mereka lakukan di dalam, tapi mereka tidak bisa melanggar prinsip dan mengganggu dengan kasar. Mereka hanya mengirim makanan dan minuman sesuai perjanjian setiap harinya. Mereka tidak bertanya banyak hal lagi dan hanya menunggu hasilnya setelah tujuh hari.


Hari ini, akhirnya tenggat waktu tiba.


He Laosan tidak sabar untuk melihat hasilnya. Masalah ini berhubungan dengan kelangsungan hidup karavan mereka. Mana mungkin dia tidak cemas?


Dia hampir membuka pintu yang tertutup dengan tangan gemetaran. Ketika dia melihat penyulam masih bekerja keras, dia tidak bisa menahan perasaan sedikit kecewa.


Dia sedikit tercengang ketika Ye Wushuang menyerahkan jubah yang terlipat rapi padanya.


Setelah beberapa saat, barulah dia mengambil satu dengan panik. Setelah melihat dari atas ke bawah, dia melihat sutra yang telah dirusak air itu secara ajaib telah berubah menjadi jubah binatang yang indah.

__ADS_1


Kenapa disebut jubah binatang? Karena motif pada jubah ini seperti kulit macan, macan tutul, dengan sentuhan corak terputus-putus. Hasil tangannya sangat realistis dan coraknya halus. Kalau dilihat dari kejauhan, terlihat seperti sepotong kulit binatang yang terlihat mewah.


__ADS_2