Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 159 Aku Akan Mendandani Kamu


__ADS_3

Kaisar Zhaolie tertawa melihat dia yang malu dan panik, dia langsung menggendongnya ke depan cermin, “Hari ini aku akan mendandani kamu karena kamu sudah selelah itu kemarin malam.”


“Kaisar…… jangan…… kamu cepat pergi rapat saja!”


“Dengar kata-kata aku, aku sudah bilang aku mau mendandani kamu!”


Qin Ruojiu yang awalnya mau bicara sesuatu seketika langsung tidak bisa bicara apa-apa saat melihat kedua mata kaisar yang serius itu.


Di saat ini Qin Ruojiu merasa dirinya sangat bahagia sampai mau menangis.


Kaisar Zhaolie mengelus rambutnya yang halus sambil melihat kedua mata Qin Ruojiu yang indah dari cermin.


Qin Ruojiu tersenyum seperti bunga-bunga yang bermekaran.


Kaisar mengelus pipinya dan mengangkat kain hitam di mukanya, Qin Ruojiu yang panik langsung berdiri menarik kain hitam itu. Matanya penuh dengan rasa panik dan rasa takut.

__ADS_1


Kaisar tertawa, “Kenapa? Memangnya aku juga tidak boleh melihat muka kamu?”


Qin Ruojiu menggelengkan kepalanya, “Kaisar tidak boleh melihat muka aku agar hati kaisar tidak terganggu!”


“Oh ya? Cantiknya sampai hati aku bisa tergerak?” tanya kaisar sambil tersenyum.


Qin Ruojiu menundukkan kepalanya, hatinya sangat kacau. Maksudnya kaisar dia pernah melihat muka dirinya? Tapi……


“Kenapa? Kamu sangat takut aku melihat kamu? Aku dari dulu tidak pernah melihat muka kamu di balik kain hitam itu, memangnya tidak boleh melihat satu kali saja?”


Kemarin malam dia benar-benar tidak melihatnya? Jangan-jangan kaisar mengangkat kain hitam dia hanya karena penasaran?


Mendengar itu, kaisar Zhaolie tersenyum, “Benar, aku dari dulu tidak pernah melihatnya, aku dari dulu menunggu suatu hari aku bisa melihatnya.”


Mengingat malam itu dia yang berdiri di pinggir danau seperti seorang peri menarik kain hitamnya dengan sedih, adegan yang indah itu masih terus berada di dalam pikirannya.

__ADS_1


Sekarang dia masih terus mengingatnya, sampai sekarang dia masih terus menantikannya.


Mendengar itu, Qin Ruojiu membungkukkan badannya, “Kaisar, kain hitam aku ini tidak boleh dilepas, walaupun bisa, tapi bukan sekarang, aku tidak mau kaisar melihat……”


Tanpa menunggu dia selesai bicara, kaisar Zhaolie memeluknya erat-erat, “Kalau kamu tidak bersedia, aku tidak akan memaksanya!” karena, yang dia mau adalah Qin Ruojiu sendiri yang melepasnya dan memperlihatkannya kepada dia.


Hati Qin Ruojiu tersentuh, hati dia lagi-lagi terasa penuh. Rasa bahagia yang tidak bisa diungkapkan ini membuat mata dia menjadi basah, tapi dia menahannya agar tangisannya tidak menetes, “Kaisar, memangnya kamu tidak jijik dengan aku?”


Bab selanjutnya Bab 160 Kebahagiaan Ini Datangnya Terlalu Cepat


Kaisar Zhaolie melepaskannya dan berkata: “Jijik?” dia tersenyum, “Kamu adalah permaisuri aku, bagaimana mungkin aku jijik dengan kamu? Aku hanya tidak mau kamu menutupi sesuatu, jadi aku mau melihat kamu!”


Ucapan dia memang sangat menyentuh, tapi Qin Ruojiu tetap berkata: “Tapi…… aku sangat jelek, kamu……”


“Aku sudah bilang, kamu milik aku, tidak peduli kamu seperti apa, kamu tetaplah milik aku! Mungkin aku pernah salah paham dengan kamu, tapi sekarang aku sudah bilang aku akan melindungi kamu, aku akan membuat kamu menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini!” ucap kaisar Zhaolie dengan serius.

__ADS_1


Qin Ruojiu menarik.......


__ADS_2