Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 721 Mengharapkan Kedatangannya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Sudah satu setengah bulan berlalu sejak Ye Wushuang dan She Jingtian bertemu terakhir kali.


Sulit untuk membayangkannya, mereka berdua berada di Kastil Wuyou tapi bisa begitu lama tidak bertemu. Dulu paling lama adalah 7 hari, tapi kali ini ternyata sudah satu setengah bulan.


Hello! Im an artic!


Dalam satu setengah bulan ini, She Jingtian mengunjungi Paviliun Zhaixing beberapa kali, tapi tidak tahu apa Ye Wushuang sengaja, atau memang benar-benar kebetulan, Ye Wushuang selalu tidak ada di sana setiap kali She Jingtian datang.


Melihat setiap kali Paman She pergi dengan ekspresi muram dan kecewa, Shangguan Min’er tidak lagi begitu mengharapkan Paman She untuk datang. Min’er merasa Paman She sepertinya selalu memikirkan sesuatu setiap kali dia datang, tapi tidak peduli bagaimana Min’er bertanya, Paman She tidak mengatakan apa-apa, hanya menatap ke kejauhan sambil melamun.


Hari ini Pangeran Liang dari Dinasti Nan, Fu Zhongrong, datang ke Kastil Wuyou, She Jingtian sebagai pemimpin tentu saja secara pribadi memimpin ratusan ribu bawahannya untuk pergi menyambut. Tindakannya itu begitu besar hingga bisa dikatakan mengejutkan seluruh Kota Wuyou.

__ADS_1


Meskipun setiap tahun setelah awal musim semi selalu ada anggota keluarga kerajaan atau bangsawan dari berbagai Negara yang datang kemari untuk bermain atau membeli barang, She Jingtian sebagai pimpinan juga menyambut mereka satu per satu, tapi ini pertama kalinya dia menyambut seseorang dengan begitu agungnya.


Hello! Im an artic!


Di mata orang luar, She Jingtian bisa begitu mementingkan kedatangan orang ini, ada beberapa orang yang berpikir bahwa pihak lain sudah pasti memiliki posisi tinggi di Dinasti Nan dan She Jingtian memiliki niat untuk menyenangkannya. Ada beberapa orang yang berkata bahwa itu karena She Jingtian memiliki hubungan yang sangat baik dengan orang ini karena itu She Jingtian bertindak seperti ini. Ada begitu banyak pendapat yang berbeda, masing-masing memiliki pendapat sendiri, membuat orang lain bingung untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah.


Sebenarnya untuk menyenangkan atau untuk menyambut, sepertinya hanya dua orang bersangkutan saja yang dapat memahami kebenaran tersebut.


Di Kastil Wuyou, makanan yang disediakan untuk menyambut Pangeran Liang, Fu Zhongrong bukanlah makanan mahal dan langka. Di musim semi di bawah pohon willow yang mekar dengan penuh, sudah diletakkan wajan datar berbentuk persegi, di atasnya sudah diletakkan sebuah kertas minyak, di atas kertas itu sudah ditutupi dengan daging panggang segar yang permukaannya sudah ditaburi dengan rempah-rempah khusus, setelah dipanggang di bawah api, seiring dengan hembusan angin sepoi-sepoi, aroma yang pekat seketika langsung tersebar.


Pangeran Liang yang awalnya tidak terlalu lapar akrhirnya tergerak ketika mencium aroma itu. Namun dikarenakan identitasnya, dirinya tidak boleh bersikap terlalu terburu-buru, Pangeran Liang berpura-pura dengan tenang melirik ke arah She Jingtian dan berkata: “Kak She, kenapa? Apa Kastil Wuyou milikmu ini sedang mengurangi pengeluaran? Perjamuan yang kamu sediakan untukku itu adalah ini?”


She Jingtian terhibur oleh reaksi lucunya, melambaikan lengan pakaiannya dengan tenang dan berkata: “Mungkin Pangeran Liang sudah memakan semua jenis makanan lezat di Dinasti Nan, kudengar kamu memiliki nafsu makan yang buruk, meskipun perjamuan ini tidak cukup besar dan juga tidak sesuai dengan statusmu sebagai seorang Pangeran, tapi ini cukup unik, kamu sebaiknya mencobanya, pasti tidak akan mengecewakanmu.”

__ADS_1


“Baiklah, Kak She, aku percaya padamu. Mari kita duduk bersama!”


Melihat ekspresi Pangeran Liang, She Jingtian juga tersenyum puas, lalu keduanya duduk satu per satu.


Ketika pertama kali mulai makan, Pangeran Liang masih mengunyah dengan perlahan dan hati-hati, tidak kehilangan kelembutan dan keanggunan keluarga kerajaan. Tapi semakin lama seiring dengan suara minyak yang ada di dalam panci, dia sudah tidak peduli dengan tampilannya lagi, mulai menyingsingkan lengan pakaiannya dan makan dengan bersemangat.


“Kak She, irisan daging ini ternyata bisa dipanggang dengan begitu harum. Dan usus bebek ini, benar-benar sangat renyah.”


Pangeran Liang yang sedang makan itu tidak bisa menahan pujiannya.


She Jingtian dengan bangga mengangkat dagunya, tersenyum dan berkata: “Tentu saja, apa lagi yang ingin kamu makan? Aku akan meminta orang membawakannya untukmu, cukup taruh di dalamnya dan dipanggang dengan menggunakan beberapa bumbu, rasanya sangat luar biasa.”


“Tidak perlu, aku akan melakukannya sendiri, akan lebih menyenangkan jika memanggangnya sendiri sambil makan.”

__ADS_1


__ADS_2