Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 119 Dia Tidak Ditakdirkan Untuk Bersamanya


__ADS_3

Kenapa irama musik seruling itu terdengar semakin sedih dan menyakitkan? Apakah karena dirinya? Atau apakah dia mendapatkan masalah yang tidak bisa dia selesaikan?


Tetapi memangnya kenapa kalau dia sedih atau menderita, emangnya dia bisa apa kalau dia mengerti musiknya? Apakah dia bisa membantunya? Tidak bisa, karena dia juga tidak berdaya karena berada di bawah genggaman Kaisar Zhaolie. Dia itu hidup bagaikan seekor semut. Bahkan jika dia ingin maju dan membantunya menyembuhkan luka yang ada di hatinya itu, tetapi dia tahu kemampuannya itu terbatas dan dia tidak bisa membantunya sama sekali.


Tepat di saat Qin Ruojiu sedang mempertimbangkan hal itu, tiba-tiba Lu’er membuka pintu kamarnya.


Melihat Lu’er yang menerobos masuk, Kang Yin pun langsung menghentikan serulingnya dan melihat ke arah Lu’er bersama-sama dengan Qin Ruojiu.


Lu’er pun maju lalu memberi hormat kepada mereka berdua lalu berkata, “Maaf Pangeran ke-9 dan Nyonya, Selir datang ke Istana Fengyi.”


Ketika mendengar ‘Selir’, Kang Yin pun merasa sesak dan langsung menyimpan serulingnya ke tempat semula.

__ADS_1


Qin Ruojiu pun langsung beranjak berdiri sambil mengerutkan keningnya dan berkata, “Kapan datang?”


Lu’er pun langsung memberi hormat dan menjawab, “Baru saja datang, Selir bilang dia ingin melihat anda, apakah Nyonya mau bertemu dengannya?”


Setelah mendengar itu, Qin Ruojiu pun melihat ke arah Kang Yin dengan tatapan tidak rela.


Kang Yin pun langsung menganggukkan kepalanya dan berkata dengan lembut, “Tidak apa-apa, waktunya juga sudah hampir sampai. Biar aku balik dulu. Kamu harus saja kesehatan tubuhmu yah, nanti kalau ada waktu aku baru datang menjengukmu lagi.”


Qin Ruojiu tidak tahu harus mengatakan apa dan hanya menganggukkan kepalanya dengan lembut. Dia tidak berani melihat tatapan mata Kang Yin yang penuh dengan perasaan itu.


Ketika melihat Kang Yin yang berjalan keluar dengan perlahan, Qin Ruojiu merasa sedih di dalam hatinya. Tetapi, dia tidak bisa melakukan apa-apa karena ada banyak hal yang mengekangnya. Pangeran ke-9 itu adalah pria yang baik hati, tetapi sayangnya di kehidupan kali ini dia tidak ditakdirkan untuk bersamanya. Dia berharap di kehidupan selanjutnya dia tidak akan menjadi dirinya yang seperti ini lagi.

__ADS_1


Ketika dia keluar dari kamarnya dan berjalan sampai di depan istana, dia pun melihat Selir Mulia Zhao yang sedang duduk tegak di depan istana. Hari ini dia masih mengenakan gaun berwarna biru muda dan tetap terlihat anggun. Wajah cantiknya yang dipoles dengan dandanan ringan itu membuat dia terlihat semakin cantik.


“Selir ….” Teringat dengan kejadian yang terjadi hari itu, Qin Ruojiu tidak sanggup menganggapnya sebagai adiknya lagi dan hanya bisa memanggilnya dengan panggilannya.


Sedangkan Selir Mulia Zhao yang mendengar itu malah terlihat cemberut lalu mengangkat kakinya dan melihat ke arah Qin Ruojiu. Setelah itu dia tersenyum dan berkata, “Kakak, kamu sudah datang?”


“Kakak?” Qin Ruojiu bingung dan tidak mengerti. Hari itu mereka sudah bertengkar sedahsyat itu hari ini kenapa dia datang dan pura-pura dekat dengan dirinya lagi? Masih memanggilnya kakak? Dia ini kenapa?


Melihat Qin Ruojiu yang terlihat kebingungan. Selir Mulia Zhao pun langsung berkata, “Kakak, hari itu memang aku yang terlalu gegabah dan tidak tahu aturan. Kalau sekarang dipikir-pikir lagi aku benar-benar merasa bersalah dengan kakak. Mengingat sekarang anak kakak juga sudah tidak ada, aku juga merasa sedih.”


Membahas tentang anaknya lagi itu hanya membuat Qin Ruojiu membuka luka di hatinya lagi. Dia pun mengerutkan keningnya dan melihat ke arah Selir Mulia Zhao dengan tatapan dingin dan berkata, “Semuanya sudah berlalu, jangan dibahas lagi.”

__ADS_1


“Tidak, aku mau bilang, kakak dan aku itu sama, kita sama-sama kehilangan anak kita. Kalau membahas tentang rasa sedih dan sakitnya itu, hanya kita berdua yang paling ngerti. Dia itu nyawa orang dan darah daging kita sendiri, bagaimana mungkin kita nggak sakit? Jadi, aku harap kakak bisa mengerti perasaan aku saat itu. Aku tahu hari itu aku tidak seharusnya memperlakukan kakak seperti itu.”


Selir Mulia Zhao pun terlihat kecewa dan langsung menggenggam tangan Qin Ruojiu. Matanya terlihat sedih dan membuat orang yang melihatnya ikut merasa sedih. Rasa bersalahnya itu juga membuat orang tidak tega untuk menolaknya.


__ADS_2