Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 936


__ADS_3

Dan adegan tadi, ekspresi dan kata-kata Ye Wushuang sama persis dengan Ratu Qin pada malam itu.


Hello! Im an artic!


Apa ini kebetulan?


“Kaisar…” Ketika Ye Wushuang melihat raut wajah Ji Xingyun yang berubah, jika berkata dirinya tidak takut maka itu hanya untuk menipu diri sendiri. Tapi Ye Wushuang tidak dapat menemukan solusi yang lebih baik, jadi Ye Wushuang hanya bisa bersikeras berkata: “Wushuang tidak sengaja, hanya saja…”


Hello! Im an artic!


“Tidak perlu menjelaskan, kamu adalah wanitaku, aku berhak mengambil semua keputusan.”


Saat selesai berbicara, Ji Xingyun melangkah maju dengan tegas lalu menggendong Ye Wushuang dengan ekspresi dingin, Ji Xingyun mengulas seringai jahat di sudut bibirnya. Pada waktu itu dirinya tidak dapat memiliki Ratu Qin yang keluar dari Istana Dingin, kalau begitu biarkan wanita ini saja yang menjadi penggantinya.


“Ahh–”


Ye Wushuang berteriak kencang, ketika dirinya bereaksi, Ye Wushuang sudah masuk ke dalam pelukan pihak lain yang hangat dan kuat.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


“Kaisar…” Ye Wushuang berteriak dengan ketakutan, sedangkan pria itu hanya menatap ke depan dengan tatapan mata tak tergoyahkan sudah seperti Dewa. Di mata Ye Wushuang yang gelap, seakan sudah tidak melihat harapan, hanya ada kegelapan yang membuat orang merasa putus asa.


Malam ini… Ji Xingyun melepaskan pakaian Ye Wushuang dengan lembut dan terampil.


Ciuman Ji Xingyun sangat mendominasi, bergairah dan panas, ciuman itu membelai seluruh tubuhnya, di bawah gumanan “Ratu Qin”, Ji Xingyun menuntutnya lagi dan lagi.


Ye Wushuang memejamkan matanya, memikirkan wajah She Jingtian… Air matanya…seketika langsung mengalirhati.



Setelah mengetahui bahwa Ye Wushuang akhirnya sudah menjadi orang Kaisar Qi, Pangeran Ping harusnya merasa lega dan bahagia. Tapi hatinya malah entah mengapa terasa getir dan sedih.


Malam itu, Ji Xingfeng terjaga sepanjang malam, menatap ke arah dinding dengan ironis sepanjang malam. Sepasang matanya dipenuhi dengan kebencian, pada akhirnya dikarenakan tidak memiliki tempat untuk melampiaskan, Ji Xingfeng langsung melayangkan tinjunya.


Meja dan kursi hancur seketika, noda darah juga sudah memenuhi punggung tangannya, meski demikian tetap saja masih membuatnya merasa tidak rela dan sedih.

__ADS_1


“Wushuang… maaf…”


Ji Xingfeng berulang kali mengucapkan kata itu, tinjunya sekali lagi dilayangkan ke arah dinding batu, darah merah segar seketika langsung mengalir. Rasa sakit di punggung tangannya masih belum bisa menghilangkan rasa sakit di dalam hatinya.


Sedangkan di Paviliun Selir Mulia…


Kondisi juga begitu berantakan dan rumit.


“Apa yang kamu katakan? Kaisar benar-benar memasuki Paviliun Xuanyi si ****** itu?”


Zhao Xueyan menggertakkan giginya, mengepalkan sepasang tangannya dengan erat, Zhao Xueyan dengan kejam menarik kerah pakaiannya, matanya menunjukkan kebencian yang sangat dalam.


Selir Chang memicingkan matanya, dia juga menunjukkan raut tidak puas: “Ya, berdasarkan laporan Kasim di sisiku, Kaisar sangat dekat dengannya. Sepertinya setelah melewati malam ini, Kaisar akan memberikan status padanya.”


Mendengar ucapan ini, seseorang yang sudah tidak bisa menahan diri lagi akhirnya memutuskan kalung mutiara giok berkilap yang ada di leher cantik Selir Chang, hanya terdengar suara “Srett–“, mutiara itu kemudian jatuh berserakan di lantai. Warna mutiara itu begitu cerah dan menawan, bagi orang yang mengenal, sekilas dilihat saja bisa tahu bahwa kalung itu tidak biasa, nilai setiap butir mutiara itu sangat tidak ternilai.


“Selir Mulia…” Selir Chang menatap semua ini dengan terkejut, itu adalah kalung yang dibuat untuknya oleh Kaisar, dirinya sangat menghargainya. Tapi tidak disangka pada saat ini malah dihancurkan oleh Selir Mulia.

__ADS_1


“Jalang, beraninya memikat Kaisar.” Sepasang matanya dipenuhi dengan kebencian, Zhao Xueyan berkata dengan kebencian yang tak ada habisnya ketika mengucapkan kata-kata ini. Dirinya benar-benar lupa ketika Ratu Qin mengetahui jebakannya, Ratu Qin juga menggunakan cara seperti ini, menggunakan tatapan mata seperti ini, Ratu Qin juga pernah berpikir untuk balas dendam, tapi pada akhirnya Ratu Qin dikalahkan olehnya.


Sekarang, Zhao Xueyan tidak tahu bahwa dirinya perlahan-lahan sudah mulai menjalani jalan yang dilewati oleh Ratu Qin.


__ADS_2