
“Dasar pelayan tidak tahu diri! Kamu tidak punya hak untuk berbicara di sini. Dan lagi jelas-jelas dia yang berkata ingin meracuni Kakak Sepupuku, dan kamu adalah kaki tangannya. Kamu yang membubuhkan obat itu di atas kue, kalian pasti sudah melakukan sesuatu.”
Hello! Im an artic!
Selir Zhen tidak dewasa dalam pemikiran, jadi dirinya sedikit lepas kendali ketika menghadapi situasi yang tak terduga seperti ini. Saat ini dia tidak memiliki cara untuk melampiaskan amarah yang ada dalam hatinya, jadi hanya bisa berteriak pada Yangui sang pelayan Istana.
Yangui menunjukkan ekspresi hormat dan polos: “Selir Ye tidak pernah meminta Yangui untuk mencelakai siapa pun. Selir Zhen, kamu membuat rekayasa seperti ini, apa kamu tidak takut akan dikutuk oleh Tuhan?”
Hello! Im an artic!
“Apa? Kamu berani berkata bahwa aku akan dikutuk oleh Tuhan? Dasar pelayan rendah! Jangan pikir aku tidak tahu bahwa kamu masih memiliki setengah dari bubuk beracun yang tidak terpakai yang kamu sembunyikan di balik pakaianmu! Aku akan menggeledahnya sekarang untuk dijadikan bukti.”
Selir Zhen benar-benar sudah kehilangan sikapnya sebagai seorang majikan, dia hanya tahu bahwa jika sekarang dirinya tidak bisa membuktikan bahwa Ye Wushuang adalah si pelaku, takutnya dirinya yang akan dipermalukan di hadapan Kaisar. Dan lagi Kakak sepupunya juga pasti tidak akan melepaskannya.
__ADS_1
Tepat ketika Selir Zhen ingin memaksa Yangui untuk menyerahkan bubuk beracun itu, Ye Wushuang yang sedari tadi diam akhirnya melangkah maju lalu berdiri menghadang di depan Yangui dengan dingin.
“Selir Zhen, sudah cukup bukan? Tadi Kasim sudah berkata bahwa kue itu tidak beracun, kenapa kamu masih saja bersikeras? Meskipun Yangui hanya seorang pelayan kecil tapi dia juga memiliki martabat. Apa kamu mempertimbangkan bagaimana perasaannya ketika digeledah di hadapan umum seperti ini?”
Hello! Im an artic!
Menghadapi kesinisan Ye Wushuang, Selir Zhen sudah terlalu malas untuk berpura-pura, jadi dia melotot pada Ye Wushuang dan berkata dengan bangga: “Kenapa? Apa kamu juga merasa bersalah?”
Kaisar Qi tiba-tiba bangkit berdiri, raut wajahnya menggelap. Kaisar Qi dengan dingin menatap ke arah para Selir di sekitarnya yang sedang melakukan drama ini.
“Kaisar, kamu harus percaya padaku. Masalah terakhir kali, bahkan meski aku salah paham pada Selir Ye, tapi kali ini benar. Aku yang secara pribadi mendengar mereka berencana untuk membunuh Kakak sepupu, mereka juga membubuhkan racun.” Selir Zhen benar-benar ingin mengeluarkan hatinya untuk membuktikan pada Kaisar.
“Selir Zhen, kamu masih ingin berbicara omong kosong?” Ye Wushuang menjawab dengan suara dalam.
__ADS_1
Yangui juga berkata: “Benar, tadi bahkan sudah menguji di hadapan Kaisar, kamu yang sudah memfitnah Selir Ye.”
Selir Zhen mendengarkan ucapan itu dengan marah, melihat situasinya sulit untuk dibalikkan, dia segera menoleh ke arah Zhao Xueyan yang mulia dan agung lalu berkata: “Kakak Sepupu, dengarkan aku, pelayan wanita itu adalah orang yang membubuhkan racun, mungkin mereka menyadari bahwa aku akan mengungkapkan rahasia itu, karena itu mereka langsung menggantinya. Tapi masih ada bubuk beracun di tubuhnya, jika tidak percaya maka kamu bisa menggeledahnya.”
“Selir Zhen, apa kamu lupa terakhir kali ketika kamu memfitnah diriku dan berkata bahwa aku hamil, kamu juga memaksa Kaisar untuk melakukan tes kehamilan padaku. Sekarang, kamu ingin memperlakukan pelayanku dengan cara seperti itu juga? Bahkan meski aku ini bukan apa-apa di matamu, tapi di depan Kaisar, kamu tidak boleh menindas orang dengan sangat keterlaluan seperti itu bukan?”
Setelah Selir Zhen mendengar ucapan ini, matanya seketika langsung memerah karena cemas, dia memegang Zhao Xueyan dengan erat seolah-olah sedang menggenggam penyelamat terakhirnya: “Kakak Sepupu, kamu harus percaya padaku, mereka benar-benar membubuhkan racun, dan lagi buktinya masih disembunyikan di tubuh pelayan itu…Kamu tidak boleh melepaskan mereka, jika tidak maka akan mencelakai kita.”
Zhao Xueyan tentu saja memahami maksud ucapan Selir Zhen, maksudnya adalah jika dirinya tidak membantu adik sepupunya ini hari ini, adik sepupunya ini mungkin akan kehilangan kendali di tempat dan melakukan lebih banyak hal yang tidak menguntungkan bagi mereka berdua.
Dalam situasi seperti ini, Zhao Xueyan hanya bisa menggertakkan giginya dan membantunya lagi.
Saat itu juga Zhao Xueyan langsung tersenyum, di balik senyum yang tampak baik hati itu, terdapat sebuah hati yang seperti ular berbisa.
__ADS_1