Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 698 Kompetisi Memasak


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Tapi, lebih baik belajar dibanding tidak bukan.” Melihat Ye Wushuang yang begitu tenang, Min’er benar-benar sangat panik.


“Tidak bisa, semakin seperti ini maka semakin tidak baik, bukankah ada pepatah yang berkata melukis harimau malah jadinya melukis seekor anjing?”


Hello! Im an artic!


“Apa artinya?”


“Kamu tidak perlu tahu, yang pasti juru masak itu tidak diperlukan, aku hanya ingin Nona membantuku satu hal saja, itu sudah cukup.”


Shangguan Min’er menunjuk dirinya sendiri dengan sedikit bingung: “Apa yang harus kulakukan? Aku tidak pernah memasak.”


“Tidak masalah, kamu tidak perlu memasak, ikuti aku.”

__ADS_1


Hello! Im an artic!



Tiga hari, dikatakan panjang tidak panjang, dikatakan pendek juga tidak pendek… Tapi dalam sekejap mata sudah terlewati.


Karena sudah mendapat dukungan dari Tuan Penguasa Kota, Bibi Hua sebagai juri juga memiliki tanggung jawab yang berat, dirinya bisa dikatakan sangat berdedikasi, bisa dikatakan satu hari sebelumnya, semua daftar bahan yang diperlukan oleh keduanya dan juga semua kompor serta panci dan semacamnya yang akan digunakan untuk pertandingan sudah disiapkan secara lengkap.


An Yiqiu datang ke Kastil Wuyou pagi-pagi sekali, mungkin untuk meningkatkan meomentumnya sendiri, selain membawa Yun’er, hari ini dia juga membawa beberapa pelayan khusus. Orang-orang itu terlihat biasa-biasa saja, tapi sebenarnya mereka semua adalah koki senior kelas satu di Keluarga An. Di sepanjang jalan, mereka memberikan bimbingan dan instruksi pada An Yiqiu.


An Yiqiu melirik ke arah Ye Wushuang dengan penuh kemenangan, mengangkat dagunya dengan angkuh dan berkata: “Huh, tunggu dan lihat saja.”


Selesai berbicara, An Yiqiu berjalan ke arah kompor di sebelah kirinya, setelah beberapa saat, beberapa pelayan Kastil Wuyou keluar dengan membawa bahan-bahan yang dibutuhkannya yang tertulis di dalam daftar sehari sebelumnya.


Ye Wushuang tersenyum samar lalu berbalik, kembali ke tempatnya sendiri lalu berkata pada beberapa Bibi yang akan membantunya: “Bawakan kemari daging sapi dan kambing segar yang kuinginkan, serta kompor dengan alas datar yang kupersiapkan secara khusus, dan juga bumbu jintan dan minyak wijen.”

__ADS_1


“Baik!”


Setelah orang-orang itu menanggapi, mereka lalu pergi untuk memenuhi tugas mereka.


An Yiqiu di sisi lain sudah begitu sibuk, bakso di tangannya baru saja hendak dimasukkan ke dalam minyak, sedangkan irisan rebung di belakangnya sudah harus direbus, tidak lama kemudian, yang paling menyedihkan adalah dia masih harus mendinginkan makanan panas yang baru saja matang, dan lagi tidak boleh menggunakan air dingin, harus menggunakan angin untuk mendinginkannya secara alami.


Yang pasti memasuki dapur sudah seperti mengikuti sang Jenderal berperang di medan perang, tangannya sama sekali tidak berhenti bergerak.


Jika dibandingkan, Ye Wushuang terlihat jauh lebih santai, dia meletakkan kompor kecil dengan baik, memanaskan panci datar yang dirancangnya sendiri dan dibuatkan oleh pandai besi, Ye Wushuang memanaskannya perlahan-lahan. Setelah semuanya hampir selesai, Ye Wushuang perlahan-lahan mengiris daging ikan segar dan membuang tulangnya, tampilannya terlihat begitu santai hingga membuat Bibi Hua sangat cemas.


“Nona Wushuang, waktunya sudah hampir habis, kenapa kamu masih belum memasukkan bahan-bahanmu ke dalam panci?”


Bibi Hua akhirnya sudah tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak bertanya. Melihat Nona An Yiqiu sudah hampir selesai memasak, sedangkan Ye Wushuang masih belum memulai, bagaimana mungkin dirinya bisa tidak panik? JUjur saja, dirinya ingin Ye Wushuang menang. Pertama, Nona Wushuang ini sangat baik, kedua karena Nona Wushuang adalah orang Kastil Wuyou, tidak mungkin dirinya memihak orang luar bukan?


“Tidak perlu cemas, biarkan apinya memanaskan panci itu sebentar lagi.”

__ADS_1


Ye Wushuang berkata dengan lembut, membuat Bibi Hua tidak bisa berkata-kata. Sebenarnya Nona Wushuang ini ingin menang atau tidak? Bahkan jika Nona Wushuang tidak ingin menang, maka dia tinggal membuat hidangan dan memasaknya dengan asal saja, masalahnya adalah dia tidak melakukan apa-apa, nantinya bagaimana dia akan bertanding.


__ADS_2