
Qin Ruojiu berdiri melihat batang pohon di jendela, “Benar, dia beberapa hari ini memang aneh, bukan hanya tidak berbuat macam-macam dengan aku, tapi dia malah sangat perhatian dengan aku. Tapi aku rasa itu bukan cinta, mungkin dia hanya merasa bersalah. Dia beberapa kali memfitnah aku, melukai aku, membuat anak di perut aku mati, jadi dia mau mengganti semua itu.” atau mungkin ada alasan lainnya, yaitu pria ini menemukan cara baru untuk menyiksa dia, hanya saja dia sementara belum tahu. Semua yang ada di depan mata ini hanyalah pertanda datangnya hujan badai.
Mendengar penjelasan Qin Ruojiu, muka Zhao Yuanran jadi sedikit menggelap, “Sepertinya kaisar masih sangat mementingkan kakak.” benar, apakah kaisar Zhaolie hanya merasa bersalah terhadap dia? Padahal dirinya juga sama seperti dia, sama-sama kehilangan anak, tapi kaisar tidak pernah mengorbankan semuanya untuk menemaninya, sejak anaknya sudah tidak ada, kaisar sudah tidak pernah bermalam di istana Qingyi lagi. Kalau bukan karena badan dirinya yang tidak sehat, mungkin dia tidak akan pernah datang melihatnya lagi.
“Oh ya? Mementingkan?” Qin Ruojiu tertawa dingin, dia memang mementingkan dirinya, sampai semua yang dia lakukan harus mendapatkan izin darinya. Dia sama seperti tahanan penjara yang dikurung di dalam pandangan dia. Dia mau berbuat apa terhadapnya, dia hanya bisa diam saja. Pada akhirnya dia tetap mau menyiksanya walaupun harus mengorbankan banyak nyawa. Bagaimana dia bisa menerima ini semua?
Zhao Yuanran mengobrol dengan Qin Ruojiu sampai matahari terbenam. Saat dia pergi, mata dia terlihat murung dan gelap.
Qin Ruojiu tidak pernah melihat tampang dia yang seperti ini, dia tahu, anaknya sudah tidak ada, kedudukannya hilang, orang yang dicintainya sudah tidak mementingkan dia lagi, hati dia juga berubah.
Zhaoyuanruan sudah bukan wanita yang lembut seperti dulu lagi, dia mulai memiliki rencana dan pemikirannya sendiri.
Qin Ruojiu memegang batu giok di tangannya, hatinya turut merasa sedih.
__ADS_1
Dia harus berbuat apa terhadap semuanya ini? Tempat ini seperti sarang besi, walaupun kamu mau kabur juga tidak akan ada kesempatan sama sekali.
“Permaisuri, kamu kenapa?” Lu’Er langsung memanggil permaisuri melihat dia seperti ini .
“Tidak apa-apa!” Qin Ruojiu menggelengkan kepalanya.
“Selir mulia itu datang mau apa?” setelah kejadian terakhir kali, Lu’Er sudah tidak memiliki perasaan yang baik terhadap dia, jadi sekarang dia hanya waspada.
“Oh ya? Lalu kenapa permaisuri sedih?”
“Memangnya iya?” Qin Ruojiu mengelus mukanya yang ditutupi kain hitam.
Lu’Er tersenyum, “Iya, mata permaisuri terlihat sangat terluka, jadi aku tahu kamu sedang sedih.”
__ADS_1
“Dasar kamu tahu semuanya.” ucap Qin Ruojiu.
Lu’Er menatap batu giok di tangan dia, “Permaisuri, itu apa?”
Mendengar itu, Qin Ruojiu baru mengingat sudah saatnya dirinya memberikan batu giok ini.
Kaisar Zhaolie sekarang sudah tidak bisa dimengerti dan ditebak lagi olehnya. Dia juga jadi lebih hati-hati dari yang dulu. Karena dia tidak tahu kaisar Zhaolie selanjutnya akan melakukan apa, barang miliknya ada di tangan dia selalu membuat dia merasa tidak tenang.
Kalau dari dulu dia mengembalikan ini, dia juga tidak perlu setakut ini.
Dia menyuruh Lu’Er mendatangkan kereta perang untuk mengantar dia ke tempatnya kaisar Zhaolie.
Di atas kereta perang, dia pun tertidur. Setelah beberapa saat, ada orang yang membangunkannya, dia baru tahu kalau sudah sampai.
__ADS_1