
Seriring menjauhnya Qin Ruojiu, hati Kang Yong juga ikut bergetar. Mimik wajah dan bayangan punggungnya terasa begitu jauh, begitu misterius, tak tergapai.
Kenapa wanita ini sangat berbeda dengan wanita yang ada di benaknya? Atau karena dia sedang berpura-pura, dan kepura-puraannya ini begitu hebat, hingga membuat orang lain percaya? Apa jangan-jangan ia menggunakan ilmu sihirnya?
Tidak, dia tidak boleh melunak, ia tidak boleh tergoda dengan apa yang ia lihat ini. Qin Ruojiu adalah penyihir, siluman, wanita yang bisa ilmu sihir. Jika bukan karena dia, Kangyong juga tidak akan menikah dengan wanita yang paling jelek sedunia. Jika bukan karena wanita jelek itu, ia tidak mungkin ditolak oleh wanita yang paling ia cintai di dunia ini.
Iya, dia pasti telah menggunakan ilmu sihir dan membuat Kang Yong menjadi ragu.
Wanita kurang ajar, beraninya menggunakan ilmu sihir padanya, ia harus membuat wanita itu menderita.
__ADS_1
Walaupun sudah meninggalkan Kaisar Zhaolie, tetapi Qin Ruojiu masih merasakan sesuatu yang mengikutinya, seperti ada pandangan mata yang panas telah memakunya ke tembok,yang membuatnya tidak bisa bergerak dan merasa seakan-akan bumi akna menelannya.
Setengah bulan berlalu, hampir tiap hari Pangeran kesembilan, Kang Yin, mendatangi Taman Baihua. Iya, dia begitu tergoda oleh suara guqin pada hari itu. Hanya saja, gadis itu sangat jarang kemari, tetapi mereka seakan terhubung satu sama lain. Setiap kali suara seruling bergema, suara guqin juga akan datang bergabung.
2 instrumen yang mengeluarkan suara dengan cara berbeda ternyata bisa menjadi satu harmoni yang begitu sempurna. Walaupun tidak bertemu, tetapi mereka bisa menggunakan cara ini untuk menuangkan seluruh isi hati mereka. Mereka bisa saling memahami, bisa membaca perasaan satu sama lain, menceritakan kesedihan dan kegundahan hati masing-masing.
Bagaikan gunung yang bertemu dengan sungai, perasaan mereka saling terhubung, membuat 2 orang yang sama-sama merasa tidak berdaya di istana ini, terikat menjadi satu melalui suara yang indah, seakan-akan mereka menjadi sandaran satu smaa lain.
Dia selalu ingin bertemu dengan wanita itu, tetapi setiap kali musik bergema, dia akan terfokus dengan suara musik dan lupa untuk mendatanginya. Dan setelah musik selesai bergema, wanita itu pun sudah pergi.
__ADS_1
Setiap kali yang dia lihat hanyalah bayangan yang bagaikan ilusi itu. Kedatangannya sama seperti kepergiannya, seperti ilusi, indah dan tidak nyata, membuatnya tidak berani memanggil wanita itu. Seakan-akan jika Kang Yin membuka suara, maka mimpi indah ini akan hancur.
Tetapi, cukup memandang bayangannya, hatinya sudah cukup puas, dia telah menetap di istana ini selama bertahun-tahun. Hatinya pun sudah mati rasa. Selain melampiaskan emosinya melalui suara seruling, dia tidak memiliki hobi lain lagi. Tapi setelah bertemu dengan wanita itu, mendengar suara guqinnya, menatap punggungnya, rambutnya…Membuatnya terus membayangkan wanita itu di setiap malamnya.
Hatinya mulai tergerak, dia merasa dirinya tidak lagi kesepian, tidak lagi sendirian. Ada seseorang yang mengerti dan memahaminya.
Setelah menyulam bunga peony yang terakhir, Qin Ruojiu pun merasa lelah, seakan tubuhnya akan terjatuh, matanya yang ketakutan pun terbuka lebar, wajahnya pun memucar, dia ingin menggengam sesuatu, tetapi segala di sekitarnya mulai bergetar, seperti ada sesuatu yang akan menimpanya.
Dia ketakutan, dia ingin melawan, tetapi ia tidak bertenaga, dia merasa seperti ditimpa beban ribuan kilo., ia bahkan tidak bisa mengeluarkan suara. Tiba-tiba, Ayahnya yang mengenakan jubah hitam, muncul di hadapannya, Ayah sedang melayang di angkasa dan menatapnya.
__ADS_1
Hati Qin Ruojiu menjadi hangat, semua rasa takut pun menghilang seketika, dia berteriak, “Ayah, Ayah, tolong aku…”