
Hello! Im an artic!
Saat langit perlahan menggelap, kereta kuda akhirnya berhenti. Ye Wushuang mendongakkan kepalanya dan melihat dengan penasaran. Dia menemukan kalau kereta kuda yang berhenti bukan hanya miliknya saja, tapi juga ada enam atau tujuh kereta di depannya.
Semua jenis kereta kuda dimuat dengan baran-barang berat, semuanya dibungkus dengan kantong rami. Sama sekali tidak mungkin tahu ada apa di dalamnya. Tapi Ye Wushuang bisa menebak apa yang ada di dalam kereta kuda tempat dia berbaring. Rasanya lembut, seperti kain sutra.
Hello! Im an artic!
Entah bagaimana seorang pria yang mengenakan pakaian dari tempat berbeda telah sampai di hadapannya. Dia menatap Ye Wushuang dengan mata terbelalak ingin tahu dan berkata sungguh-sungguh, “Kamu sudah sadar?”
Ye Wushuang tidak bisa menjawab untuk sesaat, hanya menatap pria itu saja. Pria ini tidak berpakaian layaknya orang dari Negara Qi, sepertinya dia bukan penduduk Negara Qi.
__ADS_1
Saat ini, setelah menghilangkan identitasnya sebagai musuh, Ye Wushuang perlahan bangkit dari dalam kereta kuda, “Kamu yang menyelamatkanku? Ini di mana?”
Pria besar itu mengabaikan Ye Wushuang, sibuk menghitung barangnya di belakang dan menjawab dengan santai, “Tidak bisa dikatakan aku telah menolongmu. Ketika karavan kami melewati Tebing Duantian, kami melihat kamu tergantung di dahan pohon yang kuat. Karena masih ada setengah napas yang tersisa, kami menurunkan kamu. Kamu sudah pingsan selama dua hari. Karena bisa kembali sadar, sepertinya kamu baik-baik saja.”
Hello! Im an artic!
Jadi Ye Wushuang melompat dari tebing dan tidak mati? Dengan bini, mungkin saja Yuya masih hidup. Saat ini, Ye Wushuang membelalakkan matanya yang jernih dan bertanya dengan penuh semangat pada pria itu, “Kakak, selain aku, apa kalian juga menyelamatkan gadis yang lain? Dia terlihat seperti gadis berusaha 18 atau 19 tahun, penampilannya sangat…”
Ye Wushuang menarik kembali matanya dengan kecewa, bahkan harapan terakhirnya sudah hancur. Dia merasa sangat sedih. Sekali lagi Ye Wushuang mendongak, dia melihat pria itu sudah bersiap untuk pergi. Ye Wushuang berkata dengan sedikit ketakutan, “Kakak, kamu belum memberitahuku, ini di mana?”
Pria itu awalnya tidak ingin mengatakannya, tapi ketika menatap Ye Wushuang, dia tidak bisa menahan rasa kasihan saat melihat mata jernih wanita itu. Dia hanya bisa menjawab dengan kaku, “Kita baru saja meninggalkan Negara Qi. Kita akan tiba di Kota Wuyou dalam dua hari.”
__ADS_1
“Kota Wuyou… Tempat apa itu…” Ye Wushuang bergumam sendiri, mendongak lagi dan melihat orang itu sudah menjauh.
……
Meski dalam kegelapan, kelompok karavan ini tidak berhenti meneruskan perjalanan. Mereka hanya berhenti sebentar di pos istirahat untuk membeli air dan arak sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Meski mereka menolong Ye Wushuang, tapi Ye Wushuang juga tidak merasa orang-orang ini ramah. Hampir semuanya memasang wajah cemberut dan ekspresi gugup sepanjang jalan. Selain itu, pakaian mereka tidak terlihat terpelajar dan rapi seperti di Negara Qi. Di sini, hampir semua orang menggunakan bulu dari berbagai binatang sebagai aksesori. Ini menunjukkan kalau biasanya mereka suka berburu. Pria seperti ini, dapat dibayangkan seliar apa mereka. Lalu juga kumis-kumis itu, membuat orang yang melihatnya saja sudah merasa terintimidasi.
Ye Wushuang takut dia akan mengalami kejadian tidak terduga. Jadi dia hanya duduk di dalam kereta kuda untuk membersihkan lukanya tanpa bicara dengan mereka. Untungnya lelaki besar itu membawakan air, makanan, serta salep untuk luka.
Dengan begitu, dengan susah payah melewati sehari, tapi kereta kuda terus bergerak maju.
__ADS_1