
Hello! Im an artic!
Dari pakaian tentara bisa dilihat bahwa mereka berasal dari Negara Qi. Ye Wushuang terkejut ketika melihat pria yang sedang dikelilingi oleh tentara dan menunggang kuda api merah.
Pria di atas kuda itu mengenakan jubah mewah berwarna biru kehijauan, rambut hitamnya sebatas pinggang, berkibar di sisi dadanya, wajah tampan itu bagai dipahat, mata hitam yang tajam dan tegas itu melihat sekeliling dengan waspada dan arogan, tatapan mata yang misterius dan dingin itu sudah seperti Dewa kematian yang sedang memegang sabit di tangannya. Hanya perlu melihat sekilas saja sudah bisa membuat orang lain merasa gentar dan takut.
Hello! Im an artic!
Orang itu bukanlah orang lain, orang itu adalah Pangeran Keempat yang memiliki dendam besar dengannya, Ji Xingfeng.
Astaga, kenapa dia ada di sini? Jika bukan karena Ye Wushuang menyembunyikan dirinya di belakang tubuh kokoh He Laosan tepat pada waktunya, takutnya dirinya sudah langsung terlihat oleh orang yang berada di atas kuda.
__ADS_1
Raut wajah Ye Wushuang di balik cadarnya hanya bisa digambarkan dengan kata pucat, Ye Wushuang masih ingat pada wajah mengerikan dan ganas itu ketika dirinya jatuh dari tebing. Ji Xingfeng dan Zhao Xueyan bekerja sama, mereka membunuh Yuya dan juga membuat dirinya terpojok hingga jatuh dari tebing. Semua hal itu selalu dimimpikan kembali olehnya di tengah malam, menjadi sebuah mimpi buruk yang tidak bisa dihapus seumur hidup.
“Nona, kamu kenapa?” Menyadari keanehan orang yang ada di sampingnya, He Laosan kemudian menoleh dan bertanya.
Hello! Im an artic!
Dia melihat Ye Wushuang menatap lekat pada pemimpin pasukan Negara Qi, He Laosan bertanya dengan sedikit bingung: “Nona, apa kamu mengenao pria di atas kuda itu?”
Ketika ditanya oleh pihak lain, Ye Wushuang segera menggelengkan kepalanya, terdapat kepanikan di tatapan matanya yang biasanya selalu tenang: “Aku tidak kenal, hanya merasa bahwa mereka sepertinya sangat kuat.”
“Mengapa mereka bisa datang kemari?” Ye Wushuang bergumam, tatapan matanya kosong.
__ADS_1
“Hal itu tidak aneh, Kota Wuyou ini penuh dengan harta, tentu saja akan menarik orang dari seluruh dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, bahkan Raja dari Dinasti Nan dan Negara Bei juga sering datang kemari, tapi kudengar hampir semuanya merupakan kunjungan pribadi, kita sebagai rakyat biasa mungkin tidak akan bisa mengenali bahkan jika bertemu secara langsung dengan mereka. Sangat jarang ada yang bisa begitu sombong seperti yang dilakukan oleh pejabat tinggi Negara Qi ini, sepertinya mereka datang untuk keperluan tertentu mengenai pemerintahan.”
Kata-kata He Laosan ini dengan cepat menarik perhatian seseorang yang antusias di sebelahnya. Pria itu tersenyum dan melirik sekilas ke arah He Laosan, dia kemudian berkata dengan ramah: “Benar, kudengar pejabat ini sedang melacak seorang tahanan wanita dari Negara Qi.”
Tahanan wanita …
Ye Wushuang segera menolehkan kepalanya, tubuh mungilnya itu tersembunyi dengan tak berdaya di antara kerumunan, matanya menatap penuh kecemasan dan kebencian ke tanah. Bagaimana mereka bisa tahu bahwa dirinya tidak mati? Apa mungkin mereka menjelajah di bawah tebing? Haha, bahkan sudah sampai seperti ini saja mereka masih mengejar dan ingin membunuhnya?
“Tahanan wanita?” He Laosan tertarik dengan perkataan orang itu, sama sekali tidak memperhatikan Ye Wushuang yang sudah bersikap aneh, dia terus bertanya: “Kemampuan apa yang dimiliki tahanan wanita itu hingga bisa membuat pejabat itu melacak hingga kemari?”
“Kudengar mereka menerima perintah dari Kaisar.”
__ADS_1
Perintah dari Kaisar… Kalimat itu sekali lagi menarik perhatian Ye Wushuang, apa mungkin bahkan Ji Xingyun juga ingin mendorongnya ke jalan buntu? Ye Wushuang sudah tidak memperhatikan percakapan di antara keduanya, dirinya hanya tersenyum pahit, Zhao Xueyan, Zhao Xueyan, kamu benar-benar hebat. Dunia ini begitu besar, apa mungkin benar-benar tidak ada tempat di mana dirinya bisa bersembunyi?
“Nona, Nona…” He Laosan yang berbincang dengan bersemangat itu akhirnya menoleh dan menyadari keanehan Ye Wushuang, melihat tatapan mata Ye Wushuang yang sedih dan muram, He Laosan kemudian memanggilnya dengan bingung tapi Ye Wushuang sama sekali tidak menanggapi, He Laosan kemudian menjadi sedikit cemas.