Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 389 Harus Mati Dengan Sepenuhnya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Haha … Qin Ruojiu, kamu benar-benar di sini, Kaisar ternyata masih belum membunuhmu!” Zhao Yuanran melihat luka di wajah Qin Ruojiu, dia tertawa dengan sangat bahagia dan bertepuk tangan dengan gembira: “Sekarang kamu sudah tidak memiliki paras itu lagi, bagaimana kamu akan merayu pria di kemudian hari!”


Selain ketenangan, tidak ada hal lain lagi di tatapan mata Qin Ruojiu. Dia mengangkat kepalanya dan menatap langit malam yang tak berujung, mengabaikan rasa sakit di tubuhnya yang menjalar sampai ke dalam hatinya.


Hello! Im an artic!


Zhuo Ying kemudian berkata dengan lantang: “Selir Mulia, mohon jaga sikapmu, Permaisuri Ratu dibawa keluar dari Istana atas perintah Kaisar, mohon Selir Mulia tidak menunda waktu!”


Ketika Zuo’er mendengar ucapan itu, dia berkata dengan marah: “Zhuo Ying, lancang sekali! Apa kamu tahu dengan siapa kamu berbicara?”


Zhuo Ying mendengus dingin dengan tidak senang: “Aku hanya bertindak dan berkata sesuai dengan kebenaran!”

__ADS_1


Zhao Yuanran tidak marah, dia mengalihkan pandangannya ke arah Zhuo Ying dan berkata: “Bukankah Ratu sudah dibunuh? Dari mana ada Ratu lagi? Karena sudah mati, maka harus mati dengan sepenuhnya!”


Hello! Im an artic!


“Kamu…” Zhuo Ying mengangkat kepalanya, dirinya sedikit terkejut, tapi kemudian bergerak ke bagian belakang kereta kuda dengan pertimbangan.


Karena langit sangat gelap, jadi Zhao Yuanran tidak memperhatikan pergerakan Zhuo Ying, dia kemudian dengan dingin meneriaki orang-orang di belakangnya: “Cepat pergi dan tangkap wanita ****** itu, aku ingin membunuhnya!”


Qin Ruojiu tahu dirinya sudah tidak bisa melarikan diri lagi kali ini, lagipula dirinya memang ingin mati, tapi kemudian Qin Ruojiu memaksa dirinya untuk tetap hidup dikarenakan Xiao Huan.


Pada saat itu, Qin Ruojiu memanfaatkan momen ketika segerombol orang ingin menerjang untuk menangkapnya, Qin Ruojiu menginjak lumpur dan berlari cepat ke arah tebing yang ada di sampingnya, Qin Ruojiu berdiri di tepi tebing dengan tangan terbuka, dia tersenyum dan berkata: “Ternyata kamu hidup dengan sangat menyedihkan, aku sudah seperti ini saja tapi kamu masih bertindak seperti ini, apa kamu begitu tidak percaya diri?”


Zhao Yuanran awalnya ingin membunuhnya, tapi ketika melihat Qin Ruojiu berdiri di tempat yang berbahaya, seketika dirinya terlalu malas untuk bertindak, dirinya hanya tertawa dingin dan berkata: “Aku tidak takut pada orang lain, tapi kamu adalah putri dari Klan Penyihir, jika membiarkanmu hidup dan menggunakan sihir untuk mencelakaiku, apa yang harus kulakukan?”

__ADS_1


“Haha… benarkah? Jika kamu tidak melakukan kesalahan, apa kamu akan takut aku akan menyakitimu?”


Zhao Yuanran melihat Qin Ruojiu tersenyum dengan begitu tulus, dia kemudian berkata dengan hati penuh kebencian: “Sudah seperti ini saja kamu masih bisa tersenyum, baiklah, kalau begitu aku akan memberitahumu, semua yang kamu alami hingga menjadi seperti ini, itu semua merupakan rencanaku.”


Tatapan mata Qin Ruojiu menggelap, menatap Zhao Yuanran dengan tatapan mata penuh amarah dan kebencian, tatapan mata itu sudah seperti roh yang dipenuhi dengan kebencian terkutuk.


Qin Ruojiu berkata: “Aku tahu kamu yang melakukannya, tapi aku tidak menyangka hatimu itu bisa begitu gilanya hingga sampai di tahap seperti ini!”


Setelah Zhao Yuanran mendengar ucapan itu, dia tertawa keras dan berkata: “Ya, potret Putri Liqing, dan juga dirimu yang pingsan hari ini dan dijebak olehku hingga ke sisi Pangeran ke-9, aku yang melakukan semua itu. Tapi memberitahumu sekarang, selain menambah kebencianmu padaku, apa lagi yang bisa kamu lakukan? APa kamu bisa membunuhku? Apa kamu bisa mendapatkan kembali semua yang kamu miliki? Posisi Ratu? Kecantikan yang luar biasa? Haha … tidak bisa!”


Zhao Yuanran berpikir Qin Ruojiu akan memakinya dengan marah ketika mendengar ucapan ini, bahkan jika Qin Ruojiu tidak memakinya, dia pasti akan langsung menerjang ke arahnya karena ingin membunuhnya.


Tapi Qin Ruojiu tidak melakukan apa-apa, di malam yang gelap, dia berdiri di atas tebing tinggi, angin malam disertai hujan rintik mengenai gaun panjangnya, noda darah di pakaian yang berkobar tertiup angin itu bagai bunga plum musim dingin yang mekar, tampak begitu hidup. Terlepas dari wajahnya, aura di sekujur tubuh Qin Ruojiu benar-benar sangat indah.

__ADS_1


Qin Ruojiu tidak lagi berbicara, hanya menatap diam ke arah Zhao Yuanran yang terus berbicara tentang perbuatan jahatnya seakan sedang melampiaskan kebenciannya itu pada Qin Ruojiu, jelas-jelas Qin Ruojiu harusnya kesakitan, tapi dia tidak. Qin Ruojiu ingin menangis, tapi tidak tahu sudah berapa lama dirinya menangis, mungkin dirinya sudah lelah menangis, menangis hingga tidak memiliki kekuatan, menangis hingga tidak memiliki air mata, menangis sampai dirinya tidak tahu apa yang dia tangisi, Qin Ruojiu sudah tidak bisa lagi meneteskan air mata.


__ADS_2