
Hello! Im an artic!
Setelah kembali ke akal sehatnya, wajah cantik Ye Wushuang tersenyum licik pada Putri Yongping. Sialnya adalah tangan Ye Wushuang yang memegang kotoran itu masih memegang lengan pakaiannya.
“Kamu…” Mata Putri Yongping sudah membelalak lebar dengan marah, seketika Putri Yongping lupa apa yang ingin diucapkannya.
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang tersenyum padanya, tatapan matanya dipenuhi dengan kepuasan setelah berhasil membalas dendam: “Maaf, langit sudah gelap, jalannya juga agak licin, mohon Tuan Putri tidak mempermasalahkannya.”
Ucapan Ye Wushuang bagi Putri Yongping tidak diragukan lagi benar-benar sudah seperti menambahkan minyak ke dalam api. Putri Yongping menepis tangannya, seolah-olah seperti seekor banteng yang melihat kain merah: “Beraninya kamu menyentuh tubuhku menggunakan tangan kotormu yang digunakan untuk membersihkan kotoran?”
Putri Yongping berkata sambil menggigit bibir merahnya dengan penuh keluhan, Putri Yongping menatap ke arah tempat di mana Ye Wushuang memegangnya. Tiba-tiba raut wajahnya berubah, Putri Yongping menampilkan reaksi bagaikan dirinya ingin muntah, membuat Ye Wushuang tidak bisa menahan tawanya.
“Kamu… beraninya kamu tertawa?”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Yongping yang sudah menduga bahwa Ye Wushuang sengaja hanya merasa bahwa dirinya benar-benar telah menerima penghinaan yang sangat besar.
Yongping langsung mengangkat tangannya dan ingin melayangkan sebuah tamparan ke wajah Ye Wushuang, tapi Ye Wushuang sudah menduga bahwa Putri Yongping akan bertindak demikian, ketika Ye Wushuang melihatnya bergerak, dirinya langsung memutar badannya untuk menghindar.
“Dasar wanita ******, berhenti! Aku harus memotong kedua tanganmu itu!”
Melihat wajah yang dirias dengan begitu cantik tapi pada saat ini wajah itu sudah terdistorsi seperti hantu yang datang dari neraka, Ye Wushuang hanya berkata dengan datar: “Langit boleh saja berbuat salah, tapi bencana yang dibuat oleh diri sendiri tidak bisa dihindari.”
Yuya memegangi dahinya yang terbentur, hendak bertanya mengapa Ye Wushuang tampak begitu panik, tapi ketika mengangkat tatapannya, Yuya melihat wajah kesal Putri Yongping, seketika dirinya langsung mengerti.
Yuya bergegas menggunakan tubuhnya untuk memblokir, menahan Ye Wushuang di belakangnya dan berkata: “Nona Wushuang, cepat lari, aku akan menghadapinya.”
“Bagus sekali, nyalimu begitu besar, beraninya muncul untuk membelanya, apa kamu sudah tidak ingin hidup?”
__ADS_1
Setelah dikerjai oleh Ye Wushuang, Putri Yongping kesal karena tidak punya tempat untuk melampiaskan, melihat Yuya yang datang kemari dan dengan beraninya membela Ye Wushuang, Putri Yongping sekarang benar-benar sangat ingin menguliti kedua orang ini.
Putri Yongping melangkah maju, menampar wajah Yuya dan berkata: “Enyah!”
Yuya tahu Putri Yongping akan memukuli dirinya, tapi tidak menyangka akan begitu kerasnya, tamparan yang dilayangkan di wajahnya itu membuat dirinya seketika linglung, bahkan jejak darah tanpa sadar sudah muncul di sudut bibirnya.
Ye Wushuang berdiri berjarak 5 langkah dari mereka dan menyaksikan adegan itu, tatapan matanya menggelap, kepalan tangan di balik lengan pakaiannya sudah sedikit mengepal, sebelum melangkah, Yuya sudah memegangi wajah tembamnya itu dan berlutut memohon belas kasihan di hadapan Putri Yongping: “Kumohon Putri menenangkan amarah Putri, kumohon Putri melepaskan Nona Wushuang, dia tidak bermaksud demikian, jika Putri marah, maka Putri bisa melampiaskannya padaku.”
Yuya berpikir dalam hati, Putri Yongping tadi baru saja menamparnya, pasti amarahnya sudah sedikit berkurang. Jika dirinya kembali memohon, maka masalah Nona Wushuang sudah pasti akan selesai. Meskipun melakukan ini sedikit berbahaya bagi dirinya sendiri, tapi Yuya tetap merasa bahwa itu sepadan.
Tidak disangka, pemikirannya itu tidak selaras dengan pemikiran Putri Yongping.
Sebaliknya, Putri Yongping malah semakin kesal karena sikap tidak tahu diri Yuya, Putri Yongping mengangkat gaunnya kemudian menendang dada Yuya dengan kuat dan sangat kejam.
Yuya menerima serangan yang begitu berat, tubuhnya seketika mundur ke belakang, dahinya terbentur ke sudut dinding. Dalam sekejap Yuya menerima serangan berat dari berbagai sisi, tubuhnya tidak mampu menahannya dan Yuya seketika langsung pingsan.
__ADS_1
Melihat Yuya yang sudah pingsan, Putri Yongping tidak hanya tidak merasa bersalah sedikit pun, tapi malah menunjukkan ekspresi bangga akan tindakannya itu.