
Hello! Im an artic!
Air matanya jatuh di lengan putih Ye Wushuang, rasanya membara dan sangat panas.
Ye Wushuang segera menyeka dengan tangannya, kemudian menghibur dengan lembut, “Kenapa? Nona Min’er tidak enak badan?”
Hello! Im an artic!
Min’er menggelengkan kepalanya dan berkata dengan sedih, “Kak Wushuang, aku merasa nasib putri duyung terlalu menyedihkan. Kenapa dia menjadi gelembung air aur? Dia begitu baik hati.”
“Min’er, ini hanya kisah saja. Jangan terlalu banyak dipikirkan, tidurlah lebih awal.”
“Kak Wushuang, tapi aku merasa sedih. Bisakah kamu menemaniku sebentar lagi?”
“Baiklah.”
Hello! Im an artic!
__ADS_1
“Bisakah kamu bernyanyi untukku?”
“Aku tidak terlalu bisa…” Ye Wushuang mulai merasa kesulitan. Ternyata bocah kecil ini begitu sulit dilayani. Biasanya terlihat seperti monster wanita, tak disangka saat malam hati, dia menjadi begitu rentan dan manja.
“Kalau begitu, kamu sembarang menyenandungkan sebuah lagu saja…”
Tampaknya kisah ini sungguh telah membuatnya sedih, Ye Wushuang hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tanpa daya, “Baiklah, baiklah…”
“Hmm!”
Melihat Ye Wushuang setuju, barulah si kecil bersedia memejamkan matanya dengan tenang.
Jiang’er tidak dapat melihatnya, tidak ada kain layar di atas perahu, mengambang dan mengapung ke barat…”
Nyanyiannya begitu lembut dan menenangkan, manisnya penuh dengan rasa kepedulian dan membuat orang mabuk kepayang.
Entah sudah berapa lama, Ye Wushuang terus bersenandung hingga dia saja hampir tertidur. Ketika angin malam menerpa, barulah dia sedikit terbangun. Melihat anak kecil dalam pelukannya yang ternyata sudah tertidur lelap.
__ADS_1
Dia tersenyum puas, membaringkan tubuh kecil itu dengan lembut. Lalu dia membentangkan selimut, berjalan perlahan meniup cahaya dari lilin. Ketika meninggalkan Paviliun Zhaixing, bintang-bintang di langit luar sana sangat cerah. Ye Wushuang sedikit merenggangkan tubuhnya, dia merasakan rasa sakit di seluruh pinggang dan tubuhnya.
Ketika hendak pulang untuk istirahat, tiba-tiba bayangan gelap melintas di matanya. Awalnya Ye Wushuang pikir dia salah lihat karena sudah terlalu lelah. Siapa sangka, wajah tampan She Jingtian yang bak dewa itu sepenuhnya muncul di hadapannya. Barulah Ye Wushuang sadar kalau semua ini bukanlah ilusi.
Di bawah langit berbintang cerah, She Jingtian berdiri dengan tangan di belakang tubuhnya. Kegelapan malam menyembunyikan sikap elegan dan berwibawanya ada tampak di siang hari. Menambahkan sedikit pesona malam yang gelap dan serius.
Ye Wushuang tertegun untuk beberapa saat sebelum berkata dengan tenang, “Penguasa Kota, kenapa masih di sini?”
She Jingtian menatap Ye Wushuang dengan serius dan cermat, dia sedikit menghela napas, “Kondisi Min’er barusan begitu buruk. Mana mungkin aku membiarkannya begitu saja? Aku hanya ingin menakutinya saja, supaya ke depannya dia tidak keras kepala lagi.”
“Penguasa Kota sangat perhatian pada Nona Min’er.”Ye Wushuang berkata sambil tersenyum, secara tulus merasa iri pada anak itu.
“Dia kehilangan ayah dan ibunya sejak dia masih kecil. Kakakku hanya memiliki aku sebagai satu-satunya adik lelakinya. Agar kakakku bisa meninggal dengan tenang di alam sana, aku selalu memperlakukan anak ini sebagai anakku sendiri. Melihat sekarang dia menjadi seperti ini, semua karena salahku yang tidak mengajarinya dengan baik sejak awal. Barulah sikapnya bisa menjadi seperti ini.”
“Penguasa Kota, sebenarnya Nona Min’er hanyalah seorang anak kecil. Ucapan yang dia katakan itu bukan disengaja. Semua hanya didasarkan pada temperamennya.”
She Jingtian mengangguk, tapi ekspresinya tampak tidak tenang, “Aku bukannya tidak mengerti, tapi kalau ucapan ini sampai terdengar oleh orang luar, bukankah tidak akan baik?”
__ADS_1
“Besok aku akan bicara baik-baik dengan Nona, nantinya dia pasti akan mengerti. Dia hanya menganggap kasih sayang yang tidak terpisahkan ini sebagai cinta. Selain itu, ucapan anak kecil tidak pernah salah.”