Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 297 Aku Punya Batasanku Sendiri


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Sepertinya Selir Mulia memang memiliki perhitungan rahasia!” Kata Zuo’er sambil tersenyum, ucapannya itu penuh dengan kata-kata menyanjung.


“Huh, memang tak bisa dipungkiri bahwa wanita itu memang sangat cantik, tapi di Istana ini, dia itu tidak sebaik diriku!”


Hello! Im an artic!


“Selir Mulia, lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?”


“Tentu saja meminta orang lain untuk melapor pada Kaisar!”


“Melapor pada Kaisar? Apa ingin aku pergi untuk melapor?”


“Bagaimana mungkin aku memintamu pergi? Jika begitu bukankah semua ini akan ketahuan?”


Hello! Im an artic!


“Lalu apa maksud Selir Mulia?”

__ADS_1


“Kirimkan beberapa Kasim kecil, lalu ajari mereka apa yang harus mereka katakan, berikan sedikit uang pada mereka, bisa dikatakan semuanya akan beres!”


“Baik, memang Selir Mulia sangat pandai dan bijaksana.”


Menyusuri sepanjang jalan menuju Taman Bunga kekaisaran, Qin Ruojiu menemukan Gedung Liqing berdasarkan arahan yang didapatnya dari dayang Istana.


Fakta yang tidak ingin dirinya percayai itu ternyata benar-benar ada. Ya, Zhao Yuanran tidak berbohong, tapi pada saat ini, Qin Ruojiu sangat berharap bahwa Zhao Yuanran berbohong.


Qin Ruojiu tertegun di tempat dengan senyum pahit. Tidak jauh dari sana, sinar matahari yang keemasan melintasi sudut menara Gedung Liqing yang indah, memancarkan cahaya berkabut yang membuat orang terpana, sepertinya tidak ada orang di sekitar gedung Liqing, seakan terdapat keheningan yang begitu aneh.


Harus diakui bahwa Gedung Liqing ini adalah istana yang dibangun dengan sepenuh hati oleh Kaisar Zhaolie.


Hal yang paling langka adalah lokasi Gedung Liqing ini seolah merupakan tempat di mana paviliun dilahirkan oleh Surga. Paviliun megah yang dikelilingi oleh kolam yang jernih, rumput di mana-mana, tampak begitu hijau dan jernih.


Dua burung phoenix emas di atap, sisik emas yang tampak begitu hidup, seakan sudah ingin terbang menjauh ke atas. Ubin keemasan yang bersinar menyilaukan di bawah sinar matahari, tampak sangat cemerlang di bawah langit yang biru.


Di mata orang luar, gedung ini tidak seperti Istana yang kosong dan mewah, kemegahan gedung ini hampir sebanding dengan Istana Fengyi.


Membuat orang yang melihatnya tanpa sadar akan berpikir, tidak tahu wanita cantik mana yang bisa mendapatkan rasa cinta dari Kaisar hingga Kaisar bisa membangun Istana untuknya seperti ini.

__ADS_1


Bahkan Lu’er yang melihatnya pun berseru: “Benar-benar Istana yang sangat besar.”


Qin Ruojiu tidak mengatakan apa-apa, tapi senyum kecewa di tatapan matanya itu sudah menjelaskan segalanya.


Lu’er yang merasa bahwa dirinya sudah salah berbicara segera mengubah topik dan berkata: “Permaisuri, mungkin ini hanya karena Kaisar merindukan cinta lamanya pada saat itu, jadi …”


“Lu’er, kamu tidak perlu menghiburku. Aku tentu saja paham, kamu tunggu di sini dulu, aku ingin masuk dan melihat-lihat!”


Setelah selesai berbicara, Qin Ruojiu berbalik dan berjalan menuju aula depan. Dalam hatinya, jelas-jelas tahu bahwa Kaisar terobsesi pada Liqing, tapi ketika melihat Kaisar berbuat begitu banyak hal demi Liqing, hati Qin Ruojiu masih terasa sakit. Membangun gedung ini untuk orang yang tidak ada, apa yang dinantikan oleh Kaisar Zhaolie?


“Permaisuri…” Lu’er melangkah maju untuk menghalangi Qin Ruojiu dikarenakan cemas melihat kondisinya.


“Tidak perlu kemari, aku punya batasanku sendiri.” Seletah selesai berbicara, Qin Ruojiu langsung pergi tanpa mempedulikan halangan Lu’er.


Ketika tulisan “Gedung Liqing” yang bersinar muncul di depan matanya, rasa kekecewaan dan sakit hanti seketika menyerang hatinya, rasa pengkhianatan yang kuat menekan Qin Ruojiu hingga membuat dirinya sulit untuk bernapas, membuat Qin Ruojiu sulit untuk melangkahkan kakinya.


Hanya perlu melihat karakter tulisan itu dengan cermat, maka akan bisa menyadari bahwa gedung ini sangat berbeda dengan paviliun lainnya.


Karakter tulisan “Gedung Liqing”, tulisan itu begitu bersinar, di bawah sinar matahari yang keemasan, cahaya itu tersebar ke berbagai arah, seolah-olah terdapat Buddha hidup yang berbaring di atasnya, membuat orang lain merasa terpana.

__ADS_1


__ADS_2