Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 11 Para Selir Datang Memberi Hormat


__ADS_3

Qin Ruojiu tidak menjawab, melainkan memejamkan mata. Mana mungkin dia tidak takut. Ia adalah anak seorang anak penyihir, sejak kecil sudah dijuluki penyihir, malapetaka, bencana. Di mata orang lain, dia adalah siluman yang jelek dan dikutuk, sekarang ia malah menjadi maha permaisuri, semua orang menganggapnya jahat dan beracun seperti ular. Tetapi siapa tahu kalau dia adalah wanita biasa? Dia hanya menginginkan ketenangan, hidup yang bebas. Tetapi dia istana ini, apakah dia bisa hidup tenang?


Usai mandi, tubuh Qin Ruojiu pun menjadi segar dan wangi aroma bunga, dia memakai rok panjang berwarna biru gelap dengan rajutan bunga prem, seutas brokat putih mengikat di pinggangnya yang langsing, rambut hitamnya disanggul, kemudian ditusuk konde giok bunga prem, walaupun sederhana, tetapi ia terlihat sangat anggun.


Dari cermin, terlihat bayangannya, wajah cantiknya ditutupi cadar hitam, hanya terlihat bola matanya yang seperti air di musim gugur.


Dia hanya diam menatap dirinya di dalam cermin. Dia telah menjadi permaisuri, istri Kaisar Zhaolie. Tetapi suaminya merasa dia menjijikan, apakah karena dia jelek? Apa karena wajahnya tertutup cadar? Sehingga dia tidak pantas mendapatkan kasih sayang seumur hidup?

__ADS_1


Tiba-tiba, terdengar suara tirai, kemudian disusul suara Lu’Er, “Permaisuri, apakah kamu sudah siap untuk berdandan?”


Qin Ruojiu membalikkan kepala, wajahnya sudah ditutup cadar, sehingga ekspresinya tidak terlihat. Dia hanya mengangguk, “Iya, sudah!”


Lu’Er pun berkata dengan heran, “Permaisuri, Selir Mulia Zhao datang memberi hormat kepada anda.”


Begitu memikirkan dia harus membagikan suami dengan wanita lain, Qin Ruojiu pun tercengang, beberapa saat kemudian, ia baru kembali sadar, “Baik, aku akan segera keluar!” Ya, dia harus sadar, ia bukanlah wanita biasa, ia adalah seorang permaisuri, ia harus lebih berlapang daripada wanita biasa. Suaminya bukan milinya seorang, suaminya adalah seorang kaisar, yang berhak memiliki 3000 wanita cantik, sebagai permaisuri, dia harus terbiasa dengan semua ini, dia harus menjadi contoh ibu negara yang baik, kalau tidak, maka dia pun tidak pantas menduduki posisi permaisuri.

__ADS_1


Permaisuri masih tercengang, Lu’Er ingin mengatakan sesuatu, akhirnya dia bertanya dengan suara pelan, “Permaisuri, pakaianmu terlalu sederhana, kamu adalah permaisuri, apakah penampilan ini tidak melanggar peraturan?”


Dibandingkan dengan selir-selir lain yang memakai perhiasan-perhiasan emas dan perak, serta pakaian yang berkilauan, penampilan majikannya ini terlihat sangat sederhana, bagaikan anak pejabat, sangat tidak cocok dengan statusnya sekarang.


Qin Ruojiu pun melihat penampilannya, lalu mengmenggelengkan kepala, “Tidak apa, ayo jalan saja.”


“Iya!” karena majikannya konsisten, Lu’Er pun langsung mempimpinnya keluar.

__ADS_1


Setelah membuka pintu merah itu, Qin Ruojiu pun melihat seorang wanita duduk di bagian kanan ruang tamu sambil memegang gelas teh dan meniupkan teh itu, asapnya membumbung ke wajahnya yang sudah ditutupi dandanan mewah, gaun istana yang berwarna biru muda yang bermotif angsa greylag dan 2 sarangnya membungkus tubuh indahnya. Wanita ini terlihat lembut seperti bunga di musim semi, saat angkat kepala, ia juga terlihat malu-malu, rambutnya ditusuk dengan konde bunga prem putih, jumbai konde yang terbuat dari giok juga bergoyang kesana kesini, terlihat sangat indah.


__ADS_2