Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 823 Dia Ternyata Benar-Benar Tidak Membunuhnya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Kamu…” Tidak ada orang yang berani bersikap seperti ini untuk menantang kesabarannya, saat ini Ji Xingfeng benar-benar ingin sedikit bertindak kejam, benar-benar ingin langsung mematahkan lehernya. Tapi entah mengapa, ketika dirinya sudah hendak bertindak, hatinya malah melunak. Menatap dingin ke arah wajah pucat itu, Ji Xingfeng teringat kembali bagaimana tampilan Ye Wushuang ketika mencuci rambutnya di bawah sinar bulan pada malam itu, perasaan indah yang membuat orang lain tidak dapat melupakannya itu masih diingatnya dengan sangat jelas hingga sekarang.


Tidak akan ada yang percaya bahwa dirinya ternyata tidak membunuhnya. Sebaliknya malah melepaskannya sedikit demi sedikit.


Hello! Im an artic!


“Pangeran Ping, apa arti dia untukmu.” Melihat suasana hati Ji Xingfeng yang sudah sedikit tenang, Su Qianhua segera mengingatkannya dengan suara pelan.


Bagaimana mungkin Ji Xingfeng tidak mengerti? Hanya saja terkadang, ketika amarahnya meledak, Ji Xingfeng bahkan tidak bisa mengendalikannya dirinya sendiri. Jika dirinya memiliki setengah ketenangan Su Qianhua, maka dirinya juga tidak mungkin akan kalah dari Ji Xingyun dalam pertempuran memperebutkan takhta pada waktu itu.


Ji Xingfeng menatap Ye Wushuang dengan dingin, raut wajah Ye Wushuang masih sangat jelek, tapi mata jernihnya itu masih tidak berkompromi sama sekali. Sepertinya tidak ada gunanya menggunakan cara keras padanya.


“Yuya, bawa dia pergi.”


Hello! Im an artic!

__ADS_1


Ji Xingfeng memberi perintah dengan suara yang dalam, menoleh ke samping dan tidak lagi menatapnya. Bisa dianggap ini adalah pengampunan terakhir bagi Ye Wushuang.


Melihat sang Pangeran tidak lagi bertindak pada Ye Wushuang, meskipun semua yang terjadi begitu tidak bisa dijelaskan, tapi hati Yuya masih merasa bahagia.


Saat itu juga, dia langsung memapah Ye Wushuang dan meninggalkan Paviliun Fengya. Ketiga Bibi tua itu juga bingung, mereka menyesali bahwa Ye Wushuang tidak dihukum berat, di saat bersamaan mereka dengan tahu diri berpamitan untuk undur diri.


Setelah semua orang pergi, ekspresi Ji Xingfeng secara bertahap kembali dingin dan acuh seperti semula.


Memalingkan kepalanya, Ji Xingfeng melirik sekilas ke arah Su Qianhua yang raut wajahnya suram dan sama sekali tidak berbicara.


“Apa yang sedang kamu pikirkan?”


“Tidak.” Ji Xingfeng menjawab dengan lugas dan tegas.


Su Qianhua mengangkat matanya dan menatap Ji Xingfeng sambil berpikir: “Tapi pada saat itu, aku jelas merasakan aura pembunuh darimu.”


“Memang aku sedikit lepas kendali, tapi itu karena wajahnya itu membangkitkan kebencianku di masa lalu.”

__ADS_1


Begitu ucapan ini terlontar, lubuk hati Su Qianhua sedikit banyak merasa agak gelisah. Dengan kata lain, nyawa Ye Wushuang bisa direnggut kapan saja. Jika ingin menyalahkan, maka hanya bisa menyalahkan Ye Wushuang sendiri karena memiliki wajah yang persis sama seperti Ratu Qin.


“Terhadap tindakannya hari ini, bagaimana Pangeran akan menanganinya?”


Ji Xingfeng menoleh, ada kedalaman yang tidak bisa ditebak di wajahnya yang dingin: “Qianhua, bagaimana menurutmu?”


“Menurutku, Nona Ye memiliki sifat yang keras kepala dan kuat, karena dia mempertaruhkan nyawanya hari ini untuk melawan, maka Pangeran jangan memaksanya lagi, semakin dipaksa maka takutnya hanya akan mendapatkan hasil yang berlawanan.”


Sebagai seorang Pangeran, Ji Xingfeng biasanya sangat peduli akan usulan Su Qianhua, kali ini juga tidak terkecuali.


Mengangguk dalam diam, Ji Xingfeng menatap ke kejauhan dengan matanya yang gelap: “Aku tidak akan memaksanya lagi untuk mempelajari aturan, seperti yang dia katakan, dia adalah Ye Wushuang dan bukan Ratu Qin.”


“Karena Pangeran memiliki pemikiran seperti itu, lalu kenapa tadi…”


“Apa kamu ingin berkata bahwa aku tadi hampir saja membunuhnya?”


Su Qianhua menunduk dan tersenyum getir, bisa dianggap sebagai jawaban. Karena pada saat itu, hatinya memang khawatir. Ya, dirinya dulu tidak pernah memiliki perasaan seperti ini ketika Ji Xingfeng ingin membunuh seseorang.

__ADS_1


“Aku hanya ingin memberinya sedikit pelajaran saja karena kearoganannya. Siapa tahu…” Berbicara sampai di sini, mata hitamnya memicing, jelas terdapat amarah yang terlintas di tatapan matanya.


__ADS_2