Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 603 Dia Orang Yang Seperti Apa


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ye Wushuang tidak mengerti mengapa pihak lain bertindak seperti ini, tapi karena dia sudah bersikap seperti ini, Ye Wushuang tidak memiliki apa-apa untuk dikatakan, hanya bisa perlahan-lahan mengambil gelas itu darinya lalu berkata dengan lembut: “Nyawaku diselamatkan olehmu, membantumu kali ini bisa dikatakan merupakan balas budi, mengenai sutera milikmu, aku sudah meninggalkan ornamen bunga dan mencocokkan benang bordir untuk pengoperasian pada para penyulam, selama kaliam tidak menganggap enteng maka tidak akan ada masalah lain. Tentu saja , aku juga berharap kalian bisa menepati janji kalian yang akan membiarkanku pergi.”


He Laosan mengangguk dengan wajah penuh pengertian: “Tidak masalah jika Nona ingin pergi, tapi apa Nona bisa bertemu dengan seseorang lebih dulu sebelum pergi?”


Hello! Im an artic!


“Siapa?”


“Tuan Penguasa Kota, She Jingtian.”


Mendengar nama She Jingtian, terdengar suara tercekat dari sekeliling.


Nama ini mewakili otoritas tertinggi di Kota Wuyou, dia bukan orang yang bisa ditemui oleh orang biasa. Tapi sekarang, wanita yang memasuki kota kurang dari setengah bulan ini malah memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Tuan Penguasa Kota, itu benar-benar sangat luar biasa.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Tidak disangka, Ye Wushuang mengangkat matanya dengan pelan dan berkata dengan acuh: “Kenapa harus pergi menemuinya?”


“Aku menjelaskan seluruh proses kerusakan hingga pemulihan sutra pada Tuan penguasa kota dan aku juga mengungkit Nona, mungkin Tuan menghargaimu jadi dia ingin bertemu denganmu.”


Setelah mendengarkan ucapan He Laosan, Ye Wushuang berpikir sejenak dan berkata: “Dia orang yang seperti apa?”


Ucapan ini membuat He Laosan terdiam, dia terpaku beberapa saat, tiba-tiba dia menyeringai, ada sedikit kekaguman di tatapan matanya dan dia berkata: “Dia adalah pria yang luar biasa dan juga berhati besar, jika Nona bisa bertemu dengannya maka itu sama sekali tidak merugikan. Mengenai hal lainnya, aku tidak berani untuk berkata lebih banyak.”


“Aku mengerti.”


He Laosan berdiri diam di sama bersama sekelompok saudaranya, tidak tahu bagaimana harus bereaksi.


Setelah sekian lama, pria berkulit gelap di satu sisi kemudian berkata dengan nada mengejek: “Kak, dia sudah pergi, untuk apa masih berlutut? Paras wanita itu sudah rusak tapi masih begitu sombongnya, dia benar-benar merasa dirinya sangat hebat. Bukankah hanya keberuntungan saja dia bisa memikirkan suatu cara, pengusaha seperti kita berlutut pada wanita, itu benar-benar sangat tidak baik.”

__ADS_1


“Guan Shan, kamu tidak bisa berkata seperti itu, wanita itu menunjukkan kesombongan yang bukan merupakan kesombongan dan keangkuhan wanita biasa, tapi semacam keangkuhan dan kesombongan yang tinggi dan murni. Keaungkuhannya itu bukanlah ekspresi, tapi menguar dari dalam dirinya. Aku berlutut padanya tentu saja memiliki alasannya sendiri.”


Analisis kata demi kata He Laosan dengan cepat mendapatkan dukungan dan persetujuan dari banyak orang.


“Ya, aku juga merasa wanita itu berbeda dari wanita biasa, dari sikap dan tingkah lakunya bisa dilihat bahwa dia pasti berasal dari keluarga kaya.”


“Menurutku juga bergitu, sikap wanita itu begitu anggun dan elegan, dia bahkan bisa begitu tenang saat jatuh ke tangan pria kasar seperti kita, mentalnya itu tidak lagi bisa dibandingkan dengan wanita biasa.”


“Pengalaman hidupnya rumit tapi dia menolak untuk membicarakannya, benar-benar membuat orang merasa sangat misterius.”


“Jika benar-benar berasal dari keluarga yang hebat, jika keluarganya mencarinya, bukankah kita akan mendapat masalah besar?”


He Laosan mengerutkan kening saat ini dan meludah di tanah, lalu dia berkata: “Bukankah dia mau pergi? Aku akan membawanya menemui Tuan Penguasa Kota besok, setelah menemuinya maka terserah pada wanita itu apa dia ingin tinggal atau pergi, kita tidak perlu mengkhawatirkan hal lain, jangan sampai terjerat masalah.”


“Ya.”

__ADS_1


Keesokan harinya…


Saat Ye Wushuang dan He Laosan sedang dalam perjalanan ke Kastil Wuyou, mereka bertemu dengan rombongan mewah yang sedang berjalan angkuh di dekat Jalur Yuanbao.


__ADS_2