Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 593 Kedatangan Pertama Di Kota Wuyou


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Selama bertahun-tahun, empat negara dan Kota Wuyou terus mempertahankan keadaan netral. Meski hanya kota kecil dengan beberapa ratus ribu penduduk, mereka tidak dipimpin oleh negara mana pun. Pengusaha dan penduduk di sini juga merasa nyaman.


Ketika kedatangan pertamanya di Kota Wuyou, Ye Wushuang terpana melihat suasananya yang ramai.


Hello! Im an artic!


Sejauh mata memandang, ada banyak orang dan arus transaksi bisnis yang tiada habisnya. Setelah diamati lebih dekat, orang-orang ini adalah rekan kerja di industri yang sama. Mereka tampak terlibat dalam berbagai aktivitas bisnis. Turis dengan kostum berbeda berjalan di sepanjang jalan. Di kedua sisi jalan, berbagai pedagang dan pedagang asongan berkumpul. Kios mereka dilengkapi dengan pisau tajam yang bisa untuk memotong rambut dan gunting panjang. Beberapa pedagang yang lebih tua memasang gambar dan delapan trigram, tampak seperti peramal yang berbakat. Semakin berjalan ke depan, arus orang-orang semakin ramai. Beberapa orang yang lewat sedang duduk di kursi, ada yang sedang mengendarai kuda, membawa barang, mengendarai keledai untuk mengangkut barang, mendorong gerobak…Mereka mencari rezeki dengan tatapan menerawang. Kebanyakan mulai mempromosikan barang-barang sendiri saat mereka berhenti.

__ADS_1


Ye Wushuang belum pernah melihat pemandangan semarak seperti ini sebelumnya. Dia berseru untuk beberapa waktu. Adegan di depannya seperti drama kostum di TV.


Pria yang mengendarai kereta kuda memandangnya jijik. Dia sepertinya berpikir kalau wanita ini belum pernah melihat luasnya dunia sebelum ini. Dia berkata sambil sedikit menghina, “Ini hanya perbatasan Kota Wuyou tempat orang-orang berdagang. Kamu belum sampai di jalan utama.”


Setelah mendengar ucapannya, Ye Wushuang tidak tahu harus menanggapi seperti apa. Dia hanya menyipitkan matanya dengan sedikit malu. Tapi setelah orang itu tidak memperhatikannya, dia tetap membuka matanya dan mengawasi kanan kirinya. Dia takut akan ketinggalan barang yang menarik.


Hello! Im an artic!


Di sini orang-orang lebih rapi dan terpelajar, baik dari segi pakaian mau pun penampilan. Bukan hanya itu, ada kedai teh, kedai arak, toko penjagalan, dan kuil yang terlihat mewah dan bersih. Toko Sutra, perhiasan, parfum dikelola oleh pria muda dengan penampilan berbeda. Mereka semua terlihat berwajah tampan dan bertutur kata lembut. Pelanggan yang lewat, datang untuk mengajak mereka bercakap-cakap sambil tersenyum.

__ADS_1


Beberapa turis wanita sangat senang hingga mereka memasuki toko sambil tersenyum.


Ye Wushuang selalu berpikir, orang-orang yang menggunakan penjual dengan penampilan menarik hanya akan dilakukan oleh bisnis modern seperti tukang cukur atau toko pakaian. Tak disangka, hal itu sudah mulai diberlakukan di Kota Wuyou ini. Tempat ini benar-benar tempat para pebisnis bersaing akal. Ragam barang yang mempesona, berbagai variasi barang, juga menjadi tontonan yang luar biasa.


Meskipun telah berada di istana selama lebih dari setengah tahun, banyak hal-hal aneh yang dilihat di sini sama sekal tidak bisa dibandingkan dengan istana.


Dalam sekejap, Ye Wushuang tiba-tiba punya ide. Kalau dia bisa menetap di sini, pasti akan sangat luar biasa.


Ketika sedang dengan berkhayal dengan naif, tiba-tiba kereta kuda dan karavan yang sedang berjalan pun berhenti.

__ADS_1


Ye Wushuang melihat ke sekeliling dengan penuh minat, menemukan kalau karavan telah berhenti di sebuah tempat yang berwarna-warni.


Plakat di depan paviliun itu bertuliskan “Paviliun Manxiang” dengan naga dan burung phoenix yang menari. Di depan paviliun, banyak wanita penghibur yang terlihat menari berkeliling untuk menjajakan diri. Terkadang dapat terlihat tawa di wajah mereka, tawa yang menunjukkan betapa tidak berdayanya hidup mereka.


__ADS_2