
Hello! Im an artic!
Tapi melihat Permaisuri yang difitnah, Lu’er sudah tidak bisa lagi menerimanya, tiba-tiba Lu’er mengangkat kepalanya dan berkata: “Kaisar, Permaisuri tidak mengambil potret Putri Liqing, tolong Kaisar selidiki dengan jelas!”
Ketika Kaisar Zhaolie mendengarkan, dia menundukkan kepalanya dengan dingin, menatap dengan merendahkan, berdiri di depan mereka dan bertanya dengan suara dingin: “Aku ada di sini, siapa yang mengijinkan kalian para budak untuk berbicara?”
Hello! Im an artic!
Lu’er dan Yan’er begitu ketakutan hingga membenturkan kepala mereka ke tanah di saat bersamaan, mereka memohon pengampunan dan berkata: “Budak pantas mati, mohon Kaisar maafkan kami.”
Kaisar Zhaolie memicingkan mata hitamnya dan berkata dengan suara dalam: “Keluar!”
Kedua gadis kecil itu tidak berani berkata apa-apa lagi, jadi mereka hanya bisa menelan ludah mereka dalam diam dan pergi keluar dengan gemetar.
Setelah itu, Kaisar Zhaolie tiba-tiba melepaskan tangan Qin Ruojiu, melihat Qin Ruojiu yang mundur beberapa langkah karena pijakannya yang tidak stabil, Kaisar Zhaolie berkata mencibir dengan dingin: “Apa masih ada yang ingin kamu katakan?”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Qin Ruojiu menggigit bibirnya pelan, berusaha memaksa air matanya agar tidak menetes, berpura-pura acuh dan tenang lalu berkata: “Karena Kaisar sudah memutuskan bahwa pelakunya adalah diriku, jadi sudah bisa memberi hukuman bukan?”
Mendengar ucapan Qin Ruojiu yang sama sekali tidak ingin menjelaskan, Kaisar Zhaolie menjadi marah, wajahnya begitu dingin dan gelap, dia berkata dengan mata melotot: “Aku memberimu kesempatan sekarang untuk menyerahkan potret itu secara utuh, aku bisa memaafkan semua kesalahanmu.”
Pada saat ini, Qin Ruojiu tidak melakukan apa-apa, hanya berdiri diam di tempat, memegang pergelangan tangannya yang terasa sakit, terdapat gelombang ketidaksetujuan di matanya yang jernih, Qin Ruojiu tersenyum sedih dan berkata: “Aku sudah berkata, aku tidak memiliki potret Putri Liqing, bahkan jika aku mati pun, aku tidak akan bisa memberikannya.”
Kalimat itu membuat amarah Kaisar Zhaolie meledak, dia menatap Qin Ruojiu dengan tatapan mata marah dan berkata: “Apa sampai saat ini pun kamu masih ingin bersikap begitu keras kepala? Aku sudah memberikan kesempatan untukmu, tapi kamu malah tidak menginginkannya, jangan salahkan aku jika bersikap kejam setelah aku menemukan buktinya!”
“Benar atau tidak? Aku akan menyelidikinya dengan jelas!” Kata Kaisar Zhaolie, dia kemudian berbalik dan dengan dingin memberi perintah pada beberapa Kasim dan pelayan wanita yang mengikuti di belakangnya: “Cepat cari dengan teliti!”
Begitu kata-kata ini terucap, para pelayan dan kasim yang bersembunyi di belakang Kaisar Zhaolie segera berdiri dengan gemetar.
“Kenapa kalian masih diam saja?” Kaisar Zhaolie kembali berteriak.
__ADS_1
Saat ini mereka tidak berani bertindak lamban, mereka segera berpencar untuk mencari dan menggeledah seluruh ruangan dan lemari, tidak melepaskan satu tempat pun, tidak lama kemudian ruangan yang rapi dan bersih itu menjadi berantakan.
Mendengarkan suara yang barang-barang yang digeledah, Qin Ruojiu tidak memiliki cara lain selain hanya mengulas senyum getir dan tidak berdaya di sudut bibirnya!
Demi sebuah potret, Kaisar Zhaolie ternyata bisa memperlakukannya seperti ini. Apa martabatnya bahkan tidak bisa dibandingkan dengan sebuah potret?
Waktu berlalu sedikit demi sedikit, tindakan pencarian ini sama sekali tidak membuahkan hasil.
Pada saat ini, mata hitam milik Kaisar Zhaolie sedikit memicing, mata dingin itu tertuju pada tubuh Qin Ruojiu, melihat jejak ejekan yang terulas di sudut bibir Qin Ruojiu, hati Kaisar Zhaolie menjadi semakin kesal dan sangat tidak bahagia, dia berteriak pada para pelayan yang ada di belakangnya: “Ketemu atau tidak?”
“Men… menjawab…menjawab Kaisar, tidak menemukan apa-apa.” Wajah pelayan Istana itu pucat dan bahunya gemetar.
Pada saat ini, Kasim kurus yang mengikuti di belakang pelayan Istana itu kemudian berkata dengan ekspresi ketakutan: “Menjawab Kaisar, aku juga tidak menemukan apa-apa!”
“Tida ada?” Mata hitam Kaisar Zhaolie memicing, dengan dingin menyibakkan jubah lengannya dan berkata: “Cari dengan teliti, lihat apa ada yang terlewat atau tidak!”
__ADS_1
“Baik Kaisar!” Pelayan Istana dan Kasim itu berlutut ketakutan, kemudian mereka bergegas bangun dan kembali mencari dengan teliti di tempat awal.