
Qin Ruojiu pun melihatnya dengan tatapan acuh dan acuh. Benar, Qin Ruojiu dari awal sudah mengerti, setelah dia jatuh ke dalam tangan Kaisar Zhaolie ini, dia tidak akan bisa menjalani hidupnya sesuai keinginannya lagi.
Qin Ruojiu pun merasa nafasnya mulai terasa sesak. Tatapan matanya juga hampir tertutup, mungkin dia akan tertidur untuk selamanya.
Tangan yang tadinya hendak mencekiknya sampai mati itu tiba-tiba terlepas.
Kaisar Zhaolie pun tersenyum dingin dan tiba-tiba melihatnya dengan mata yang licik, lalu dia berkata, “Kamu mau mati ya? Bisa-bisanya ingin melarikan diri dariku, tidak … Aku tidak akan melepaskanmu semudah itu. Dasar wanita iblis, aku tidak akan tinggal diam!”
Selesai bicara, Kaisar Zhaolie pun langsung melepaskan tangannya dan mendorong Qin Ruojiu dengan kasar.
Lalu Kaisar Zhaolie pun pergi dari sana, meninggalkan Qin Ruojiu.
Setelah Kaisar Zhaolie pergi, Qin Ruojiu pun baru merasa lega. Dia terkulai lemas dan terbaring di atas kasurnya. Wajahnya itu tampak putih pucat seperti hantu.
Setelah beberapa saat berlalu, Lu’Er pun berlari masuk, ia melihat Permaisuri terdiam di dalam kamarnya. Dia yakin pasti Kaisar sudah melakukan sesuatu pada Permaisuri.
__ADS_1
Kalau tidak, tidak mungkin Permaisurinya berubah menjadi seperti ini. Tapi saat itu Lu’Er juga tidak berani bertanya, ia hanya membersihkan keringat yang ada di dahi Qin Ruojiu dengan handuk.
“Ouk ….” Sekali lagi Qin Ruojiu tidak bisa mualnya dan hendak muntah.
Lu’Er pun langsung menepuk-nepuk pundak Qin Ruojiu dan berkata, “Permaisuri, kamu kenapa? Apa kamu keracunan makanan?”
Qin Ruojiu pun berusaha untuk menggelengkan kepalanya dan terlihat begitu sedih. Pria itu tadi mendekatinya dan membuatnya merasa jijik dan ingin muntah, tetapi kenapa sekarang, saat laki-laki itu sudah pergi pun dia masih merasa mual?
“Permaisuri, bagaimana jika aku panggilkan Tabib?”
Lu’Er pun menopangnya untuk duduk bersandar di atas kasur, lalu menuangkan secangkir teh untuknya. Setelah itu dia menyuapi Qin Ruojiu teh tersebut. Lu’Er pun merasa prihatin dengan kondisi Permaisuri. Permaisuri benar-benar sangat menderita, kenapa semua masalah itu datang menghampirinya? Dia itu sama sekali bukan wanita yang jahat, kenapa semua orang yang ada di dunia ini tidak percaya padanya?
Ketika Qin Ruojiu terbangun, hari sudah pagi.
Setelah selesai membersihkan dirinya, Qin Ruojiu pun merasa bosan karena tidak ada yang bisa dilakukannya. Lalu dia memutuskan untuk menyulam, lagipula dia memang pintar menyulam. Lu’Er dan Xiao Huan juga sangat menyukai sulamannya. Dua pelayannya ini selalu membantunya, karena hari ini tidak ada yang bisa ia lakukan, jadi dia bisa menyulam sesuatu untuk mereka berdua. Ini bisa dianggap sebagai ucapan terima kasihnya pada mereka.
__ADS_1
Tetapi ketika dia baru saja mengeluarkan jarumnya, tiba-tiba dia mendengar suara alat musik seruling yang sedih dan familiar.
Qin Ruojiu pun terkejut dan langsung menjatuhkan jarum dan benang yang ada di tangannya itu ke lantai. Dia pun berusaha untuk beranjak berdiri dan berjalan ke arah pintu untuk melihat ke luar.
Taman di luar kamarnya itu pun dipenuhi dengan bunga-bunga yang sedang bermekaran. Pemandangan itu begitu indah, seperti di dalam dunia dongeng. Dan di tengah sana ada Kang Yin yang mengenakan baju berwarna putih sambil memainkan serulingnya. Musik serulingnya itu, masih saja terdengar sedih dan kesepian. Tapi alunan musik itu seolah membuat bunga-bunga yang ada di taman itu pun ikut merasakan perasaan yang dirasakannya.
Qin Ruojiu pun berdiri di samping pintu itu dan melihat dengan bingung ke arah Kang Yin. Di dalam tatapannya itu, ada perasaan sedih dan rindu. Tidak tahu mengapa Qin Ruojiu seolah terhipnotis oleh musik itu.
Setelah musik itu selesai dimainkannya, Kang Yin pun menyimpan serulingnya dan tersenyum. Tapi di dalam senyuman itu, tersimpan perasaan kesepian. Lalu Kang Yin berjalan ke depan Qin Ruojiu.
Kang Yin berkata, “Permaisuri, apakah kamu mengerti?”
Qin Ruojiu pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arahnya.
“Aku sudah tahu, kamu pasti mengerti.”
__ADS_1
“Pangeran ke-9, aku ….”