Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 872 Apa Yang Ingin Kamu Lakukan Padaku?


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ucapan ini membuat putri Yongping hampir saja menggigit lidahnya sendiri, tapi untungnya dirinya bereaksi dengan cepat, Putri Yongping berbalik dan berkata tanpa alasan: “Aku selalu sangat akurat dalam menilai sesuatu, apa aku tidak boleh menebaknya?”


“Tentu saja boleh, tapi Putri, kuharap kamu bisa menebak dengan lebih akurat lain kali, mungkin saja suatu hari nanti akan ada pot tanaman yang jatuh di atas kepalamu. Atau mungkin akan ada kecelakaan lain yang lebih tak terduga. Kuharap Putri bisa menebaknya dengan benar.” Ye Wushuang berkata mengngatkan sambil tersenyum pelan, terdapat nada mengancam dan intimidasi yang tak ditutupi dalam nada bicaranya itu.


Hello! Im an artic!


Mungkin jika orang lain, berdasarkan pada sifat kejam yang dimiliki Putri Yongping, dia sudah pasti tidak akan mempedulikannya.


Tapi setelah mengetahui betapa hebatnya Ye Wushuang terakhir kali, kali ini raut wajahnya sudah berubah menjadi pucat, Putri Yongping langsung berdiri, nadanya sedikit gemetar: “Ye Wushuang, kamu… kamu… apa yang ingin kamu lakukan padaku?”


Ye Wushuang melambaian lengan pakaiannya, mata jernihnya itu memicing seperti bulan sabit yang jernih lalu berkata dengan suara pelan: “Coba tebak?”


“Kamu……”

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Setelah meninggalkan Paviliun Fangwu milik Putri Yongping, Ye Wushuang pergi ke tempat di mana kecelakaan itu terjadi, Su Qianhua sudah tidak ada di sana. Hanya saja di tempat di mana Su Qianhua berdiri, terdapat genangan darah yang menggenang.


Hati Ye Wushuang merasa panik, entah mengapa diirnya merasa kesal pada tindakan impulsifnya sendiri. Ya, bahkan meski dirinya pergi mencari Putri Yongping, lalu memangnya kenapa? Dirinya juga tidak bisa melakukan apa pun padanya saat ini. Sedangkan Tuan Muda Qianhua yang terluka parah demi menyelamatkannya malah dilupakan dan ditinggalkannya. Tidak tahu bagaimana kondisinya sekarang.


Hati Ye Wushuang dipenuhi dengan kekhawatiran, dirinya bergegas pergi ke Paviliun Fengya di mana Su Qianhua tinggal seperti orang gila. Karena semua orang tahu bahwa Ye Wushuang sekarang adalah sosok yang sangat dihargai oleh Pangeran Ping di kediaman ini, jadi tidak ada yang berani menghentikannya di sepanjang jalan.


Ketika sampai di paviliun, Ye Wushuang yang merasa cemas sudah tidak mempedulikan etiket dan semacamnya, dia langsung bergegas membuka pintu.


Ye Wushuang bukan orang fanatik yang bodoh, namun tak bisa dipungkiri bahwa dirinya masih sedikit terpana oleh pemandangan indah di dalam ruangan itu.


Su Qianhua mengangkat dagunya dengan susah payah, wajahnya seperti giok, dengan bibir merah dan gigi putih, Su Qianhua benar-benar tampak seperti peri yang berjalan keluar dari dalam lukisan.


Melihat Ye Wushuang yang datang dengan begitu sembrono, Su Qianhua tidak terlihat tenang dan acuh seperti biasanya, dia malah terlihat sedikit malu-malu dan bergegas merapikan pakaiannya untuk sedikit menutupi tubuhnya yang terbuka.

__ADS_1


Tapi di tempat di mana luka itu masih belum diobati, ketika mengenai pakaiannya tanpa sengaja, rasa sakit yang terasa dengan sangat jelas itu menyebabkan Su Qianhua kembali mendesis kesakitan.


Ye Wushuang melihatnya, dirinya bergegas menghampiri dan langsung membuka luka yang ditutupi oleh Su Qianhua. Ye Wushuang terkejut ketika melihat luka yang dipenuhi dengan darah dikarenakan terkena pot tanaman itu.


Seketika matanya terasa panas, Ye Wushuang lalu berkata dengan hati yang terasa sedikit getir: “Tuan Muda Qianhua, maaf… ternyata kamu terluka begitu parah, tapi aku malah… aku malah pergi begitu saja.”


Setelah mendengar ucapan Ye Wushuang, Su Qianhua hanya mengulas senyum getir, menggelengkan kepalanya dengan ringan dan berkata: “Tidak masalah.”


“Maaf, jika bukan karena diriku, kamu tidak akan terlibat.” Ye Wushuang berkata dengan sedih, terdapat raut bersalah di wajahnya yang cantik.


Su Qianhua tersenyum lembut dan berkata menghibur dengan suara dalam: “Aku sengaja melakukannya.”


Ye Wushuang mengangkat kepalanya, membuka matanya yang berkabut, menatap ke arah mata indah milik Su Qianhua yang tersenyum dengan aneh, Ye Wushuang lalu berkata dengan bingung: “Apa maksudmu?”


“Apa kamu masih ingat botol obat yang kuberikan padamu pada saat kamu terluka dan malah dikembalikan secara utuh olehmu? Kamu juga mengatakan padaku secara langsung bahwa kamu tidak ingin berhutang apa-apa padaku. Sepertinya, ada terlalu banyak hal di dunia ini yang tidak sesuai dengan keinginan. Semakin kamu tidak ingin berhutang padaku, tapi pada akhirnya kamu akan tetap berhutang padaku. Bagaimana kamu akan membalas budi ini?” Su Qianhua berkata sambil tersenyum ringan, nadanya terdengar sedikit menggoda.

__ADS_1


__ADS_2