Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 226 Kamu Tidak Boleh Meninggalkanku


__ADS_3

Hanya sayangnya ketidakpedulian dan kekejamannya itu jauh berpuluh kali lipat dibandingkan ketika dia tertawa.


Saat Qin Ruojiu sedikit tertegun, telapak tangan besar yang bergerilya di pinggangnya itu tiba-tiba meraih bagian belakang kepalanya.


Dia menjulurkan kepalanya, mencium Qin Ruojiu dengan penuh semangat dan berkata: “Qin Ruojiu … apa kamu tahu? Aku sangat bahagia, yang membuatku bahagia adalah ucapan yang kamu katakan pada Kang Yin …”


Qin Ruojiu tidak tahu betapa menawannya dirinya sekarang.

__ADS_1


Kulitnya yang begitu halus seperti keramik, membuat orang lain sangat tergiur. Di atas pakaian dalam berwarna hijau zamrud, tergambar dengan jelas burung phoenix yang seakan ingin terbang. Rambutnya itu berkibar bagai air terjun, jepit aksesoris rambut burung phoenix kekaisaran yang dihiasi dengan manik-manik dan jumbai terlihat begitu elegan. Kain kasa emas lembut yang tertiup angin, sutra perak yang begitu langka, pembuatannya itu begitu detail dan sangat mahal hingga tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Kaisar Zhaolie melingkarkan lengannya di pinggang Qin Ruojiu dan membungkukkan tubuhnya, meskipun tidak bisa melihat wajah Qin Ruojiu tapi masih dapat melihat tanda peony yang terdapat di tengah dahinya, sedikit berwarna merah muda, wajah cantik di bawah kain kasa hitam itu sudah tidak diragukan lagi merupakan sebuah racun yang sangat mematikan, yang membuatnya tidak memiliki jalan lagi untuk mundur.


Kaisar Zhaolie berkata: “Kang Yin adalah keluarga terdekatku, dan juga kelemahanku, seumur hidupku aku tidak ingin dia terluka, aku berhutang terlalu banyak padanya. Tapi aku tidak bisa menerima jika dia ingin bertarung denganku untuk memperebutkanmu. Aku tidak ingin memberikanmu padanya, kamu adalah milikku, milikku… ”


Mendengar kata-kata yang terucap dari dalam lubuk hati Kang Yong dan ciuman berapi-api yang dijatuhkan oleh Kang Yong di atas tubuhnya, ada sedikit perasaan emosional dan kekecewaan di tatapan mata Qin Ruojiu. Dirinya tidak tahu apakah ucapan Kaisar Zhaolie ini murni hanya karena keinginan untuk memiliki atau apa benar-benar menyukainya. Tapi Qin Ruojiu sedikit terharu, pada saat ini dirinya tidak bisa membedakan apa itu kebencian atau cinta, air matanya menetes turun melewati wajahnya.


Terjatuh di telapak tangan Kaisar Zhaolie yang besar dan hangat, Kaisar Zhaolie menghentikan gerakannya, tiba-tiba mengangkat kepalanya. Ada hasrat mendalam yang sulit dihilangkan dalam pupil matanya yang hitam itu.

__ADS_1


Qin Ruojiu berbaring di ranjang sambil berlinangan air mata dan menggelengkan kepalanya.


Kaisar Zhaolie segera membungkuk, menelusuri dahi, alis, mata, dan hidung Qin Ruojiu untuk menyesap air matanya itu sedikit demi sedikit hingga kering.


Terasa asin tapi ini adalah rasa yang dia suka. Ini juga merupakan pertama kalinya Kang Yong merasakan air mata seorang wanita dalam hidupnya. Hatinya itu seakan luluh dikarenakan sesuatu.


Qin Ruojiu menarik napas dan berkata: “Kaisar, karena kamu sangat sayang pada Pangeran ke-9, di kemudian hari tidak peduli apa yang dia lakukan, maukah Kaisar mengampuninya?”

__ADS_1


Mendengar ucapan itu, wajah Kaisar Zhaolie seketika menjadi dingin. Menatap lurus ke arah wanita cantik di atas ranjang itu, setelah sekian lama, sudut bibirnya akhirnya sedikit terangkat naik, tatapan matanya tiba-tiba menjadi dingin dan tertawa mencibir: “Selama dia tidak melakukan hal-hal yang mengkhianatiku, aku akan memperlakukannya dengan baik seumur hidupku.”


Pada saat ini, Qin Ruojiu tahu dirinya tidak boleh lanjut berbicara lagi. Jika tidak, Kaisar Zhaolie pasti bisa merasakan sesuatu, jadi Qin Ruojiu sedikit mengangkat tatapan matanya pada saat itu juga, menatap wajah tampan pihak lain yang dingin dan kompleks itu, Qin Ruojiu tidak lagi ragu-ragu untuk mendekat dan memeluknya, dalam sekejap, Qin Ruojiu bisa melihat raut kegembiraan di tatapan mata Kaisar Zhaolie.


__ADS_2