Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 368 Sudah Dipastikan Akurat


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Tidak … Aku terlalu mengenalnya, dia tidak akan membunuhku, bahkan jika ingin membunuh, dia sudah melakukannya sejak dulu, tidak perlu menunggu sampai sekarang. Bahkan jika dia membenci dan tidak menyukaiku, dia hanya akan melakukan segala cara yang membuatku kesal untuk menyiksaku.” Jika dia benar-benar ingin membunuh, bukankah itu adalah hal yang diharapkannya? Dulu sekali, Qin Ruojiu sudah tidak ingin hidup dengan begitu menyakitkan lagi, ingin memintanya memberinya sebuah kejelasan. Tapi, dia tidak melakukannya, Qin Ruojiu tahu bahwa jauh di dalam lubuk hati Kaisar, dirinya masih memiliki posisi yang tidak dapat digantikan oleh orang lain.


Mungkin status itu sangat rendah, sangat kecil, sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan Putri Liqing. Tapi posisi itu unik, tidak ada yang bisa menggantikannya. Qin Ruojiu percaya Kaisar tidak akan sekejam itu.


Hello! Im an artic!


“Jiu’er…” Tuyang menatap Qin Ruojiu dengan putus asa, mengetahui bahwa pada saat ini dirinya sudah tidak dapat membujuk Qin Ruojiu, tapi dirinya juga tidak tega melihat Qin Ruojiu mati, tatapan matanya penuh dengan penderitaan.


Hati Qin Ruojiu merasa seperti tercabik, tapi mau tidak mau harus melepaskan tangan Kak Tuyang, setetes air mata mengalir dari wajahnya, sebening kristal, tapi dengan kesejukan yang tak terbatas.

__ADS_1


Qin Ruojiu berkata, “Maaf, Kak Tuyang, tidak peduli apa itu benar atau tidak, aku tidak bisa meninggalkan tempat ini. Mungkin Kakak tidak dapat memahami keputusanku, tapi aku benar-benar tidak bisa pergi!” Ya, Qin Ruojiu tidak dapat melarikan diri. Kang Yin yang merupakan Pangeran ke-9 saja tidak mudah untuk membawanya pergi. Apalagi Kak Tuyang yang merupakan rakyat biasa?


Jika hal ini kembali terjadi, Qin Ruojiu yakin Kaisar Zhaolie tidak akan melepaskannya dengan begitu mudah seperti sebelumnya.


Hello! Im an artic!


Pada saat itu bukan hanya Qin Ruojiu saja yang akan terlibat, tapi bahkan Tuyang dan juga semua orang di sekitarnya mungkin akan dimakamkan bersamanya.


Tuyang dibawa pergi oleh klan penyihir saat senja.


Saat itu Tuyang sudah dalam keadaan tidak sadar, sejak dia sampai di Istana Fengyi, fisiknya itu semakin lama semakin lemah, dan akhirnya dia pingsan dalam keputusasaan.

__ADS_1


Perasaan mengetahui apa yang akan terjadi pada wanita yang dicintainya tapi tidak bisa menyelamatkan, itu menyebabkan penyakitnya memburuk dengan begitu cepat.


Tabib Istana yang diundang oleh Qin Ruojiu, tidak peduli cara apa yang dicobanya, sama sekali tidak efektif untuk mengobati Tuyang.


Untungnya, sesepuh klan penyihir, Bage, datang tepat waktu, dia lalu memerintahkan orang untuk meminumkan pil pada Tuyang, wajah Tuyang yang pucat sedikit membaik. Namun, dia masih belum tersadar.


Saat pergi, Tetua Bage berbicara dengan serius pada Qin Ruojiu.


Dia memberitahu Qin Ruojiu bahwa meskipun dia tidak tahu mengapa Tuyang mempertaruhkan nyawanya untuk datang mencari Qin Ruojiu, tapi dia ingin Qin Ruojiu mengingat kata-kata Tuyang. Karena ketika Tuyang mulai mempraktikkan “Kutukan Darah Penyihir”, tubuhnya itu perlahan melemah, dan hanya Tuyang saja yang bisa melakukan latihan yang bertentangan dengan hukum langit semacam ini. Sebab sejak Tuyang mulai mempelajari “Kutukan Darah Penyihir”, setiap hal baik itu besar dan kecil yang diramalnya itu sudah dipastikan akurat.


Tapi Tuyang tidak akan meramal dengan seenaknya, karena tindakan itu akan menyebabkan cedera fisik yang hebat pada tubuhnya. Kali ini, tidak tahu apa yang Tuyang lakukan hingga membuat tubuhnya rusak begitu cepat seperti itu. Tetua Bage akhirnya hanya menghela nafas dan menatap Qin Ruojiu dengan penuh arti sebelum akhirnya meminta muridnya sendiri untuk membawa Tuyang pergi.

__ADS_1


__ADS_2