
Hello! Im an artic!
Pada saat itu, Kaisar Zhaolie dengan mudah menyadari bahwa Leng Bingxin sudah gemetar, wajah kecilnya itu sudah begitu rapuh dan tampak pucat hingga mendekati transparan.
Tampilan dan dan ekspresi itu, benar-benar sangat mirip dengannya pada waktu itu.
Hello! Im an artic!
Hati Kaisar Zhaolie tiba-tiba menegang, apa wanita itu adalah dia? Apa itu dia? Kaisar Zhaolie berulang kali bertanya pada dirinya sendiri, dikarenakan dirinya menderita insomnia sepanjang malam dan sudah tidak bisa lagi mengendalikan keinginannya, jadi dirinya langsung mengirim orang untuk mencari tempat ini tanpa mempedulikan segalanya hanya untuk melihatnya.
Jelas-jelas dirinya bisa pergi setelah melihatnya sekilas, tapi tidak tahu mengapa, Kaisar Zhaolie tidak dapat menggerakkan langkahnya ketika melihatnya.
Saat itu, wanita itu dihancurkan oleh tangannya sendiri, demi menghukum dirinya sendiri, wanita itu tidak segan-segan bunuh diri dengan melompat dari tebing.
Dalam 2 tahun terakhir, Kaisar Zhaolie memimpikannya tidak hanya sekali. Setiap kali dirinya terbangun saat wanita itu mengulas senyum yang menyedihkan.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Kaisar Zhaolie tahu, bahkan jika wanita itu meninggal, dia tidak pernah meninggalkan dirinya. Wanita itu begitu membenci dirinya, dia pasti akan mengikuti di sisinya. Karena itu, Kaisar Zhaolie tidak pernah ragu bahwa wanita itu berada di sisinya.
Namun, hari ini “dia” malah kembali. Dia kembali dalam keadaan utuh, seorang wanita yang seakan tidak pernah disakiti olehnya itu kembali.
Jantung dinginnya yang telah disegel seperti besi selama 2 tahun ini, pada saat ini, ternyata masih begitu panas, ternyata dirinya bisa mendengar jantungnya berdetak dan mendengar panggilannya.
Saat ini, tatapan matanya yang gelap itu semakin dalam, langkah di bawah kakinya menjadi lebih cepat. Detik berikutnya, ketika Leng Bingxin tidak keburu untuk bersikap waspada, Kaisar Zhaolie sudah menerjang maju dan menarik tubuh yang rapuh itu ke dalam pelukannya, dengan lembut membenamkan kepalanya di antara rambutnya, dengan putus asa menghirup aroma yang merupakan milik wanita itu.
Dia kembali, benar-benar sudah kembali, aroma familiar yang hanya ada di tubuhnya dan diserahkan oleh wanita itu padanya, dia benar-benar sudah kembali.
Leng Bingxin menatap mata pria itu yang memerah, berpikir pria ini akan melakukan hal yang buruk padanya, tapi tidak diduga, pria itu malah hanya memeluk dirinya dengan erat. Kaisar Zhaolue menempelkan bibirnya ke telinga Leng Bingxin dan terus menerus mengisapnya.
Rasanya seperti kembali ke 2 tahun lalu. Beberapa kali Kaisar Zhaolie memeluknya seperti ini, lalu kemudian melakukan gerakan yang menjadi kebiasaannya.
__ADS_1
Leng Bingxin merasa sedikit terpesona untuk beberapa saat. Tapi pada saat angin dingin berhembus menerpanya, akal sehatnya kembali tersadar.
Pada saat itu juga Leng Bingxin mendorong pria itu menjauh dengan seluruh kekuatannya, menatapnya dengan tatapan sedikit marah, kemudian memeluk dirinya sendiri dengan sepasang tangannya, membuat pose melindungi dirinya sendiri.
“Kamu siapa?” Leng Bingxin membelalakkan matanya dengan polos, matanya yang jernih itu dipenuhi amarah karena telah dilecehkan oleh orang lain.
Leng Bingxin tahu Kaisar Zhaolie kemari karena melihat seorang wanita mati yang terlihat sangat mirip dengan “dirinya” yang dulu pada saat ini, mustahil Kaisar Zhaolie bisa menahan diri untuk tidak berkunjung. Hanya saja Leng Bingxin tidak menyangka Kaisar Zhaolie datang begitu cepat, dan lagi bahkan datang di malam yang begitu larut.
Kaisar Zhaolie mundur beberapa langkah, bukan benar-benar karena kekuatan dorongan Leng Bingxin yang kuat hingga bisa mendorong tubuhnya yang kekar. Itu karena Kaisar Zhaolie tiba-tiba menjadi berhati-hati, tiba-tiba menjadi takut. Ya, kerinduan dan penyiksaan selama 2 tahun membuatnya merasa bahwa yang ada di hadapannya ini adalah ilusi, dirinya tidak berani untuk menyakiti wanita ini dengan mudah.
Wanita yang duduk di kursi itu berdiri dengan sedikit ketakutan, menilai Kaisar Zhaolie dengan tatapan yang asing, tampilan itu benar-benar membuat orang lain merasa sangat sedih.
Kaisar Zhaolie mengatupkan bibirnya dan memicingkan mata hitamnya, setelah beberapa saat baru berkata dengan nada dingin, “Jiu’er, bagaimana bisa kamu tidak tahu siapa aku? 2 tahun terakhir ini … apa kamu menjalani hidup dengan baik?”
Panggilan Jiu’er itu benar-benar hampir merobohkan keyakinan terakhir di dalam hatinya. Ternyata di suatu tempat jauh di dalam lubuk hatinya, tidak peduli seberapa kuat dan tegar, sepertinya itu tidak bisa menandingi panggilannya yang seperti ini. Panggilan seperti Iblis perenggut nyawa di dalam mimpinya.
__ADS_1