
Apa wanita ini sudah gila? Dia sampai berbuat seperti ini hanya demi 2 dayang? Tidak, ini bukan kenyataan, dia bukan wanita yang baik, dia hanya sedang bersandiwara saja!
Kang Yong menatapnya dengan dingin, kemudian kembali berbaring ke atas ranjang. Wanita ini tidak boleh dipercaya, semua penderitaan dia ini baru dimulai, masih jauh dari cukup.
Malam yang gelap, sinar rembulan yang dingin,
Walaupun sudah bulan 4, tetapi cuaca di malam hari masih dingin. Angin yang dingin melewati celah-celah pintu dan jendela.
Saat angin berhembus di tubuhnya, Qin Ruojiu pun kedinginan sampai gemetaran.
Dia pun berlutut sambil bersandar di pintu semalaman, seluruh anggota tubuhnya pun kesemutan, hingga hari kedua, matahari pagi bersinar.
Angin dingin bertiup lagi, Qin Ruojiu merasa dirinya sedang berada di gudang es,seluruh tubuhnya mati rasa.
__ADS_1
Bulu mata yang tipis bagaikan sayap itu bergerak lagi, seperti kupu-kupu yang akan kehilangan nyawa.
Saat membuka mata, wajah yang tampan terlihat di depannya. Pria berwajah tampan itu menatapnya dari atas, bagaikan seorang dewa, pandangan matanya tajam bagaikan pedang. Setelah melihat Qin Ruojiu sadar, dia pun tersenyum menyindir, tetapi pandangannya tetap saja dingin.
Qin Ruojiu menegakkan tubuhnya. Walau lututnya mati rasa, Qin Ruijiu tetap berlujut.
Tubuhnya yang lemah itu, sudah hampir tumbang, jika tidak bersandar di samping tiang, mungkin berlutut pun, ia sudah tidak sanggup.
“Yang Mulia…” dia tidak berani menatap Kang Yong, ia menunduk dan memanggil Sang Kaisar. Semalam, entah kapan, ia jatuh pingsan, ketika ia sadar kembali, langit sudah terang. Apakah Kaisar Zhaolie akan mempersulit dirinya karena ini dan tetap memberikan hukuman berat kepada Yan’er dan Xiao Huan? Qin Ruojiu pun menjadi takut.
Dengan lemah Qin Ruojiu menjawab, “Tidak… mohon… ampunin mereka…” walaupun lututnya sangat sakit, Qin Ruojiu tetap tegar dan berlutut untuk memohon.
Melihat gadis ini yang terus memohon demi 2 orang dayang, entah mengapa, hati Kang Yong pun tergoyah. Dia membalikkan badan dan berteriak, “Pergilah… aku akan mengampunimu kamu kali ini, jika terulang lagi, aku akan membuatmu merasa lebih baik mati dari pada hidup.”
__ADS_1
“Terima kasih, Yang Mulia! aku akan pergi sekarang juga!” akhirnya Kang Yong sudah memberi pengampunan, hati Qin Ruojiu pun merasa lega. Di saat yang bersamaan, karena terlalu tegang, tiba-tiba, dia pun jatuh pingsan.
Melihat wanita ini jatuh pingsan, mata Kang Yong pun menyipit, matanya bagaikan lubang tidak berdasar, penuh dengan kebencian.
Kemudian dia berteriak dengan dingin, “Pengawal, antar Permaisuri ke Istana Fengyi.”
Akhirnya, pada siang hari, Qin Ruojiu tersadar.
Begitu melihat Qin Ruojiu siuman, Xiao Huan dan Yan’er yang sedari tadi terus menangis pun merasa sedikit lebih lega. Mereka berdua segera menggengam tangannya dan berkata, “Permaisuri… Permaisuri baik-baik saja kan? Maafkan kami, karena kami bicara sembarangan, Permaisuri jadi celaka!”
Bab 27 Siapa Yang Akan Peduli Padanya
“Iya, ini salah Yan’er, Yan’er yang sembarangan bicara, bahkan pembicaraanku ini didengar orang jahat, sehingga Permaisuri jadi menderita.” Yan’er menangis sambil menampar wajahnya sendiri.
__ADS_1
Melihat kedua dayang yang menangis dan menampar diri sendiri ini, Qin Ruojiu pun mengernyitkan alis, ia menahan rasa sakit dan berusaha bangkit.