
Hello! Im an artic!
“Haha, kenapa si jelek diam saja? Bukankah tadi kamu begitu sombong?”Hong Luan bertanya dengan sombong. Matanya menyapu Ye Wushuang dengan jijik. Melihat Ye Wushuang tetap diam, melotot dan bersiap untuk pergi.
Susah payah akhirnya menemukan kesempatan di mana wanita ini sendirian. Kalau tidak memberinya pelajaran dengan baik, kemarahan dalam hatinya akan sulit untuk terlampiaskan. Memikirkan fakta bahwa Penguasa Kota begitu menghargai wanita ini, bukan hanya dia, bahkan penguasa aula di paviliun lain juga merasa tidak nyaman.
Hello! Im an artic!
“Hmph, ingin pergi begitu saja? Jangan harap.” Setelah Hong Luan melontarkan ucapan ini, dia mengulurkan telapak tangannya yang seputih giok dan mendorong Ye Wushuang kembali.
Sangat merepotkan bagi Ye Wushuang untuk bergerak dengan ember di satu tangannya. Setelah Hong Luan mendorongnya seperti itu, tubuhnya oleng dan hampir jatuh.
Hatinya berpikir kalau tidak ada gunanya berdebat dengan orang seperti itu. Daripada terus-terusan dihina, lebih baik berusaha pergi dari sana. Meski seni bela diri mereka hebat, meski akan mati, setidaknya martabatnya tetap ada.
__ADS_1
Ye Wushuang memandang Hong Luan dengan tak acuh. Dia melepaskan tangan yang menutupi wajahnya, diam-diam mengepalkan tinjunya di balik lengan pakaiannya.
Hello! Im an artic!
“Kenapa? Tidak senang?” Sangat jelas Hong Luan juga melihat sesuatu dari mata Ye Wushuang yang marah dan tingkah lakunya yang aneh. Tapi dia tidak berpikir kalau Ye Wushuang bisa melakukan apa-apa padanya. Membunuhnya hanya hal sekejap mata. Kalau bukan karena menghargai Penguasa Kota, wanita ini sudah mati sejak awal. Ingin memainkan trik di hadapan seorang Hong Luan, sungguh omong kosong.
Ye Wushuang menggigit bibir merahnya dengan perlahan tanpa mengeluarkan suara. Dia hanya menatap wanita sombong dan sok di depannya dengan tenang. Dalam sekejap, dia merasa dirinya sangat menyedihkan. Sejak dia berpindah ruang dan waktu hingga saat ini, hidupnya tidak pernah tenang. Pada awalnya, dia adalah pengganti Qin Ruchen. Dia mengalami semua penderitaan dan bahaya yang diberikan oleh Qin Ruchen padanya. Dia pikir dia bisa hidup dengan penampilan aslinya setelah melarikan diri dari istana. Tapi, saat ini dia akhirnya sadar. Tanpa kekuatan yang besar, ke mana pun dia pergi akan sama saja.
“Hong Luan, bunuh saja aku kalau kamu mau. Jangan bicara omong kosong.” Tanpa diduga, emosi negatif berkembang dalam hati Ye Wushuang. Dia sedikit memejamkan matanya, bahkan tidak memiliki kekuatan untuk membela diri lagi. Mungkin saja dia sama sekali tidak ingin melawan. Mungkin mati adalah semacam penjelasan.
Hong Luan tidak menduga pihak lain akan mengucapkan kata-kata putus asa dan menyedihkan seperti itu. Awalnya Hong Luan kira wanita ini pura-pura terlihat menyedihkan. Tapi setelah dilihat dengan cermat, dia bisa melihat kesedihan di mata wanita ini dan sepertinya wanita ini sama sekali tidak bercanda.
Hong Luan terkejut. Meski dia bisa saja membunuh Ye Wushuang, tapi dia tidak berani bertindak sembarangan. Ini orang yang dibawa masuk oleh Penguasa Kota, mana ada orang yang berani sembarangan menyentuhnya.
__ADS_1
Tidak bisa membunuh, bukan berarti tidak boleh memukul. Saat ini, dia dan Bai Zhi saling menatap dengan dingin. Dia tersenyum bangga, “Akan terlalu mudah kalau langsung membunuhmu. Kami harus menyiksamu.”
“Benar, menyiksamu.”
Setelah mengatakan ini, entah dari mana kedua orang itu menemukan tali. Tanpa memedulikan kesediaan Ye Wushuang, mereka meraih lengan Ye Wushuang dan berniat untuk mengikatnya.
“Kalian sedang apa?” Ye Wushuang sedang akan meronta, tapi dia tidak tahu titik akupunktur apa yang ditotok oleh mereka. Dia tidak bisa mengeluarkan sedikit pun kekuatan.
Untungnya saat ini, muncul suara kekanakan yang menggetarkan hati setiap orang. Suara ini pun sukses memecahkan krisis pada adegan itu.
“Hong Luan, Bai Zhi, kalian sedang apa?”
Shangguan Min’er yang tidak jauh dari sana melihat pemandangan ini, dia segera memutar kakinya dan berjalan kemari. Karena berlari terlalu cepat, kakinya sedikit bermasalah. Tapi karena dia mengkhawatirkan Ye Wushuang, dia hampir menggertakkan giginya agar tidak mengerang.
__ADS_1