Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
bab 19 Itu Adalah Hukuman Penggal Kepala


__ADS_3

Tidak lama kemudian, Qin Ruojiu pun menyanggul rambut, kemudian memakai pakaian sederhana warna hijau, ditambah dengan cadar hitam yang polos, membuatnya terlihat misterius.


“Permaisuri…”


“Cepat suruh orang sipkan tandu.”


“Baik!”


Tandu permaisuri warna kuning keemasan yang membawa Qin Ruojiu pun berjalan dan tiba di depan Istana Zhaolie.


Terlihat istana yang indah dan megah di hadapannya, temboknya terbuat dari giok putih, lantainya dilapisi karpet emas, 2 naga yang diukur di atas atap bersirip keemasan, seperti hendak terbang ke angkasa. Jika dibandingkan dengan Istana Fengyi, istana Fengyi bukanlah apa-apa dibanding istana Zhaolie ini.


Tetapi Qin Ruojiu tidak punya waktu untuk menikmati semua ini, dia segera menembus koridor hingga ke kamar tidur Kaisar Zhaolie.


Saat dia hendak melewati tanggulan pintu yang disusun dengan bata emas, dia pun ditahan oleh 2 orang pengawal.


“Permaisuri, Yang Mulia sudah menurunkan perintah, tanpa izinnya, tidak boleh ada orang yang masuk.”

__ADS_1


Qin Ruojiu melirik penjaga pintu dengan tenang, “Pergi laporkan padanya, katakan aku ingin bertemu.”


Penjaga pintu itu menunduk, “Yang Mulia sudah bilang, malam ini, ia tidak mau bertemu dengan siapapun. Hari sudah malam, silahkan kembali, Permaisuri.”


“Masalah ini berkaitan dengan nyawa orang lain, cepat melapor padanya,” ucap Qin Ruojiu dengan sabar. Walaupun dia tidak memahami peraturan di dalam istana, tetapi melihat kepanikan Lu’Er, ia tahu keadaan Xiao Huan dan Yan’er pasti sangat berbahaya.


“Permaisuri, mohon jangan mempersulitku. aku hanya menjalankan perintah, jika aku membuat Yang Mulia Kaisar marah, kepalaku akan dipenggal.”


Ekspresi pengawal itu sangat dilema, tetapi ia konsisten untuk tidak membiarkan Qin Ruojiu masuk.


Penjaga pintu pun ketakutan sampai pucat, kemudian segera maju, “Permaisuri, mohon jangan, mohon…”


Qin Ruojiu melotot, mata itu tidak dipenuhi kemarahan, melainkan dipenuhi wibawa, apalagi karena wajahnya ditutup cadar, ia terlihat sangat dingin. Kedua pengawal itu pun terlengah dan tidak berani bergerak.


Iya, dia adalah anak penyihir, permaisuri iblis. Berbeda dengan orang biasa, siapa yang berani menyinggungnya? Para penyihir ini bisa ilmu sihir, pelet, racun, membunuh orang diam-diam. Rakyat biasa yang mendengar nama mereka saja akan segera menghindar.


Karena ini, Qin Ruojiu bisa masuk tanpa halangan. Istana Zhaolie sangat megah, balok atapnya terbuat dari kayu cendana, giok kristal dijadikan alat penerang, tirainya terbuat dari mutiara, tiang fondasi terbuat dari emas. Kerangka ranjangnya terbuat dari kayu gaharu, di atas ranjang tersebai bunga begonia yang akan berterbangan jika tertiup angin.

__ADS_1


Malam itu, dia dipermalukan di atas ranjang ini.


Malam ini, sepertinya, akan sama seperti hari itu.


Qin Ruojiu terpaku di tempat, dia tidak tahu harus bagaimana.


Inilah Yang Mulia, Kaisar Zhaolie. Suaminya yang memiliki begitu banyak wanita, dan Qin Ruojiu hanyalah salah satunya.


Bab Selanjutnya Bab 20 Ingin Menolong Orang


Saat Qin Ruojiu merasa canggung, wajahnya pun tersenyum masam. Jika ini adalah masa depannya, dia lebih memilih untuk tak menikah dan hidup bebas sendirian.


“Lancang sekali!” Saat Qin Ruojiu masih merasa hidupnya sangat menderita, terdengar suara bentakan pria dari ranjang itu.


Dia pun terdiam di tempat dan membelalak. Matanya terlihat kalang kabut, kemudian kembali tenang.


“Aku, menghadap Yang Mulia…”

__ADS_1


__ADS_2