Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 777 Masalah Apa Hingga Begitu Cemas


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelah selesai berbicara, She Jingtian menoleh dan menatap ke arah Bibi Hua di belakang yang juga terlihat cemas, tapi dirinya tidak melihat jejak satu orang lagi.


Ketika hendak bertanya, She Jingtian malah mendengar Min’er yang bertanya dengan sangat gugup: “Paman She, apa Kak Wushuang datang mencarimu?”


Hello! Im an artic!


Pertanyaan ini menyebabkan rasa sakit di hati seseorang, mata hitamnya sedikit memicing, ekspresinya menjadi sedikit sedih: “Tidak, anak bodoh, bagaimana mungkin dia datang mencariku?”


“Benar-benar tidak?” Min’er menatapnya dengan tidak rela, ada sedikit kekecewaan dalam tatapan matanya yang berkilau.


“Sepertinya dia benar-benar sudah pergi.” Min’er berkata dengan nada datar, matanya yang indah itu dipenuhi dengan kesedihan.

__ADS_1


She Jingtian tidak mengerti mengapa Min’er seperti ini, dirinya hanya berpikir bahwa Min’er basah kuyup dan akan mudah sakit. Jadi dia berteriak pada Bibi Hua: “Bagaimana kamu menjaga Nona? Dia basah kuyup seperti ini, masih tidak pergi untuk membawanya berganti pakaian?”


Hello! Im an artic!


Pakaian Bibi Hua juga basah, rambutnya juga sedikit berantakan dan menempel di dahinya, dia lalu menjawab dengan ekspresi sedih: “Mohon Tuan Penguasa Kota tidak marah, dikarenakan sangat cemas makanya Nona seperti ini… Pada saat itu… aku tidak bisa menghentikannya.”


“Masalah apa hingga begitu cemas?” She Jingtian bertanya dengan tenang, tapi pikirannya sudah merasa agak sedih karena Ye Wushuang tidak muncul.


“Kak Wushuang sudah pergi.” Min’er meraih tangan She Jingtian dengan sedikit terisak, matanya sudah emmerah, terdapat kesedihan yang sulit untuk diungkapkan.


Baru setelah She Jingtian mengatur ulang pikirannya, dia menunduk dan berkata dengan ekspresi tidak percaya: “Apa yang kamu katakan?”


“Kak Wushuang sudah pergi…” Min’er mengulangi kembali ucapannya tanpa bermaksud apapun, hatinya merasa sedih dan sulit untuk dijelaskan. Baik-baik saja, kenapa Kak Wushuang malah pergi? Bahkan jika dia ingin pergi, kenapa dia pergi tanpa berpamitan? Benar-benar membuat orang lain sangat tidak siap dan sangat sedih.

__ADS_1


“Dia pergi ke mana?” She Jingtian seketika langsung emosi dan memegangi lengan Min’er dengan kekuatan yang mengejutkan. Di saat bersamaan, dari wajah yang gugup itu bisa dilihat seberapa penting posisi Ye Wushuang di dalam hatinya.


Min’er menggigit bibirnya dengan kesakitan, menggelengkan kepala kecilnya dengan takut dan berkata: “Aku tidak tahu. Dia hanya meninggalkan sebuah surat untukku dan pergi.”


“Surat?” She Jingtian mengerutkan keningnya lalu melotot pada Bibi Hua dengan dingin. Bibi Hua sangat ketakutan ketika melihatnya, dia bergegas mundur selangkah dan berkata: “Tuan Penguasa Kota, aku juga tidak melihat Nona Wushuang, pagi ini ketika pergi ke kamarnya, aku tidak menemukannya. Kupikir dia sedang bersama Nona Min’er, siapa tahu Nona Min’er juga tidak menemukannya.”


“Keluarkan surat itu.” Ucapan She Jingtian mengandung perintah dan juga ancaman, membuat orang lain tidak berani membantah ketika mendengarnya.


Meskipun Min’er selalu menganggap She Jingtian sebagai orang yang paling disayang dan juga yang paling dekat dengannya, tapi dia belum pernah melihat She Jingtian yang terlihat begitu seram. Gadis kecil itu sangat ketakutan, setelah dengan gemetar menyerahkan surat itu ke tangan She Jingtian, dia tidak bisa lagi menahan tangisnya.


Jika biasanya, ketika melihat Min’er menangis tersedu-sedu seperti itu, She Jingtian pasti akan menarik Min’er yang paling disayanginya itu ke dalam pelukannya dan membujuknya. Tapi saat ini, ada sebuah batu besar yang membuatnya lebih merasa tidak nyaman yang sedang menekannya, She Jingtian dengan cepat mengambil surat yang diserahkan padanya itu, ketika dirinya mengetahui kepergian Ye Wushuang, untuk sesaat dirinya seperti sudah akan mati lemas.


Terdapat aroma samar milik Ye Wushuang yang menyebar dari kertas surat tipis itu ketika She Jingtian buru-buru membuka surat.

__ADS_1


Melihat beberapa baris kalimat indah dan jelas yang ditulis di atas surat, tulisan itu terlihat lemah tapi malah menunjukkan keuletan dan kekeraskepalaan samar, sama seperti Ye Wushuang.


__ADS_2