Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 187 Jelas-Jelas Suka Denganmu


__ADS_3

Keesokan harinya, di pagi hari, cahaya matahari pagi pun masuk ke dalam kamarnya melalui kaca jendela. Kamar Paviliun Fengyi pun mulai menjadi terang.


Tidak lama kemudian Qin Ruojiu pun terbangun. Pada saat itu dia melihat Lu’er yang datang membawakan air. Dia pun membalikkan badannya dengan perlahan.


“Nyonya, anda sudah bangun?” Lu’er pun bertanya lembut sambil tersenyum.


Qin Ruojiu pun menganggukkan kepalanya dan bertanya, “Kaisar mana?” Dia ingat, tadi malam Kaisar tidur bersamanya di sini. Sekarang kenapa pagi-pagi saja dia sudah tidak ada di sini?


Lu’er pun menjawab sambil tersenyum, “Nyonya, Kaisar bilang karena takut membangunkanmu, dia menyuruh aku datang ke mari agak siangan. Sekarang dia sudah pergi melakukan acara pembukaan. Kaisar memerintahkan aku untuk membangunkan anda agak siangan dan ingat menyuruh anda pakai obat.”


Mendengar hal itu, Qin Ruojiu pun sedikit tertegun. Ada gejolak besar di dalam hatinya dan ada rasa yang tidak bisa dia jelaskan. Dia tidak tahu apakah ini rasa senang atau sedih. Perhatian dan kelembutan yang diberikannya itu terkadang dapat meluluhkan hatinya yang sekeras besi, tetapi kekejaman dan kebrutalannya itu juga bisa membuat orang merasa kalau dia itu lebih menakutkan dan mengerikan daripada iblis.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Qin Ruojiu pun tersenyum tipis dan berkata, “Tidak apa-apa lagi.”


Setelah melihat raut wajah Qin Ruojiu sudah kembali normal, Lu’er baru berjalan masuk dan meletakkan barang yang di bawanya itu ke tanganya Qin Ruojiu dan berkata dengan lembut, “Nyonya, cuci muka dulu!”


Qin Ruojiu pun menerima kain basah yang dipasingkan Lu’er dan mengusap keningnya dan merasa segar. Rasa kantuk yang dia rasakan tadi pun langsung menghilang setelah wajahnya dibasuh.


Melihat Qin Ruojiu yang sudah lebih bersemangat, Lu’er baru tersenyum dan memasingkan obat yang ada di tangannya itu kepada Qin Ruojiu dan berkata, “Nyonya, ini adalah obat yang paling manjur di dalam istana. Hanya dioleskan sehari saja, luka itu bisa langsung sembuh.”


Karena lukanya tidak begitu dalam, hanya dalam waktu beberapa hari saja lukanya sudah hampir sembuh total. Asal tidak dipegang, lukanya itu tidak terasa sakit lagi.


Sensasi dingin dari obat itu pun membuat Qin Ruojiu meriang kesakitan, “Shi ….” Lu’er yang mendengar suara itu pun terkejut dan langsung bertanya, “Nyonya, sakit tidak?”

__ADS_1


Qin Ruojiu pun menggelengkan kepalanya dan tersenyum, “Tidak!”


Setelah mendengar jawaban dari Qin Ruojiu, Lu’er pun merasa lega. Kemudian, dia bertanya, “Nyonya, kamu yang melukai dirimu sendiri kan? Kenapa kamu mau melakukan hal seperti ini?”


“Aku ….” Tiba-tiba ditanya seperti ini oleh Lu’er, Qin Ruojiu benar-benar tidak tahu harus menjawab apa.


Sambil mengolesi obat itu ke luka di leher Qin Ruojiu, mata Lu’er pun memerah dan berkata, “Nyonya selalu tidak pernah peduli dengan nyawa anda sendiri. Mau sampai bagaimanapun Kaisar mengancam anda, anda juga tetap tidak boleh melukai diri anda sendiri. Lagian, Kaisar itu jelas-jelas suka dengan anda!”


Setelah mendengar apa yang dikatakan Lu’er, Qin Ruojiu pun menghela nafas. Tatapan matanya itu terlihat sedikit rumit. Kemudian dia berkata, “Kadang-kadang, demi bisa melindungi orang yang ada di sampingku, aku tidak bisa tidak berbuat seperti itu.”


Mendengar jawaban dari Qin Ruojiu, Lu’er pun langsung mengerti apa yang dimaksud olehnya. Lu’er mengusap air matanya lalu berkata, “Nyonya, hidup anda benar-benar pahit. Kaisar ini juga, jelas-jelas dia suka dengan anda, tetapi kenapa dia setiap kali selalu melakukan hal yang membuat anda terluka. Orang baik-baik seperti anda, tetapi harus dia siksa sampai seperti ini. Sebenarnya ini semua karena apa, kenapa!”

__ADS_1


Melihat Lu’er bertanya seperti ini, Qin Ruojiu merasa semakin sedih. Matanya pun mulai perih tetapi dia tidak ingin membiarkan Lu’er melihatnya menangis jadi dia harus tetap menahannya. Dia pun berusaha untuk membuka matanya dengan besar lalu menenangkannya, “Sudahlah, kata-kata seperti ini jangan sembarangan dibicarakan. Kalau kedengaran sama orang lain itu nggak bagus. Kaisar bukan orang biasa, kita tidak bisa menerka apa yang ada dipikirannya.”


__ADS_2