Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 840 Hanya Sebuah Kebiasaan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Tidak mau, dengan tidak mudah akhirnya aku bisa datang kemari hanya untuk melihatmu, bagaimana bisa kamu malah mengusirku pergi?” Putri Yongping mengerucutkan bibir merahnya, wajahnya memancarkan raut ketidakpuasan.


Ji Xingfeng menatapnya tanpa daya, menggelengkan kepalanya sambil tersenyum: “Baiklah, aku akan mengatur kamar, makanan dan pakaian terbaik untukmu.”


Hello! Im an artic!


“Ya, terima kasih Kakak sepupu.”


Selesai berbicara, Yongping lalu merangkul lengan Ji Xingfeng kemudian dengan manja masuk ke dalam pelukannya.


Detik berikutnya, Yongping malah didorong dengan tidak berperasaan oleh Ji Xingfeng, gerakan dingin itu seolah-olah Yongping adalah benda yang tidak baik. Yongping tercengang untuk beberapa saat, mengangkat kepalanya dan melihat wajah Ji Xingfeng dipenuhi dengan penolakan yang sedang menatap ke kejauhan, wajah dinginnya itu seakan tertutup oleh lapisan es.


“Qianhua, kamu bisa membawa Putri Yongping untuk beristirahat, dia seharusnya kelelahan di sepanjang perjalanan.”


Hello! Im an artic!

__ADS_1


Meninggalkan kalimat itu, Ji Xingdeng lalu berbalik dengan dingin dan pergi seolah-olah dia sedang mengesampingkan segalanya.


Meninggalkan Yongping yang membeku di sana, wajah mungil yang cantik itu agak pucat. Setelah sekian lama, dia akhirnya kembali fokus, dengan terluka menatap ke arah Su Qianhua yang memakai pakaian berwarna-warni: “Ada apa dengan Kakak Sepupu?”


Su Qianhua memicingkan matanya yang sipit, tersenyum dengan anggun dan berkata: “Sejak dikhianati oleh Selir Mulia Zhao, Pangeran Ping tidak pernah menyentuh wanita lain. Bahkan jika terlalu dekat dengan wanita lain pun akan membuatnya merasa jijik. Karena itu tadi Pangeran mendorong Tuan Putri, bukan karena Pangeran membencimu, tapi hanya sebuah kebiasaan. Semacam sikap refleksif karena tidak ingin terlibat terlalu dalam dengan wanita.”


“Ternyata begitu…” Putri Yongping membelalakkan matanya ketika menyadarinya, dalam sekejap, dia mengubah keterkejutan di dalam hatinya menjadi amarah dan kebencian, dia mengepalkan tangan kecilnya dan menekankan hampir setiap kata: “Ini semua dikarenakan Zhao Xueyan dan Qin Ruchen, dua wanita rendah itu! Mereka mencelakai Kakak Sepupu hingga seperti ini, jika suatu hari nanti aku bertemu dengan mereka, aku pasti akan membuat mereka membayar kembali 10 kali lipat.”


Mendengar ucapan ini, Su Qianhua tiba-tiba teringat bahwa ada seorang wanita di kediaman ini yang memiliki paras yang persis sama seperti Ratu Qin, hatinya merasa tegang dan dirinya sedikit mengkhawatirkan situasi wanita itu.


Kemudian ketika kembali memikirkannya, sepertinya itu juga bukan urusannya.


“Baik, aku akan melihat-lihat.” Membicarakan mengenai memilih kamar, Putri Yongping sepertinya sudah melupakan apa yang baru saja terjadi, dirinya seketika menjadi begitu bahagia.


Dengan demikian, setelah mengikuti Su Qianhua beberapa saat, Putri Yongping tiba-tiba berhenti di sebuah paviliun yang sunyi dan tenang.


“Paviliun Fangwu?”

__ADS_1


Wajah tampan Su Qianhua seketika sedikit berubah ketika mendengar nama itu.


Berbalik badan dan memandangi wajah Putri Yongping yang tertarik ketika melihat papan nama itu, Su Qianhua lalu berkata dengan suara dalam: “Di sini terlalu sepi dan sunyi, tidak sesuai dengan identitas Tuan Putri.”


“Tidak masalah, aku merasa tempat ini cukup baik. Aku ingin tinggal di sini.”


Paviliun Fangwu hanya berjarak beberapa langkah dari tempat tinggal Ye Wushuang, jika Putri Yongping benar-benar tinggal di sini, bukankah…


“Tuan Putri, masih ada paviliun yang lebih baik lagi di depan, Putri tidak berencana untuk pergi melihatnya?”


Putri Yongping yang cantik itu lalu berkata dengan sedikit kelelahan: “Aku sudah lelah karena melakukan perjalanan seharian, aku ingin beristirahat sekarang.”


“Tapi……”


“Tuan Muda Qianhua, ada apa? Kamu tidak ingin aku tinggal di sini?”


Raut wajah Putri Yongping seketika menggelap, sepasang mata yang cerah itu menatap lurus ke arah Su Qianhua, seolah ingin melihat petunjuk dari wajah Su Qianhua yang lembut dan cantik.

__ADS_1


Su Qianhua dengan tenang memicingkan matanya yang hitam lalu berkata dengan nada tenang: “Aku hanya memikirkan untuk Tuan Putri, jika Tuan Putri benar-benar ingin tinggal di sini, maka tidak masalah.”


__ADS_2