Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 567 Dia Berbuat Seperti Itu Demi Siapa


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ibu Suri berkata sambil menghela nafas, matanya yang tajam itu seketika menjadi lembut ketika beralih ke arah Ye Wushuang. Temperamen ramahnya menghibur Ye Wushuang seperti sinar matahari.


Pada saat itu, seolah keluhan yang begitu besar seketika menghilang. Ye Wushuang berdiri di sana seperti seorang Dewi, masih memakai cadarnya, tatapan matanya begitu acuh, sama sekali tidak ada gejolak emosi di matanya. Hanya saja jejak kemerahan samar di sisi leher putih itu seakan menegaskan kecerobohan yang dilakukan Ji Xingyun tadi.


Hello! Im an artic!


Hampir saja Ji Xingyun membunuhnya dengan tangannya sendiri. Pada saat ini Ji Xingyun berpikir Qin Ruchen membenci dirinya, tapi tidak. Qin Ruchen menatap semua ini dengan tatapan datar, ekspresinya itu tampak tak kenal takut. Qin Ruchen, sebenarnya apa yang kamu pikirkan dalam hatimu?


Setelah masalah Selir Zhen yang mencoba menjebak Ye Wushuang terungkap di depan umum, Selir Chang juga mendapat kabar itu. Di saat bersamaan, penyakitnya itu juga langsung sembuh tanpa diobati. Sebelum memasuki Istana, dirinya sudah mendengar mengenai kehebatan dan metode Ratu Qin, Selir Chang mengambil risiko besar untuk mencelakai Ratu Qin kali ini karena tidak lebih untuk memberi kehormatan pada Imperial Gaoming, Zhao Xueyan. Karena adik sepupunya sendiri tidak berhasil, maka untuk apa dirinya repot-repot mencari kesulitan?

__ADS_1


Di dalam Istana Cian…


Ibu Suri duduk dengan anggun di dalam aula, menatap Kaisar Qi muda yang terlihat tenang di sampingnya, Ibu Suri tanpa sadar menekan nada bicaranya dan bertanya: “Kaisar, Selir Zhen tidak hanya menipu Kaisar, tapi dia juga menjebak Ratu Qin, apa selain dikurung selama 1 bulan, tidak ada lagi hukuman lainnya?”


Hello! Im an artic!


Tatapan mata Ji Xingyun datar, sama sekali tidak ada gejolak emosi di wajah tampannya itu, setelah beberapa saat Ji Xingyun lalu menyesap teh miliknya dan berkata : “Ibu Suri, aku tahu kamu sangat ingin melindunginya, mengenai masalah ini, aku akan memberikan kompensasi padanya.”


Ji Xingyun menggenggam tangan Ibu Suri dengan kesulitan lalu berkata dengan nada lembut: “Selir Zhen juga terpaksa melakukannya, jika ingin menyalahkan maka harus menyalahkan Ratu Qin karena telah melakukan banyak kejahatan, Selir Zhen berpikir karena aku membiarkannya keluar dari Istana Dingin maka kemungkinan dirinya akan tersakiti, karena itulah Selir Zhen bertindak padanya.”


“Huh, sejak Ratu Qin keluar dari Istana dingin, kenapa siapa dia tidak bersikap bersahabat? Dan lagi banyak hal dilakukannya dengan tangannya sendiri, bahkan dia juga tidak memerintah pelayannya. Apa orang seperti itu bisa menyakitinya?”

__ADS_1


“Justru karena perilakunya yang tidak biasa itulah yang membuat Selir Zhen lebih khawatir.”


“Kaisar, sepertinya terlalu tidak adil bagimu jika berkata seperti itu bukan? Bahkan jika dulu Ratu Qin melakukan terlalu banyak kejahatan, tapi bukankah dia selalu bersikap tulus kepadamu?”


Menghadapi tatapan mata Ibu Suri yang sedikit tajam, Ji Xingyun tiba-tiba terdiam, wajah tampan yang dingin itu sepertinya enggan untuk mengungkit masa lalu.


Ibu Suri meliriknya skilas, bisa dikatakan untuk mengamati pemikirannya, Ibu Suri kemudian kembali berkata: “Bahkan jika kamu tidak suka mendengarkannya, aku tetap harus mengatakannya. Ratu Qin dulu memang sedikit kejam, memperlakukan Selir Kaisar terdahulu dengan kejam. Tapi dia berbuat seperti itu demi siapa? Bukankah demi mempertahankan tahta milikmu sekarang? Jika pada waktu itu dia sedikit berhati lunak, maka yang diturunkan pangkatnya dan dipindahkan ke wilayah kekuasaan bukankah para pangeran itu melainkan dirimu!” Ibu Suri berkata dengan tegas, dirinya merasa tidak layak terhadap Ratu Qin.


Ibu Suri ingat ketika dirinya masih muda, demi suaminya, demi posisinya sendiri di Istana, dirinya dulu juga bersikap sangat kejam, untungnya suaminya memahaminya, bahkan meski dirinya dicelakai hingga dibuat tidak bisa melahirkan anak oleh Selir lainnya, tapi suaminya masih memperlakukannya sama seperti dulu.


“Ibu Suri, aku mengerti maksudmu, ketika kembali nanti, aku akan memperberat hukuman Selir Zhen.”

__ADS_1


__ADS_2