Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 533 Siapa Yang Begitu Berbakti


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Semua orang yang menyaksikan pemandangan yang begitu mengejutkan langsung terpana, para menteri bahkan juga melupakan etiketnya, satu demi satu dari mereka berjalan keluar dari aula, berbisik untuk membahas adegan yang begitu menakjubkan ini.


Cahaya warna-warni itu bergerak dari jauh lalu mendekat, secara bertahap melayang ke udara seiring hembusan angin, perlahan-lahan berubah menjadi bintang-bintang kecil. Momen puncak itu langsung menerangi seluruh langit, penuh dengan warna dan sangat indah.


Hello! Im an artic!


Beberapa menteri yang memiliki nyali besar langsung berkata memuji: “Cahaya itu ternyata benar-benar bisa terbang ke langit dan menjadi lampion di langit, semua kalimat itu adalah kalimat ucapan dan doa untuk Ibu Suri. Cahaya yang terbang ke langit itu begitu dekat dengan langit, Tuhan pasti akan mengabulkan doa itu, Ibu Suri akan sehat selalu, berumur panjang dan juga bahagia.”


“Ya, cahaya lampu itu bahkan sudah terbang ke langit, doa para rakyat pasti bisa dirasakan oleh Tuhan, semoga ucapan-ucapan selamat untuk Ibu Suri terkabul.”


“Ibu Suri panjang umur, panjang umur, panjang umur!”

__ADS_1


Kemudian semua orang di aula berlutut dan menyembah bersama. Bahkan Ji Xingyun bahkan berkata pada Ibu suri dengan senyum di wajahnya: “Ibu, ini adalah kehendak Tuhan, ini pertanda baik.”


Hello! Im an artic!


Ibu Suri tersenyum lembut, memberi isyarat pada semua orang untuk bangkit bangun, ini bukan karena dirinya senang semua ini benar-benar kehendak Tuhan, dirinya senang karena ada orang yang sengaja berbuat demikian untuknya.


Kemudian Ibu Suri berkata: “Tidak kusangka ada orang yang begitu cerdas di harem ini, cepat kirim seseorang untuk mencari tahu siapa yang begitu berbakti, aku ingin memberinya hadiah.”


Semua orang tahu, ketika cahaya lentera di langit ini muncul, tidak peduli apa orang-orang itu berniat tulus atau ingin menyanjung, tapi cara ini memang membuat Ibu Suri bahagia.


“Cepat beritahu siapa orang itu, aku ingin memberinya hadiah.” Tidak menunggu Ibu Suri menjawab, Ji Xingyun sudah tidak sabar untuk bertanya.


Kasim tua itu bahkan tidak berani mengangkat kepalanya, tapi hanya menundukkan kepalanya dan berkata dengan suara pelan: “Menjawab Kaisar, cahaya lampu itu dilepaskan dari Istana Zhihua…”

__ADS_1


Kata ‘Istana Zhihua’ sudah seperti sebuah kalimat kutukan yang kejam, seketika langsung membuat semua orang yang hadir terkesiap dan tidak berani berbicara.


Bahkan Zhao Xueyan yang sedari tadi tidak mengubah ekspresinya juga sedikit memicingkan matanya, menggigit bibir tipisnya dengan pelan dan mengulas senyum seringai di sudut bibirnya. Qin Ruchen, akhirnya kamu memulai lagi pergerakanmu.


Sudah setengah tahun sejak Permaisuri Ratu dikirim ke Istana Zhihua, meski tidak bisa dikatakan terlalu lama, tapi itu cukup membuat dunia melupakan keberadaannya.


Beberapa orang masih ingat apa yang terjadi di Istana Fengyi 6 bulan lalu.


Ji Xingyun tidak akan pernah melupakan wanita jelek gila yang wajahnya sudah dirusak oleh dirinya sendiri, ketika janin di rahimnya itu direnggut, Qin Ruchen menangis dengan begitu putus asa, tatapan matanya tampak dipenuhi dengan tuduhan, semua masa lalu itu sudah seperti kotak pandora yang begitu dibuka maka tidak akan bisa ditarik kembali.


Meskipun Ji Xingyun juga menyesali kekejamannya, tapi pada akhirnya hatinya yang kejam dan dingin ini tetap memilih untuk tidak memaafkannya.


Pada saat ini, Zhao Xueyan yang sama khawatirnya dengan Ji Xingyun hanya menatap lekat dan hampir tanpa berkedip pada pria yang duduk di kursi naga. Ya, dirinya ingin langsung melihat sedikit emosi yang muncul di dalam hati Ji Xingyun. Zhao Xueyan ingin tahu apa di dalam hati Ji Xingyun, wanita itu masih memiliki kemungkinan untuk bisa dimaafkan.

__ADS_1


Jika hati Ji Xingyun sedikit melunak, kemungkinan besar itu akan menyebabkan banyak masalah baginya. Zhao Xueyan paham dengan sangat jelas metode dan kehebatan Qin Ruchen, selama Qin Ruchen melangkah keluar dari Istana dingin maka Qin Ruchen pasti tidak akan mungkin melepaskannya.


Di tengah aula yang sunyi, tidak ada yang berani bersuara. Semua orang menatap pria di atas takhta naga emas dengan gentar, selama bertahun-tahun ini mereka sangat paham bahwa Kaisar sudah bukan lagi pemuda yang lembuat dan suka bercanda gurau dengan mereka.


__ADS_2