
Ketika mendengar Kang Yin yang begitu peduli dan mengerti dengan Qin Ruojiu, Kaisar Zhaolie pun merasa sedikit cemburu di dalam hatinya. Meskipun dia tidak ingin mengakuinya, tetapi hal itu malah membuat dia menjadi gila. Kemudian, wajah Kaisar Zhaolie pun berkerut dan terlihat semakin marah, “Memangnya semua yang diberikan kepadanya saat ini masih tidak cukup untuk membuatnya puas? Meskipun cuman sebagai pengganti, tetapi dengan semua hadiah yang aku berikan padanya, harusnya dia juga akan merasa bahagia.”
“Kasiar, ini tidak adil untuknya. Kamu selalu memaksa orang lain melakukan semua yang kamu mau tanpa memikirkan perasaan mereka. Perbuatanmu ini benar-benar sangat kejam!”
“Kang Yin, kamu ….”
“Kaisar, apa yang aku katakan itu semuanya fakta. Sejak kecil sampai besar, ini adalah pertama kalinya aku melawanmu. Aku harap kamu bisa mengerti apa yang aku katakan. Ruojiu, dia sama sekali tidak salah apa-apa, harap anda jangan melukainya lagi. Dia itu hanya seorang wanita yang lemah. Tolong lepasin dia.” Nada bicaranya itu terdengar datar, tetapi ada getaran dan rasa sedih yang sangat pekat di dalamnya.
Selesai mendengar hal itu, Kaisar Zhaolie pun langsung menyipitkan matanya dan pupil matanya terlihat begitu kejam. Dia mengepalkan kedua tangannya dan berkata dengan dingin, “Sejak kapan, kamu suka dengan wanita ini? Adik kesembilan, ini bukan sikap kamu yang biasanya acuh tak acuh dan dingin.”
__ADS_1
Dia tertawa dan berkata datar, “Aku juga ingin menjadi acuh tak acuh dan tidak peduli dengan semua ini. Kalau bisa aku juga berharap hatiku bisa seperti air tawar yang tidak berasa dan tidak memiliki perasaan apa-apa. Jadi aku tidak bisa merasakan apa yang aku suka dan apa yang membuatku sedih. Tetapi sejak pertama kali aku bertemu dengannya, mulai saat itu aku baru sadar kalau ternyata hatiku masih bergerak dan punya perasaan. Benar, kadang kala memang ada hal yang sudah ditakdirkan seperti itu dan kadang kala ada hal yang memang tidak bisa kita hindari. Maka dari itu, bukannya lebih baik kita menghadapinya dengan tenang. Terus menghindar dan bersembunyi hanya akan menjadi penyesalan di dalam hidup kita.”
Mendengar itu, Kaisar Zhaolie pun tertegun dan memelototinya. Ini adalah pertama kalinya dia melihat adiknya begitu serius. Kata-kata yang baru saja dia katakan itu masih terus berputar di dalam kepalanya, “Kadang kala memang ada hal yang sudah ditakdirkan seperti itu dan kadang kala ada hal yang tidak bisa kita hindari. Maka dari itu bukannya lebih baik kita menghadapinya dengan tenang. Terus menghindar dan bersembunyi hanya akan menjadi penyesalan di dalam hidup kita ….”
Sekarang Kaisar Zhaolie tidak bisa mengontrol dirinya untuk tidak meragukan dirinya sendiri. Dia bingung, sebenarnya selama ini apakah dia memang hanya menganggap Qin Ruojiu sebagai pengganti Li Qing, ataukah tanpa dia sadari sekarang dia sudah menyukai wanita itu? Tidak, tidak mungkin, dia pun langsung membuyarkan pikirannya sendiri. Di dalam hidupnya, selain Li Qing, dia tidak mungkin menyukai wanita lain lagi.
Dalam sekejap mata, setengah hari pun sudah berlalu.
Sejak kepergian Kaisar tadi pagi, Nyonya terus duduk sendirian di depan cermin dan berpikir sendirian di sana sepanjang hari.
__ADS_1
Meskipun dia tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Qin Ruojiu, tetapi dia bisa melihat kesedihan yang dirasakan Nyonya dari tatapan matanya. Dia tahu saat ini Nyonya sangat sedih.
Awalnya dia ingin menenangkan Qin Ruojiu, tetapi ketika dia baru mau mengatakan sesuatu, dia pun tidak tahu harus mengatakan apa. Dia hanya berkata dengan nada kecil, “Nyonya, seharian ini kamu belum makan apa-apa. Tidak peduli apa pun yang terjadi, anda harus tetap makan. Kalau tidak … kalau tidak tubuh anda yang lemah itu akan ….”Berbicara sampai sana, Lu’er pun terlihat gugup dan merasa sangat sedih. Lalu dia pun tidak berani melanjutkan perkataannya lagi.
Qin Ruojiu pun tersadar kembali perlahan demi perlahan lalu mengambil sisir yang ada di atas meja riasnya itu lalu menoleh ke belakang dan berkata, “Aku nggak nafsu makan, makanan itu kamu ambil keluar saja!”
Mendengar perkataan itu, Lu’er pun sedikit khawatir dan berkata, “Tetapi, Nyonya bagusan kamu makan sedikit dulu … kalau sampai Kaisar tahu, dia pasti akan sangat mengkhawatirkanmu ….”
“Benarkah? Kaisar akan mengkhawatirkanku?” Qin Ruojiu berkata dengan nada acuh tak acuh dan tersenyum dingin. Di dalam matanya itu terlihat kesedihan mendalam.
__ADS_1
Mengingat nama wanita lain yang dipanggil Kaisar tadi malam, hatinya pun mulai merasa sakit kembali dan air matanya pun langsung membasahi matanya kembali. Sekalipun ada makanan yang enak dan menarik di depannya, dia tetap tidak akan melihatnya. Kalau dibilang-bilang, apakah dia itu benar-benar hanya sebuah barang pengganti? Semua kebaikan dan ketulusan yang diberikan Kaisar Zhaolie padanya itu semuanya palsu? Dia pun mengalihkan pandangannya dan melihat ke arah jauh. Air matanya yang sudah tergenang di matanya itu pun membuat pandangannya menjadi memudar.